Investor di Wall Street mulai mencari perlindungan terhadap risiko investasi kecerdasan buatan (AI). Mereka beralih ke opsi put dan credit default swap (CDS) untuk memitigasi potensi kerugian di sektor teknologi, di tengah taruhan pasar yang disebut sebagai yang terbesar dalam sejarah terhadap pembangunan infrastruktur AI.
Apa yang terjadi, siapa yang melakukannya, dan seberapa besar skalanya? Menurut riset Morgan Stanley, CDS yang terkait dengan obligasi yang diterbitkan Oracle, SpaceX, Alphabet, Amazon, Meta, Broadcom, dan Nvidia rata-rata diperdagangkan lebih dari 9 miliar dolar Amerika Serikat per pekan pada September 2026. Angka itu melonjak dari kurang dari 2 miliar dolar per pekan pada Juli 2026. Data Bloomberg memperlihatkan volume perdagangan indeks CDS korporasi Amerika Serikat sepanjang tahun ini telah melampaui total tahun lalu.
Mengapa investor tiba-tiba memburu asuransi? Pinjaman untuk membiayai belanja infrastruktur AI senilai triliunan dolar menambah permintaan CDS, instrumen yang membayar pemegangnya jika perusahaan pendasar gagal bayar. Morgan Stanley memperkirakan perusahaan terkait AI telah menghimpun utang 466 miliar dolar sepanjang 2026, dibandingkan 101 miliar dolar pada periode yang sama tahun 2025. Investor menyebut banyaknya peminjam besar yang terpapar risiko AI dan keraguan atas imbal hasil investasi AI turut mendorong permintaan perlindungan.
Seberapa mahal perlindungan itu sekarang? Biaya pembelian CDS pada banyak perusahaan terkait AI mencapai rekor pada Oktober 2026. CDS Meta bertenor lima tahun naik ke rekor 108 basis poin, setara 108.000 dolar per tahun untuk mengasuransikan utang 10 juta dolar terhadap gagal bayar. CDS Nvidia naik ke rekor 101 basis poin. CDS Oracle dikutip 322 basis poin, naik dari 144 basis poin pada awal tahun. CDS SpaceX milik Elon Musk diperdagangkan pada rekor 226 basis poin pada awal pekan, naik dari 110 basis poin saat perdagangan dimulai akhir Juni.
Contoh tekanan kredit yang paling nyata adalah CoreWeave, penyedia infrastruktur komputasi awan untuk kebutuhan AI. Spread CDS lima tahunnya sempat melewati 1.140 basis poin pada 15 Oktober 2026, sementara imbal hasil obligasinya yang jatuh tempo 2032 mendekati 15 persen pada 19 Oktober 2026. Saham CoreWeave sempat merosot lebih dari 25 persen dalam sepekan, penurunan mingguan terbesar sejak November 2025, sebelum bangkit 2,4 persen pada 19 Oktober di tengah perdagangan yang bergejolak.
Siapa yang memakai CDS sebagai lindung nilai? Manajer multiaset dan ekuitas makin menggunakan CDS, yang secara tradisional dipakai investor kredit, sebagai lindung nilai berbiaya efektif terhadap eksposur AI. Jim Caron, kepala investasi grup solusi portofolio Morgan Stanley Investment Management, mengatakan risiko yang terkonsentrasi membuat CDS menjadi lindung nilai murah bagi investor obligasi serta investor multiaset dan ekuitas yang terpapar teknologi. Manish Kabra, kepala strategi ekuitas Amerika Serikat di Société Générale, mengatakan CDS telah menjadi indikator kunci sentimen investor terhadap pendanaan hyperscaler dan investasi AI.
Bagaimana pasar saham merespons? Pada Senin (19/10/2026), Wall Street ditutup beragam ketika investor kembali memburu saham teknologi setelah aksi jual besar-besaran pekan sebelumnya. Nasdaq Composite menguat 1,11 persen menjadi 26.430,89, sementara S&P 500 naik 0,41 persen ke 7.690,73. Kenaikan itu didukung saham produsen cip, dengan Intel naik 2 persen dan AMD menguat 1,8 persen. Namun kekhawatiran di pasar kredit belum mereda, dan sektor teknologi informasi sebelumnya melemah lebih dari 6 persen dalam sepekan, kinerja terburuk sejak April 2025.
Apa yang tidak bisa disimpulkan dari lonjakan CDS ini? Kenaikan tajam volume perdagangan dan biaya perlindungan merupakan tanda bahwa aktivitas lindung nilai meningkat dan risiko kredit terkait pembangunan AI sedang dinilai ulang. Namun hal itu saja tidak membuktikan bahwa seluruh sektor AI berada di ambang gagal bayar. Reuters melaporkan pada 15 Oktober 2026 bahwa perusahaan-perusahaan dengan CDS yang belakangan naik belum gagal memenuhi kewajiban utangnya. Risiko yang patut dicermati adalah kemungkinan terbentuknya lingkaran tekanan: investor menjual obligasi karena menilai risiko meningkat, sehingga imbal hasil dan biaya pinjaman berikutnya ikut naik, dan kenaikan biaya pembiayaan itu kemudian makin menggerus kepercayaan.
Ke depan, pasar akan semakin berfokus pada dua hal: apakah pendapatan dari infrastruktur AI tumbuh cukup cepat untuk menutup biaya pinjamannya, dan apakah arus kas bebas perusahaan-perusahaan hyperscaler mampu menopang belanja modal raksasa mereka. Jawaban atas dua pertanyaan itulah yang akan menentukan apakah lonjakan CDS ini hanya menjadi premi asuransi yang mahal, atau peringatan dini atas pembalikan yang lebih besar.
Apa poin penting dari berita ini?
- Investor Wall Street beralih ke opsi put dan credit default swap untuk melindungi portofolio dari risiko investasi AI.
- Riset Morgan Stanley mencatat CDS terkait tujuh perusahaan teknologi besar diperdagangkan rata-rata lebih dari 9 miliar dolar per pekan pada September 2026, naik dari kurang dari 2 miliar dolar pada Juli.
- Perusahaan terkait AI menghimpun utang 466 miliar dolar sepanjang 2026, dibandingkan 101 miliar dolar pada periode yang sama tahun 2025.
- Biaya CDS mencapai rekor, dengan CDS Meta lima tahun di 108 basis poin, Nvidia 101 basis poin, dan Oracle 322 basis poin.
- Lonjakan CDS menunjukkan lindung nilai meningkat, tetapi bukan bukti bahwa perusahaan-perusahaan tersebut gagal bayar, karena hingga 15 Oktober 2026 mereka belum gagal memenuhi kewajiban utangnya.


