Sunday, 1 November 2026
Nanggroe

674 Jiwa Terdampak Banjir di Trumon Tengah Aceh Selatan, Dua Sungai Meluap

Permukiman warga yang terendam banjir dengan air menggenangi rumah-rumah

Sebanyak 674 jiwa terdampak banjir yang melanda dua gampong di Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, pada Minggu, 1 November 2026. Banjir terjadi setelah Sungai Lae Soraya dan Krueng Trumon Raya meluap dan merendam permukiman warga di wilayah tersebut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Selatan, Mudatsir, menyampaikan pendataan dampak banjir masih dilakukan oleh petugas di lapangan. Hingga laporan awal disusun, genangan air masih merendam dua gampong tersebut dan warga yang terdampak membutuhkan perhatian, terutama untuk kebutuhan dasar selama banjir belum surut.

Luapan dua sungai itu menjadi penyebab utama banjir kali ini. Ketika debit air sungai meningkat akibat hujan, air melimpas ke kawasan permukiman yang berada di sekitar aliran sungai. Kondisi seperti ini kerap berulang di wilayah yang dilalui sungai besar, terutama saat curah hujan tinggi dalam waktu yang relatif singkat.

Di Aceh Selatan, banjir bukan peristiwa yang asing. Kabupaten ini memiliki sejumlah daerah aliran sungai yang rawan meluap, dan Kecamatan Trumon Tengah termasuk wilayah yang kerap menjadi langganan genangan saat musim hujan. Karena itu, pendataan yang cepat dan akurat menjadi penting, agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan tidak ada warga terdampak yang luput dari perhatian.

Bagi warga yang rumahnya terendam, banjir bukan sekadar genangan air. Aktivitas sehari-hari terganggu, mulai dari akses jalan, kegiatan usaha, hingga kegiatan anak-anak di sekolah. Perabot rumah tangga dan barang-barang penting terancam rusak, sementara warga harus mengungsi atau bertahan di rumah dengan kondisi yang serba terbatas.

Dalam situasi seperti ini, peran BPBD dan pemerintah daerah menjadi sangat menentukan. Petugas perlu memastikan jalur evakuasi dan posko pengungsian siap, dapur umum dan logistik tersedia, serta layanan kesehatan siaga untuk warga yang rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Koordinasi dengan pemerintah gampong juga penting, karena perangkat gamponglah yang paling tahu kondisi warganya satu per satu.

Warga di sekitar aliran sungai juga diimbau untuk tetap waspada selama curah hujan masih tinggi. Jika air terus naik, warga diminta segera mengungsi ke tempat yang lebih aman dan tidak memaksakan diri bertahan di rumah yang genangannya sudah membahayakan. Keselamatan jiwa harus diutamakan di atas penyelamatan harta benda.

Ke depan, banjir di Trumon Tengah ini kembali mengingatkan pentingnya pengelolaan daerah aliran sungai secara berkelanjutan. Normalisasi sungai, perawatan tanggul dan drainase, serta penataan kawasan sempadan sungai adalah pekerjaan jangka panjang yang membutuhkan anggaran dan konsistensi. Tanpa itu, setiap musim hujan akan membawa cerita yang sama: sungai meluap, permukiman terendam, dan ratusan jiwa harus berhadapan dengan banjir.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Sebanyak 674 jiwa terdampak banjir di dua gampong Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, pada Minggu, 1 November 2026.
  • Banjir disebabkan meluapnya Sungai Lae Soraya dan Krueng Trumon Raya yang merendam permukiman warga.
  • Kepala Pelaksana BPBD Aceh Selatan, Mudatsir, menyampaikan pendataan dampak banjir masih dilakukan petugas di lapangan.
  • Warga terdampak membutuhkan perhatian untuk kebutuhan dasar, dan warga di sekitar sungai diimbau tetap waspada.
  • Banjir ini mengingatkan pentingnya pengelolaan daerah aliran sungai secara berkelanjutan agar kejadian serupa tidak terus berulang.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *