Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan segera meresmikan pabrik baterai kendaraan listrik milik PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) di Karawang, Jawa Barat. Fasilitas itu sudah mulai berproduksi, sehingga peresmian tinggal menunggu jadwal Presiden.
Kabar tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia seusai rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 29 Oktober 2026. “Dalam waktu dekat akan diresmikan karena pabriknya sudah mulai produksi,” ujar Bahlil.
CATIB merupakan perusahaan patungan antara Indonesia Battery Corporation (IBC) dan CBL, anak usaha produsen baterai asal Tiongkok, Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL). Pembangunannya dimulai melalui peletakan batu pertama pada 29 Juni 2025 yang diresmikan oleh Prabowo. Menurut Direktur Utama IBC Aditya Farhan Arif pada September 2026, kegiatan produksi di fasilitas tersebut sudah berlangsung sejak Juli 2026, dan pada Agustus 2026 fasilitas itu memasuki tahap commissioning serta beroperasi bertahap.
Tahap pertama fasilitas di kawasan Artha Industrial Hill dan Karawang New Industry City memiliki kapasitas produksi 6,9 gigawatt-jam (GWh). Dengan beroperasinya CATIB, Indonesia memiliki tiga fasilitas produksi baterai kendaraan listrik. Dua fasilitas lainnya adalah PT Hyundai LG Indonesia (HLI) Green Power di Karawang yang diresmikan pada Juli 2024 dengan kapasitas awal 10 GWh, serta REPT Battero Indonesia di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, yang diresmikan pada 8 Oktober 2026.
Bahlil menggambarkan rantai industri itu sebagai ekosistem yang terintegrasi dari tambang, smelter HPAL, prekursor, katoda, hingga sel baterai. Dari total nilai investasi ekosistem sekitar US$5,9 miliar atau sekitar Rp96 triliun, sebanyak US$4,7 miliar dialokasikan untuk lima proyek di Maluku Utara, sedangkan satu proyek di Karawang senilai US$1,2 miliar. Kawasan seluas 3.023 hektare itu diproyeksikan menyerap 8.000 tenaga kerja langsung dan berstatus Proyek Strategis Nasional.
Keberadaan tiga pabrik baterai ini menjadi penanda penting bagi hilirisasi mineral di dalam negeri. Selama ini, Indonesia mengekspor bahan mentah, sementara nilai tambah dari pengolahan hingga menjadi sel baterai dinikmati di luar negeri. Dengan pabrik di Karawang dan Halmahera yang beroperasi, rantai pengolahan dari nikel hingga baterai jadi semakin lengkap di dalam negeri.
Yang masih dinanti adalah tingkat utilisasi setelah peresmian. Karena pabrik sudah berproduksi sebelum diresmikan, penanda yang sesungguhnya bukan seremoni, melainkan seberapa besar kapasitas yang terserap oleh pasar kendaraan listrik domestik dan ekspor pada bulan-bulan berikutnya. Pemerintah juga menyiapkan peresmian program listrik desa di sekitar 1.400 titik pada waktu yang berdekatan, sebagai bagian dari pemerataan akses energi.
Apa poin penting dari berita ini?
- Presiden Prabowo dijadwalkan segera meresmikan pabrik baterai kendaraan listrik CATIB di Karawang, Jawa Barat.
- Pabrik itu sudah mulai berproduksi sejak Juli 2026, menurut Direktur Utama IBC Aditya Farhan Arif.
- CATIB adalah patungan IBC dan CBL, anak usaha CATL, dengan peletakan batu pertama pada 29 Juni 2025.
- Tahap pertama fasilitas di Karawang memiliki kapasitas produksi 6,9 gigawatt-jam.
- Dengan CATIB, Indonesia memiliki tiga pabrik baterai kendaraan listrik, setelah HLI Green Power dan REPT Battero di Halmahera.
- Ekosistem baterai bernilai sekitar US$5,9 miliar dan diproyeksikan menyerap 8.000 tenaga kerja langsung.

