Sunday, 1 November 2026
Film Indonesia

Cinema XXI Bagikan Dividen Interim Rp4 per Saham, Total Rp333,1 Miliar

Gedung bioskop Cinema XXI dengan deretan layar dan area lobi penonton

PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) atau Cinema XXI akan membagikan dividen interim sebesar 4 rupiah per saham kepada para pemegang sahamnya. Total nilai dividen interim yang akan dibagikan mencapai 333,1 miliar rupiah, sejalan dengan upaya perseroan menjaga keseimbangan antara pengembangan bisnis dan penciptaan nilai bagi pemegang saham.

Pembagian dividen ini diumumkan bersamaan dengan kinerja keuangan perseroan hingga kuartal III 2026. Selama sembilan bulan pertama tahun ini, Cinema XXI membukukan pendapatan 4,2 triliun rupiah dan laba bersih 416,3 miliar rupiah. Pada periode yang sama, EBITDA tercatat 1,2 triliun rupiah dan arus kas bersih dari aktivitas operasi mencapai 931,4 miliar rupiah.

Direktur Utama Cinema XXI, Suryo Suherman, mengatakan perseroan tetap berupaya menjaga keterjangkauan harga tiket di tengah tantangan ekonomi global dan kondisi makroekonomi yang memengaruhi daya beli masyarakat. Dalam keterangannya pada Sabtu, 31 Oktober 2026, Suryo menyampaikan bahwa perseroan berupaya meminimalisasi kenaikan harga tiket agar bioskopnya tetap dapat diakses berbagai lapisan masyarakat, sekaligus menghadirkan pengalaman menonton yang imersif dan berkualitas.

Ditopang tiket, makanan minuman, dan iklan

Kinerja perseroan ditopang bisnis penjualan tiket bioskop, makanan dan minuman, serta pengembangan sumber pendapatan lainnya melalui bisnis periklanan dan platform digital. Selama sembilan bulan pertama 2026, penjualan tiket bioskop menjadi kontributor terbesar dengan nilai 2,5 triliun rupiah atau sekitar 59,1 persen dari total pendapatan. Segmen makanan dan minuman menyumbang 1,4 triliun rupiah atau setara 34,7 persen dari total pendapatan.

Pada kuartal III 2026, yakni Juli hingga September, pendapatan perseroan mencapai 1,5 triliun rupiah, tumbuh 7,5 persen secara tahunan dibandingkan 1,4 triliun rupiah pada kuartal III 2025. Pertumbuhan itu terutama didorong peningkatan pendapatan segmen makanan dan minuman sebesar 13,9 persen secara tahunan, sejalan dengan meningkatnya rata-rata belanja makanan dan minuman per penonton sebesar 15,8 persen.

Pendapatan penjualan tiket bioskop relatif stabil, dengan kenaikan harga tiket rata-rata sebesar 2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan itu didorong naiknya tingkat okupansi pada studio premium, yaitu The Premiere dan IMAX. Dari sisi profitabilitas, EBITDA tumbuh 14 persen secara tahunan pada kuartal III 2026, dan marjin EBITDA meningkat menjadi 32,1 persen dibandingkan 30,3 persen pada kuartal III 2025.

Pendapatan periklanan dan platform digital melonjak 59,1 persen pada kuartal III 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kontribusinya terhadap total pendapatan meningkat menjadi 6,5 persen sepanjang Juli hingga September 2026, dibandingkan 4,4 persen pada periode yang sama tahun lalu. Peningkatan itu disebut menunjukkan semakin besarnya kontribusi sumber pendapatan di luar bisnis utama perseroan.

Suggested read: Cinema XXI Bukukan Pendapatan Rp4,2 Triliun hingga Kuartal III 2026, Laba Bersih Rp416,3 Miliar

Ekspansi selektif dan efisiensi operasional

Suryo menyampaikan Cinema XXI akan terus memperkuat bisnis inti sekaligus mengembangkan potensi setiap lini usaha untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang. Melalui peningkatan kualitas layanan, inovasi produk, dan optimalisasi jaringan bioskop, perseroan berupaya menghadirkan pengalaman yang relevan bagi pelanggan sekaligus memperluas peluang bisnis.

Ke depan, Cinema XXI akan melanjutkan strategi pengembangan bisnis melalui optimalisasi pendapatan dari bisnis inti dan lini usaha lainnya, inovasi produk dan layanan, serta ekspansi jaringan bioskop secara selektif dan terukur. Perseroan juga akan terus memperkuat efisiensi dan disiplin operasional guna menjaga keberlanjutan bisnis serta mendukung pertumbuhan kinerja dalam jangka panjang.

Dengan laba bersih 416,3 miliar rupiah hingga kuartal III dan arus kas operasi yang kuat, pembagian dividen interim 4 rupiah per saham ini menjadi sinyal bahwa perseroan mampu membagi hasil kepada pemegang saham tanpa mengorbankan rencana pengembangan jaringan dan peningkatan layanannya.

Suggested read: Empat Musim Pertiwi Jadi Wakil Indonesia untuk Oscar 2027

Apa poin penting dari berita ini?

  • Cinema XXI akan membagikan dividen interim sebesar 4 rupiah per saham dengan total nilai 333,1 miliar rupiah.
  • Hingga kuartal III 2026, perseroan membukukan pendapatan 4,2 triliun rupiah dan laba bersih 416,3 miliar rupiah.
  • Penjualan tiket menyumbang 2,5 triliun rupiah atau 59,1 persen dari total pendapatan, dan makanan minuman 1,4 triliun rupiah atau 34,7 persen.
  • Pada kuartal III 2026, pendapatan tumbuh 7,5 persen secara tahunan dan marjin EBITDA meningkat menjadi 32,1 persen.
  • Perseroan akan melanjutkan ekspansi jaringan secara selektif dan terukur serta memperkuat efisiensi operasional.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *