Saturday, 31 October 2026
Pendidikan

Tambahan TKD Pulihkan Sekolah Serdang Bedagai, SDN 102049 Capai 90 Persen

Petugas Satgas PRR bersama jajaran Dinas Pendidikan memantau rehabilitasi ruang kelas sekolah di Serdang Bedagai

Rehabilitasi enam ruang kelas di SDN 102049 Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, kini telah mencapai progres 90 persen. Pekerjaan yang didukung oleh tambahan Transfer ke Daerah (TKD) tersebut ditargetkan rampung pada pertengahan November 2026, agar para siswa yang selama renovasi belajar di posko dapat kembali menggunakan ruang kelas yang layak.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Serdang Bedagai, Muhammad Arfan Saragih, mengatakan penanganan sekolah menjadi bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana daerah. Pekerjaan tersebut mencakup rehabilitasi sedang dan berat enam ruang kelas beserta mebelnya, dengan dukungan anggaran sekitar Rp1,49 miliar.

Kita ini proyeksikan pertengahan November bisa 100 persen, kata Arfan dalam keterangan tertulis, Sabtu, 31 Oktober 2026. Hal itu disampaikan Arfan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi bersama Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera.

Kepala SDN 102049 Tanjung Beringin, Lela Hemayanti Lubis, mengatakan rehabilitasi sekolah mulai dikerjakan pada Senin, 14 September. Ia berharap perbaikan tersebut segera rampung sehingga siswa dapat kembali belajar dengan nyaman di ruang kelas yang layak, dan menilai pekerjaan berjalan cukup lancar.

Percepatan pemulihan juga dilakukan di SDN 102048 Tanjung Beringin melalui pembangunan enam ruang kelas dengan anggaran sekitar Rp1,49 miliar. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, progresnya masih sekitar 25 persen, sehingga Dinas Pendidikan didorong menyusun rencana percepatan mingguan bersama penyedia jasa untuk mengejar target penyelesaian.

Kedua sekolah juga membutuhkan penanganan lanjutan agar fasilitas yang diperbaiki lebih terlindungi dari banjir. Di SDN 102049, perhatian difokuskan pada perbaikan sumur bor dan pemenuhan kebutuhan ruang pendukung. Sementara itu, SDN 102048 membutuhkan pembenahan drainase, sanitasi, halaman, serta peninggian sejumlah bangunan dan akses masuk sekolah.

Wakil Kepala Posko Nasional Satgas PRR, Marsma TNI Ridha Hermawan, mengapresiasi pemanfaatan tambahan TKD Kabupaten Serdang Bedagai untuk pemulihan pendidikan. Satgas PRR turut mendorong penyelarasan penanganan daerah dengan program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) agar kebutuhan sekolah dapat ditangani secara terpadu.

Dukungan tambahan TKD bidang pendidikan di Serdang Bedagai dimanfaatkan untuk rehabilitasi sekolah, pengadaan mebel dan alat praktik, serta pembangunan sarana, prasarana, dan utilitas sekolah. SDN 102048 dan SDN 102049 tercatat sebagai bagian dari 13 satuan pendidikan jenjang SD dengan kategori rusak sedang yang diarahkan memperoleh penanganan melalui tambahan TKD.

Bidang pendidikan di Kabupaten Serdang Bedagai mendapatkan alokasi Rp17,61 miliar dari total tambahan TKD sebesar Rp226,28 miliar. Tenaga Ahli Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (Seknas SPAB) Kemendikdasmen, Jamjam Muzaki, meminta sekolah bersama Dinas Pendidikan menginventarisasi kebutuhan yang belum tertangani, termasuk penataan lingkungan agar anak-anak lebih nyaman di sekolah.

Hasil inventarisasi akan menjadi bahan pengajuan dukungan lanjutan kepada Kemendikdasmen melalui mekanisme anggaran yang tersedia, sembari penyelesaian pekerjaan berjalan dan perlindungan sekolah dari risiko banjir terus dikawal.

Apa poin penting dari berita ini?

Rehabilitasi enam ruang kelas SDN 102049 Tanjung Beringin, Serdang Bedagai, mencapai progres 90 persen dengan anggaran sekitar Rp1,49 miliar dari tambahan TKD dan ditargetkan rampung pertengahan November 2026, agar siswa yang belajar di posko kembali ke ruang kelas layak. SDN 102048 Tanjung Beringin yang juga dibangun enam ruang kelas dengan anggaran serupa baru 25 persen dan didorong menyusun rencana percepatan mingguan. Kedua sekolah masuk dalam 13 SD rusak sedang yang ditangani tambahan TKD, dari alokasi pendidikan Rp17,61 miliar dari total tambahan TKD Rp226,28 miliar, dengan kebutuhan lanjutan berupa sumur bor, drainase, sanitasi, dan peninggian bangunan agar terlindungi dari banjir.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *