Sunday, 1 November 2026
Lingkungan

Kebakaran TPA Degayu Pekalongan: 1,5 Hektare Terbakar, Petugas Gabungan Berjibaku

Gunungan sampah yang luas di tempat pembuangan akhir dengan pepohonan dan gedung kota di kejauhan

Kebakaran melanda tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Degayu, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, pada Minggu (1/11/2026) siang. Petugas gabungan yang terdiri dari pemadam kebakaran, TNI, Polri, dan relawan berjibaku memadamkan api yang membakar lahan seluas 1,5 hektare di sisi selatan dan timur TPA yang berada di tepi pantai.

Kapan kebakaran diketahui, di mana lokasinya, dan seberapa luas dampaknya? Warga Degayu, Rohmad (46), menyebut kebakaran mulai diketahui warga sekitar pukul 11.00 WIB. Peristiwa yang terjadi di kawasan Jalan Labuhan, Kelurahan Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara, itu kemudian dilaporkan dan memicu respons cepat aparat keamanan dan petugas pemadam kebakaran guna mencegah meluasnya titik api di tumpukan sampah yang kering. Sejak pukul 14.00 WIB, pantauan di lokasi menunjukkan api masih membakar gunungan sampah, dan hingga malam hari api belum padam sepenuhnya.

Apa penyebabnya? Kapolsek Pekalongan Utara, Kompol Aries Tri Hartanto, menyatakan penyebab pasti kebakaran belum diketahui karena tidak ada aktivitas pekerja di titik awal munculnya api. Dugaan awal mengarah pada gas metana di TPA. Gas metana memang dikenal mudah terbentuk dari penguraian sampah organik di dalam timbunan, dan dalam kondisi kering serta tertimbun lama, gas tersebut dapat memicu kebakaran yang sulit dipadamkan dari permukaan.

Bagaimana upaya pemadamannya? Penanganan darurat melibatkan lima unit kendaraan, yakni dua mobil Damkar Kota Pekalongan, satu Damkar Kabupaten Batang, satu unit BPBD Kota Pekalongan, dan satu mobil Armoured Water Cannon milik Polres Pekalongan Kota. Dua ambulans disiagakan di sekitar lokasi. Tim gabungan terdiri atas petugas Damkar Kota Pekalongan, Damkar Kabupaten Pekalongan, water cannon Polres Pekalongan Kota, BPBD, dan relawan.

Petugas menghadapi kendala yang tidak ringan. Akses menuju titik api sulit, sumber air cukup jauh, dan api tersebar di sejumlah lokasi. Tiga mobil pemadam serta satu kendaraan meriam air polisi dikerahkan, tetapi hingga Minggu sore titik api masih muncul kembali dari bawah tumpukan sampah setinggi sekitar 20 meter. Kepulan asap hitam pekat membubung tinggi ke udara dan terlihat dari kejauhan, sementara embusan angin membuat kobaran api membesar.

Camat Pekalongan Utara, Mohamad Ainur Rofiq, mengatakan pemadaman telah dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran, BPBD, serta sejumlah relawan. Namun penanganan belum sepenuhnya selesai karena masih terdapat titik api yang harus ditangani. Menurutnya, dari pihak pemadam kebakaran, BPBD, maupun relawan kebakaran lainnya terus berusaha agar api tidak terus membesar dan padam dengan tuntas. Pemantauan di lokasi hingga pukul 14.50 WIB menunjukkan api kembali muncul di beberapa titik yang sebelumnya sempat padam.

Mengapa kebakaran TPA begitu sulit dipadamkan? Api di bawah timbunan sampah tidak selalu terlihat dari permukaan, tetapi bara yang tersimpan di dalam gunungan sampah dapat menyala kembali begitu mendapat oksigen atau panas. Karena itu, petugas tidak cukup memadamkan api yang tampak, tetapi harus melakukan penyisiran dan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.

Sebagai konteks, Kota Pekalongan sebenarnya telah berupaya meningkatkan kesiapsiagaan di TPA Degayu. Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekalongan bekerja sama dengan Damkar setempat pernah memberikan pelatihan pemadaman kebakaran kepada petugas TPA, yang diikuti puluhan petugas serta pemulung. Materi pelatihan meliputi teknik pemadaman api, penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), cara memadamkan api dengan karung basah, penggunaan selang pemadam kebakaran, serta cara evakuasi yang aman. Tujuannya adalah membekali petugas dengan keterampilan dasar agar dapat mengantisipasi dan merespons dengan cepat jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran di TPA.

Ke depan, yang perlu diperhatikan adalah hasil pendinginan menyeluruh dan langkah pencegahan berikutnya: pemantauan gas metana, pengelolaan timbunan yang lebih tertata, serta kesiagaan armada dan sumber air di sekitar TPA. Hingga laporan ini disusun, petugas masih siaga di lokasi melakukan pendinginan guna memastikan seluruh titik api di bawah tumpukan sampah benar-benar padam.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Kebakaran melanda TPA Degayu di Kelurahan Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, pada Minggu (1/11/2026) siang, membakar lahan seluas 1,5 hektare.
  • Kebakaran mulai diketahui warga sekitar pukul 11.00 WIB, dan hingga malam hari api belum padam sepenuhnya karena bara tersimpan di bawah tumpukan sampah setinggi sekitar 20 meter.
  • Kapolsek Pekalongan Utara Kompol Aries Tri Hartanto menyebut dugaan awal mengarah pada gas metana, karena tidak ada aktivitas pekerja di titik awal api.
  • Penanganan melibatkan lima unit kendaraan, termasuk dua mobil Damkar Kota Pekalongan, satu Damkar Kabupaten Batang, satu unit BPBD, dan satu water cannon Polres, serta dua ambulans yang disiagakan.
  • Petugas gabungan dari Damkar, BPBD, Polri, TNI, dan relawan masih melakukan penyisiran dan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *