Sunday, 1 November 2026
Nanggroe

Akses Jalan Pining-Lokop di Gayo Lues Kembali Dibuka Pascabanjir

Kendaraan melintasi jalan berlumpur pascabanjir di Gayo Lues dengan alat berat di sisi jalan

Akses jalan Pining-Lokop di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, kembali dapat dilalui masyarakat setelah sempat terendam banjir bandang. Kabar pulihnya akses tersebut disampaikan berdasarkan laporan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Aceh per 29 Oktober 2026, setelah genangan di kawasan terdampak berangsur surut.

Banjir bandang itu melanda Desa Badak, Kecamatan Dabun Gelang, pada Rabu, 28 Oktober 2026, sore hari. Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama sepekan sebelumnya menyebabkan tanggul Sungai Badak jebol, sehingga air meluap ke jalan raya dan permukiman warga dengan ketinggian genangan mencapai sekitar 80 sentimeter.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani dampak bencana tersebut. Melalui BPJN Provinsi Aceh, personel dikerahkan untuk membantu warga melakukan evakuasi dari area genangan menuju titik yang lebih aman, terutama di lokasi yang ketinggiannya membahayakan keselamatan.

Untuk mengatasi kerusakan tanggul, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I mengoperasikan satu unit excavator guna menutup bagian tanggul yang jebol dengan tumpukan geobag. Langkah darurat itu ditujukan untuk menahan aliran sungai sekaligus mengurangi kemungkinan air kembali melimpas ke permukiman warga.

Badan Penanggulangan Bencana Aceh mencatat banjir tersebut berdampak pada 339 kepala keluarga di Kabupaten Gayo Lues. Hingga laporan disusun, belum terdapat laporan korban jiwa, meski warga masih menghadapi dampak kerusakan dan lumpur di permukiman setelah air surut.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan penanganan pascabanjir bandang harus dilakukan secara menyeluruh, baik pada infrastruktur fisik maupun aliran sungai, dan tidak dilakukan sepotong-sepotong. Penanganan permanen direncanakan mulai dilaksanakan pada Oktober 2026 dengan target penyelesaian keseluruhan pada Desember 2028.

Penanganan permanen itu mencakup tiga komponen utama, yakni pembangunan sabo dam di bagian hulu sungai, peninggian tanggul pengamanan banjir pada alur sungai, serta pengerukan dan penataan muara. Sebelumnya, BWS Sumatera I juga telah melakukan normalisasi Sungai Pining di Desa Pintu Rime, Kecamatan Pining, secara bertahap pada 26 sampai 28 Oktober 2026, serta perbaikan tanggul di Desa Badak dan Desa Rerebe, Kecamatan Dabun Gelang.

Pulihnya akses Pining-Lokop menjadi kabar penting bagi warga karena jalan tersebut merupakan penghubung aktivitas sehari-hari, mulai dari pergerakan warga, distribusi logistik, hingga akses menuju layanan dasar. Meski jalan sudah dapat dilalui kembali, pemantauan kondisi lapangan dan kesiapsiagaan personel tetap dilakukan untuk mendukung keselamatan masyarakat, terutama bila hujan susulan kembali mengguyur kawasan aliran sungai.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Akses jalan Pining-Lokop di Gayo Lues kembali dapat dilalui setelah genangan banjir surut, berdasarkan laporan BPJN Aceh per 29 Oktober 2026.
  • Banjir bandang pada 28 Oktober 2026 dipicu hujan intensitas tinggi selama sepekan hingga tanggul Sungai Badak jebol dan genangan mencapai sekitar 80 sentimeter.
  • Kementerian PU membantu evakuasi warga dan menutup tanggul jebol dengan geobag menggunakan satu unit excavator.
  • Penanganan permanen direncanakan mulai Oktober 2026 hingga Desember 2028, meliputi sabo dam di hulu, peninggian tanggul, serta pengerukan muara.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *