Friday, 30 October 2026
Lingkungan

BNPB Intensifkan Penanganan Karhutla Lewat Udara dan OMC

Kebakaran hutan dan lahan dengan asap tebal membumbung di kawasan hutan

JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengintensifkan penanganan darurat bencana, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), melalui pengerahan armada udara serta pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Langkah ini diambil untuk menekan luas dampak karhutla di berbagai wilayah prioritas.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengungkapkan pihaknya telah menyiagakan puluhan armada udara guna memaksimalkan proses pemadaman di lapangan. Pernyataan itu disampaikan pada Jumat (30/10/2026).

“Untuk memaksimalkan pemadaman karhutla, BNPB telah menyiagakan 59 unit armada udara,” ujar Berton.

Berton merincikan, armada tersebut terdiri atas 24 unit pesawat patroli, CASA, dan OMC, serta 35 helikopter water bombing. Dari total 59 unit armada, sebanyak 40 unit merupakan milik BNPB, 15 unit milik TNI, dan 4 unit milik pihak lainnya. Komposisi ini menunjukkan pengerahan lintas lembaga dalam penanganan karhutla.

Sebanyak 52 unit dari armada tersebut ditempatkan secara strategis di enam provinsi prioritas penanganan karhutla. Rinciannya, Kalimantan Selatan 14 unit, Kalimantan Tengah 10 unit, Sumatera Selatan 10 unit, Kalimantan Barat 9 unit, Jambi 5 unit, dan Riau 4 unit. Sementara itu, 7 unit lainnya tersebar di luar provinsi prioritas, yaitu Jawa Timur 2 unit, Lampung 2 unit, Kalimantan Timur/IKN 1 unit, Papua Selatan 1 unit, dan Papua Barat Daya 1 unit.

Penempatan armada yang terpusat di enam provinsi prioritas itu menyesuaikan dengan sebaran titik api dan tingkat kerawanan karhutla. Helikopter water bombing bertugas menjatuhkan air langsung ke titik api, sementara pesawat patroli memantau pergerakan api dari udara agar pemadaman darat dapat diarahkan dengan lebih tepat.

Selain kesiapan armada udara, BNPB juga menggenjot upaya preventif melalui pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan pada Rabu, 28 Oktober. Berdasarkan data BNPB, OMC mencatat 16 sorti penerbangan dengan total penggunaan bahan semai mencapai 22.600 kilogram, yang terdiri atas dry ice dan NaCl.

Operasi tersebut difokuskan di dua wilayah utama. Di Kalimantan Tengah dilaksanakan 8 sorti dengan 11.700 kilogram bahan semai, menyasar Kotawaringin Barat dan Seruyan/Taman Nasional Tanjung Puting. Di Sumatera Selatan dilaksanakan 8 sorti dengan 10.900 kilogram bahan semai, menyasar wilayah timur hingga tenggara Palembang.

“Hujan dilaporkan turun di sejumlah wilayah berkat pelaksanaan OMC tersebut, termasuk di Banjarmasin, Banjarbaru, Cengal, dan Pangkalan Jerambah,” tambah Berton.

Turunnya hujan di wilayah sasaran menjadi kabar baik bagi upaya pemadaman, karena hujan membantu membasahi lahan gambut dan vegetasi kering yang mudah terbakar. Kombinasi pemadaman udara, patroli, dan modifikasi cuaca ini diharapkan dapat menekan jumlah titik api dan mencegah meluasnya kebakaran ke permukiman maupun kawasan konservasi. Dalam laporan terpisah, BNPB juga menyebut titik api karhutla di Papua Selatan turun 78 persen, menandakan penanganan di sejumlah wilayah mulai menunjukkan hasil.

Apa poin penting dari berita ini?

  • BNPB mengintensifkan penanganan karhutla melalui pengerahan armada udara dan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
  • Sebanyak 59 unit armada udara disiagakan, terdiri atas 24 unit pesawat patroli, CASA, dan OMC serta 35 helikopter water bombing.
  • Sebanyak 52 unit ditempatkan di enam provinsi prioritas, yaitu Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Jambi, dan Riau.
  • OMC pada Rabu 28 Oktober mencatat 16 sorti penerbangan dengan 22.600 kilogram bahan semai, dan hujan dilaporkan turun di Banjarmasin, Banjarbaru, Cengal, serta Pangkalan Jerambah.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *