Polsek Johar Baru menangkap sembilan pria yang diduga terlibat penyalahgunaan narkotika dalam operasi pemberantasan di Rusun Baladewa, RW 014, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, pada Jumat, 30 Oktober 2026. Operasi itu berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 10.30 WIB.
Kegiatan pemberantasan dan pemulihan kawasan narkoba sekaligus penegakan hukum terhadap dugaan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika itu dipimpin langsung Kapolsek Johar Baru Kompol Zakaria Al Jaidi. Personel gabungan yang terlibat berasal dari Unit Reskrim yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Boy Fernanda Malau, Intelkam, Samapta, Provos, Bhabinkamtibmas, Koramil 08 Johar Baru, serta perangkat Kelurahan Tanah Tinggi.
Petugas melakukan pemeriksaan di sejumlah lokasi yang menjadi sasaran kegiatan, mulai dari warung internet, area parkir, tangga, hingga rumah kosong yang diduga kerap dijadikan tempat penyalahgunaan narkoba. Penggerebekan itu dilakukan menyusul keresahan warga terhadap maraknya aktivitas narkotika di lingkungan mereka.
Hasilnya, sembilan orang laki-laki diamankan untuk menjalani pemeriksaan dan tes urine. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, seluruhnya dinyatakan positif narkotika. Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa delapan paket yang diduga sabu, sembilan paket yang diduga tembakau sintetis, tiga alat hisap, serta satu unit sepeda motor Suzuki Satria warna hitam.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E P Hutagalung menegaskan pemberantasan narkotika membutuhkan langkah nyata, berkelanjutan, serta sinergi seluruh unsur masyarakat. Operasi di kawasan permukiman seperti Rusun Baladewa menjadi penting karena peredaran narkotika di lingkungan padat penduduk dapat dengan cepat menyebar dan merusak generasi muda di sekitarnya.
Operasi ini juga menunjukkan pola penindakan yang tidak hanya menyasar pengguna, tetapi juga kawasan yang diduga menjadi titik peredaran. Dengan menyisir warung internet, area parkir, dan rumah kosong, petugas berupaya memutus ruang gerak peredaran sekaligus memulihkan rasa aman warga.
Sembilan pria yang diamankan masih menjalani pemeriksaan untuk menentukan peran masing-masing. Hasil tes urine positif belum dengan sendirinya membuktikan keterlibatan seseorang dalam peredaran narkoba, sehingga penyidik perlu memeriksa lebih lanjut apakah mereka sekadar pengguna, kurir, atau bagian dari jaringan yang lebih besar.
Barang bukti yang disita, termasuk paket diduga sabu dan tembakau sintetis serta alat hisap, akan menjadi bahan pemeriksaan lanjutan. Penyidik juga akan menelusuri asal barang dan kemungkinan keterkaitan dengan jaringan lain di Jakarta Pusat.
Bagi warga Tanah Tinggi, operasi ini diharapkan memberi efek jera dan membuka ruang bagi pemulihan kawasan. Keterlibatan perangkat kelurahan dan Koramil dalam operasi menunjukkan bahwa pemberantasan narkotika tidak hanya menjadi tugas kepolisian, tetapi juga tanggung jawab bersama unsur masyarakat dan pemerintah setempat.
Langkah berikutnya ada di tangan penyidik Polsek Johar Baru dan Polres Metro Jakarta Pusat, yang akan menentukan status hukum kesembilan pria tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan, tes urine, dan barang bukti yang ditemukan di lokasi.
Apa poin penting dari berita ini?
- Polsek Johar Baru menangkap sembilan pria yang diduga terlibat penyalahgunaan narkotika dalam operasi pemberantasan di Rusun Baladewa, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, pada Jumat, 30 Oktober 2026.
- Operasi itu dipimpin langsung Kapolsek Johar Baru Kompol Zakaria Al Jaidi dan melibatkan personel gabungan dari Unit Reskrim, Intelkam, Samapta, Provos, Bhabinkamtibmas, Koramil 08 Johar Baru, serta perangkat Kelurahan Tanah Tinggi.
- Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, seluruhnya dinyatakan positif narkotika, dan petugas mengamankan delapan paket yang diduga sabu, sembilan paket yang diduga tembakau sintetis, tiga alat hisap, serta satu unit sepeda motor Suzuki Satria warna hitam.
- Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E P Hutagalung menegaskan pemberantasan narkotika membutuhkan langkah nyata, berkelanjutan, serta sinergi seluruh unsur masyarakat.


