Aktris sekaligus musisi Sherina Munaf membagikan pengalaman emosionalnya saat didapuk memerankan karakter Nea dalam film Filosofi Teras. Film ini merupakan adaptasi dari buku karya Henry Manampiring, dan menjadi salah satu film Indonesia yang paling dinanti di akhir tahun. Berdasarkan materi promosi yang tampak dalam foto acara film tersebut, Filosofi Teras dijadwalkan tayang di bioskop pada 24 Desember 2026.
Dalam proses mendalami Nea, Sherina memilih pendekatan yang ia gambarkan sebagai menjadi gelas kosong. Artinya, ia berusaha mengosongkan prasangka dan kebiasaan lamanya agar karakter itu bisa masuk apa adanya, bukan sekadar ditempelkan di atas dirinya. Pendekatan seperti ini menuntut keberanian emosional, karena pemeran harus rela merasa tidak tahu dan tidak mengendalikan segalanya di awal proses. Bagi Sherina yang sudah lama dikenal publik sejak kecil, sikap itu bukan hal kecil: ia harus melepaskan citra yang sudah melekat dan membiarkan Nea tumbuh dari pengalaman baru.
Mengapa peran ini terasa berat secara emosional? Sherina sendiri mengakui bahwa jalan cerita karakternya sangat beririsan dengan realitas pahit yang kini dialami banyak orang. Filosofi Teras sebagai buku dikenal mengangkat ajaran stoikisme dengan bahasa yang dekat dengan kehidupan sehari-hari: tentang hal-hal yang bisa dikendalikan dan hal-hal yang harus diterima. Ketika cerita semacam itu diangkat ke layar lebar, karakter Nea menjadi jembatan antara gagasan filosofis dan pengalaman manusia yang nyata, seperti kehilangan, tekanan hidup, dan usaha untuk tetap tegar.
Proses adaptasi buku ke film selalu membawa tantangan tersendiri. Buku bisa berhenti sejenak untuk menjelaskan gagasan, sementara film harus menunjukkan gagasan itu lewat tindakan, dialog, dan ekspresi. Karena itu, beban terbesar adaptasi seperti ini jatuh pada pemeran utama: penonton harus percaya bahwa perubahan batin tokohnya sungguh-sungguh terjadi, bukan sekadar diucapkan. Di titik inilah pendekatan gelas kosong Sherina menjadi relevan, karena ia memberi ruang bagi karakter untuk berubah secara bertahap di depan kamera.
Film ini juga sudah menyiapkan original soundtrack yang dirilis MD Pictures, dengan lagu yang dinyanyikan Kaneishia Yusuf dan Abeliano. Kehadiran musik sebagai bagian dari promosi film menandakan bahwa Filosofi Teras diposisikan sebagai tontonan akhir tahun yang serius, bukan sekadar adaptasi tempelan. Musik, poster, dan acara bersama para pemainnya dibangun sebagai satu kesatuan kampanye menuju tanggal tayang 24 Desember 2026.
Bagi penonton, kabar tentang proses Sherina mendalami Nea memberi gambaran tentang apa yang bisa diharapkan dari film ini. Ini bukan sekadar film yang mengutip buku populer, melainkan upaya untuk menghidupkan tokohnya dari dalam. Bila pendekatan itu berhasil, penonton tidak hanya akan mengingat kalimat-kalimat bijak dari buku, melainkan juga perjalanan seorang perempuan bernama Nea yang belajar memilah apa yang bisa ia kendalikan dan apa yang harus ia lepaskan.
Apa poin penting dari berita ini?
- Sherina Munaf memerankan karakter Nea dalam film Filosofi Teras, adaptasi buku Henry Manampiring.
- Sherina mendalami peran itu dengan pendekatan menjadi gelas kosong agar karakter bisa tumbuh apa adanya.
- Jalan cerita Nea dinilai sangat beririsan dengan realitas pahit yang dialami banyak orang.
- Film Filosofi Teras dijadwalkan tayang di bioskop pada 24 Desember 2026.


