SUMATERA UTARA — Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai merangsek masuk ke Sumatera Utara (Sumut). Kondisi ini dinilai tidak biasa, sebab provinsi tersebut selama ini didominasi angin pegunungan yang sejuk dan angin laut.
Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, menyampaikan pada 16 Oktober bahwa asap yang menutupi Sumut dikirim dari wilayah Sumatera bagian selatan dan Kalimantan, terbawa angin. Pergerakan angin dari arah timur ke tenggara membuat asap terdeteksi di seluruh Sumut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Sumut, Heri Wahyudi Marpaung, dalam konferensi pers menyebut sudah tidak ada lagi titik api di provinsi itu selama satu setengah bulan. Sumut dinilai relatif aman dari titik api, sehingga asap yang ada murni kiriman angin dari luar daerah.
Dampaknya menyentuh kelompok rentan dalam jumlah besar. Data Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 dari BPS Sumut mencatat penduduk Sumut mencapai 15,80 juta jiwa, termasuk sekitar 4,2 juta anak di bawah 15 tahun, 7,9 juta perempuan, dan 1,58 juta lansia. Total lebih dari 13 juta jiwa atau hampir 85 persen penduduk Sumut masuk kategori kelompok rentan yang sistem biologis dan sosialnya paling mudah terdampak krisis kualitas udara.
Wilayah yang terpapar langsung antara lain Kota Medan, Kabupaten Karo, kawasan Danau Toba di Kabupaten Toba, Kota Sibolga, Kabupaten Humbahas, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Kabupaten Mandailing Natal yang menutup sekolah sesuai instruksi gubernur. Di Medan, penerbangan terganggu, sekolah diliburkan, dan aktivitas perdagangan serta jasa mulai melemah karena warga enggan beraktivitas di luar ruangan.
Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution memerintahkan operasi modifikasi cuaca untuk mempercepat turunnya hujan. Sebuah pesawat Cessna diterbangkan dari terminal kargo Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, pada 16 Oktober, dengan fokus awal Medan, Binjai, dan Deliserdang sebelum meluas ke daerah lain. Wakil Gubernur Sumut Surya yang melepas penerbangan itu menjelaskan tantangan teknisnya: penyemaian bahan kimia memerlukan awan yang tepat sehingga tidak bisa dilakukan di semua titik begitu saja.
Di jalan lintas Sumatera dari kawasan Danau Toba menuju Sumatera Barat, melewati Kabupaten Mandailing Natal, asap mengganggu jarak pandang pengemudi. Seorang warga Tapanuli Utara berusia 61 tahun, Debora Boru Sihite, terpaksa berdiam di rumah karena jarak pandang pendek, sementara biaya hidupnya bertambah karena harus menyisihkan penghasilan untuk masker dan obat keluarganya. Ia berharap pemerintah bertindak tegas terhadap korporasi perusak hutan.
Dampak kesehatan dari partikel halus PM2.5 antara lain memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata, dan memperberat penyakit kronis seperti asma dan penyakit jantung pada lansia. Anak-anak dengan paru-paru yang masih berkembang menghadapi risiko gangguan pertumbuhan organ pernapasan jangka panjang.
Dampak ekonomi juga terasa: keterlambatan penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu dan berkurangnya wisatawan ke destinasi seperti Danau Toba merugikan pelaku usaha. Bagi perempuan dan keluarga berpenghasilan rendah, sehari tanpa bekerja berarti kehilangan penghasilan sementara biaya kesehatan terus bertambah. Interaksi warga berkurang dan kegiatan adat maupun keagamaan di ruang terbuka terpaksa dibatalkan.
Ekosistem ikut terpukul. Taman Nasional Batang Gadis dan hutan lindung di Kabupaten Mandailing Natal diselimuti abu karhutla hingga kicau burung dan suara satwa menghilang. Ekosistem Batang Toru, benteng terakhir orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis) yang disebut primata paling langka di dunia, menghadapi asap sebagai racun yang dapat melemahkan daya tahan satwa endemik serta memengaruhi pola makan dan perilaku sosialnya. Hutan lindung dan kawasan konservasi di Labuhanbatu Utara dan Labuhanbatu Selatan juga tidak luput, padahal menjadi habitat burung pantai dan burung hutan yang peka terhadap perubahan lingkungan. Intensitas cahaya matahari yang berkurang pun mulai memperlambat pertumbuhan tanaman pangan dan hortikultura.


