PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk, pengelola jaringan bioskop Cinema XXI, membukukan kinerja positif hingga kuartal III 2026. Perseroan meraup pendapatan 4,2 triliun rupiah, laba bersih 416,3 miliar rupiah, EBITDA 1,2 triliun rupiah, serta arus kas bersih dari aktivitas operasi 931,4 miliar rupiah selama sembilan bulan pertama tahun ini.
Pendapatan perseroan terutama berasal dari penjualan tiket bioskop dan makanan serta minuman. Penjualan tiket mencapai 2,5 triliun rupiah atau 59,1 persen dari total pendapatan, sementara makanan dan minuman mencapai 1,4 triliun rupiah atau 34,7 persen. Direktur Utama PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk, Suryo Suherman, mengatakan perseroan berupaya menjaga keterjangkauan harga tiket di tengah tantangan ekonomi global dan kondisi makroekonomi yang memengaruhi daya beli masyarakat.
Dalam keterangan resmi pada Kamis, 29 Oktober, Suryo menyampaikan bahwa perseroan berupaya meminimalisasi kenaikan harga tiket agar bioskopnya tetap dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat. Strategi itu dijalankan bersamaan dengan upaya menghadirkan pengalaman menonton yang imersif dan berkualitas.
Kuartal III tumbuh, makanan dan minuman jadi motor
Pada kuartal III 2026, yakni Juli hingga September, pendapatan perseroan mencapai 1,5 triliun rupiah, tumbuh 7,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,4 triliun rupiah. Pertumbuhan kuartal III terutama ditopang segmen makanan dan minuman yang meningkat 13,9 persen secara tahunan. Rata-rata belanja makanan dan minuman per penonton naik 15,8 persen dibandingkan kuartal III 2025.
Pendapatan tiket bioskop relatif stabil pada periode tersebut. Rata-rata harga tiket meningkat 2 persen secara tahunan, seiring kenaikan okupansi di studio premium, termasuk The Premiere dan IMAX. Dari sisi profitabilitas, EBITDA tumbuh 14 persen secara tahunan pada kuartal III 2026, dan marjin EBITDA meningkat menjadi 32,1 persen dari 30,3 persen pada kuartal III 2025.
Di luar tiket dan makanan minuman, pendapatan dari periklanan dan platform digital juga tumbuh pesat. Pada kuartal III 2026, pendapatan segmen lainnya meningkat 59,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kontribusinya terhadap total pendapatan naik menjadi 6,5 persen dari sebelumnya 4,4 persen, menunjukkan semakin besarnya kontribusi sumber pendapatan di luar bisnis utama perseroan.
Suggested read: Cinema XXI Bagikan Dividen Interim Rp4 per Saham, Total Rp333,1 Miliar
Jaringan bertambah, dividen interim dibagikan
Sepanjang 2026, perseroan menambah empat lokasi bioskop dengan total 14 layar, yakni Ciplaz Cipanas XXI, 23 Semarang XXI, Grand Mall Maros XXI, dan Sorong Modern City XXI. Hingga 29 Oktober 2026, jaringan bioskop perseroan mencapai 271 lokasi dengan total 1.402 layar yang tersebar di 55 kota dan 31 kabupaten di Indonesia.
Perseroan juga akan membagikan dividen interim sebesar 4 rupiah per saham, dengan total dividen yang akan dibagikan mencapai 333,1 miliar rupiah. Ke depan, perseroan akan melanjutkan pengembangan jaringan secara selektif dan terukur, sekaligus mengoptimalkan pendapatan dari bisnis utama maupun lini usaha lainnya, melalui optimalisasi lini usaha, inovasi produk dan layanan, serta peningkatan efisiensi operasional.
Kinerja sembilan bulan ini menunjukkan bisnis bioskop masih mampu tumbuh di tengah tekanan daya beli. Kombinasi harga tiket yang dijaga terjangkau, belanja makanan minuman per penonton yang meningkat, dan kontribusi iklan serta platform digital yang membesar menjadi penopang utama kinerja Cinema XXI hingga akhir kuartal III 2026.
Suggested read: Empat Musim Pertiwi Jadi Wakil Indonesia untuk Oscar 2027
Apa poin penting dari berita ini?
- Pengelola Cinema XXI membukukan pendapatan 4,2 triliun rupiah dan laba bersih 416,3 miliar rupiah hingga kuartal III 2026.
- Penjualan tiket mencapai 2,5 triliun rupiah atau 59,1 persen dari total pendapatan, dan makanan minuman 1,4 triliun rupiah atau 34,7 persen.
- Pada kuartal III 2026, pendapatan tumbuh 7,5 persen secara tahunan menjadi 1,5 triliun rupiah, ditopang makanan minuman yang naik 13,9 persen.
- Marjin EBITDA meningkat menjadi 32,1 persen dari 30,3 persen, dan pendapatan iklan serta platform digital tumbuh 59,1 persen.
- Hingga 29 Oktober 2026, jaringan Cinema XXI mencapai 271 lokasi dengan 1.402 layar di 55 kota dan 31 kabupaten.

