YOGYAKARTA — Aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di lingkungan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dikerahkan untuk bergotong royong membersihkan kawasan Malioboro pada Kamis (29/10) pagi. Pembersihan ini dilakukan setelah kawasan ikon wisata Yogyakarta itu porak-poranda pascakericuhan yang terjadi pada Rabu malam (28/10).
Pascakericuhan tersebut, sampah-sampah bertebaran, fasilitas umum rusak, dan vandalisme tersebar di berbagai sudut kawasan. Beberapa fasilitas umum yang rusak, misalnya mesin anjungan tunai mandiri (ATM), halte Trans Jogja, tiang lampu, dan pagar di gedung DPRD DIY.
Sampah dan kotoran yang tersebar di sepanjang Jalan Malioboro kemudian dibersihkan oleh para ASN bersama petugas kebersihan. Mereka juga mengecat ulang tembok-tembok yang sempat dicorat-coret, sehingga wajah kawasan perlahan kembali rapi.
Ratusan ASN Pemerintah DIY dan Pemerintah Kota Yogyakarta diterjunkan untuk membersihkan kawasan Malioboro. Jantung Kota Jogja itu tampak kacau pascakericuhan, sehingga pengerahan massal menjadi langkah cepat agar kawasan segera pulih dan kembali dapat dikunjungi.
Sekretaris DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan pihaknya sengaja mengerahkan ASN untuk membantu membersihkan Malioboro agar kawasan tersebut bisa kembali nyaman untuk dikunjungi oleh wisatawan. Menurut dia, kenyamanan dan keamanan kawasan wisata harus dijaga karena banyak warga yang menggantungkan penghidupannya di sana.
“Kami harus jaga dari sisi kenyamanan, keamanan wisatanya. Apa pun itu, banyak orang yang mencari rezeki di kawasan ini,” kata Ni Made.
Ni Made mengatakan pemerintah telah mendata kerusakan fasilitas publik akibat kericuhan tersebut. Pendataan ini penting sebagai dasar perbaikan lanjutan, agar fasilitas yang rusak dapat segera diperbaiki dan tidak mengganggu aktivitas wisata maupun aktivitas warga di kawasan Malioboro.
Malioboro dikenal sebagai denyut nadi pariwisata Yogyakarta. Di sepanjang jalan ini, pedagang kaki lima, seniman jalanan, penginapan, dan pusat perbelanjaan berdampingan dan menjadi sumber penghidupan ribuan warga. Karena itu, pemulihan cepat pascakericuhan menjadi penting, tidak hanya untuk mengembalikan keindahan kawasan, tetapi juga untuk memastikan roda ekonomi warga kembali berputar.
Gerakan bebersih yang melibatkan ASN dan petugas kebersihan ini menjadi contoh gotong royong dalam merawat ruang publik. Kawasan yang bersih, aman, dan nyaman diharapkan membuat wisatawan kembali betah berkunjung, sekaligus mengingatkan bahwa ruang publik adalah milik bersama yang harus dijaga oleh semua pihak.
Apa poin penting dari berita ini?
- ASN di lingkungan Pemerintah DIY dikerahkan bergotong royong membersihkan kawasan Malioboro pada Kamis (29/10) pagi.
- Pembersihan dilakukan pascakericuhan pada Rabu malam (28/10) yang meninggalkan sampah bertebaran, fasilitas umum rusak, dan vandalisme.
- Fasilitas yang rusak antara lain mesin ATM, halte Trans Jogja, tiang lampu, dan pagar gedung DPRD DIY, serta tembok-tembok yang dicorat-coret dan kemudian dicat ulang.
- Sekretaris DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan pembersihan bertujuan mengembalikan kenyamanan dan keamanan wisata, karena banyak orang mencari rezeki di kawasan Malioboro.


