Sunday, 1 November 2026
Lingkungan

BMKG: Waspadai Gelombang hingga 4 Meter di Perairan Selatan Jawa Timur

Gelombang laut menghantam bangunan pemecah ombak di tepi pantai

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai potensi gelombang tinggi hingga 4 meter di perairan selatan Jawa Timur. Peringatan itu disampaikan dalam informasi cuaca maritim yang beredar pada Minggu, 1 November 2026.

Gelombang dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Timur. Kondisi tersebut berisiko terhadap keselamatan pelayaran, terutama bagi kapal kecil dan nelayan yang beraktivitas di laut terbuka.

BMKG secara rutin mengeluarkan peringatan gelombang tinggi ketika pola angin di wilayah Indonesia menguat. Dalam berbagai peringatan sebelumnya, BMKG mencatat gelombang 2,5 hingga 4 meter juga berpotensi terjadi di Samudra Hindia selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat, sehingga kewaspadaan maritim menjadi perhatian di banyak wilayah pesisir selatan sekaligus.

Mengapa gelombang setinggi itu berbahaya? Bagi perahu nelayan, ambang kewaspadaan yang biasa dipakai BMKG adalah kecepatan angin di atas 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter. Artinya, gelombang 2,5 hingga 4 meter sudah jauh melampaui batas aman perahu kecil. Untuk kapal tongkang, ambang kewaspadaannya adalah angin di atas 16 knot dan gelombang di atas 1,5 meter, sedangkan kapal feri perlu waspada ketika angin di atas 21 knot dan gelombang di atas 2,5 meter.

Karena itu, nelayan dan operator transportasi laut diminta ekstra hati-hati. Nelayan yang menggunakan perahu kecil sebaiknya menunda keberangkatan atau membatasi jarak dari pantai selama gelombang tinggi berlangsung, sementara operator kapal yang tetap berlayar diminta memantau pembaruan cuaca maritim secara berkala dan memastikan seluruh perlengkapan keselamatan tersedia dan berfungsi.

Masyarakat pesisir juga diminta waspada terhadap potensi banjir rob yang kerap menyertai gelombang tinggi. Dalam peringatan cuaca buruk sebelumnya, BMKG mencatat potensi banjir rob dapat melanda pesisir Jawa Timur, Jawa Barat, Jakarta, Lampung, Sumatera Utara, Bali, hingga sejumlah wilayah lainnya. Masyarakat di kawasan pesisir diimbau memantau dinamika pasang surut air laut dan menyesuaikan aktivitas harian dengan kondisi tersebut.

Peringatan gelombang tinggi juga penting bagi sektor penerbangan. Awan kumulonimbus yang tumbuh di jalur penerbangan di atas perairan selatan dan sejumlah wilayah lain dapat mengganggu keselamatan penerbangan, sehingga pengguna dan penyedia jasa penerbangan diminta mengantisipasi kemunculan awan tersebut.

BMKG menyediakan pembaruan mengenai tinggi gelombang, kondisi angin, serta wilayah perairan yang berpotensi terdampak melalui laman resmi cuaca maritim dan kanal peringatan gelombang tinggi. Masyarakat, nelayan, dan operator pelayaran dapat mengakses pembaruan tersebut sebelum memutuskan beraktivitas di laut.

Kewaspadaan menjadi kunci selama periode gelombang tinggi. Dengan memantau informasi resmi, menunda pelayaran yang tidak mendesak, dan mengutamakan keselamatan, risiko kecelakaan di laut dapat ditekan meskipun kondisi perairan sedang tidak bersahabat.

Apa poin penting dari berita ini?

  • BMKG mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai gelombang tinggi hingga 4 meter di perairan selatan Jawa Timur.
  • Gelombang 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Timur dan berisiko bagi keselamatan pelayaran.
  • Ambang kewaspadaan BMKG untuk perahu nelayan adalah angin di atas 15 knot dan gelombang di atas 1,25 meter.
  • Nelayan dan operator transportasi laut diminta ekstra hati-hati dan memantau pembaruan cuaca maritim secara berkala.
  • Masyarakat pesisir juga diminta waspada terhadap potensi banjir rob yang kerap menyertai gelombang tinggi.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *