WASHINGTON — Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA, mengumumkan teleskop antariksa baru yang hanya melihat dalam cahaya ultraviolet akan meluncur pada 2031. Teleskop bernama UVEX, singkatan dari UltraViolet EXplorer, itu akan melakukan survei seluruh langit dalam cahaya ultraviolet dekat dan ultraviolet jauh.
Misi yang dipimpin Institut Teknologi California (Caltech) ini menjadi teleskop ultraviolet baru pertama dalam 20 tahun dan misi ultraviolet pertama yang membuat peta langit dalam cahaya ultraviolet. Cahaya ultraviolet berada di luar kemampuan penglihatan manusia tanpa bantuan teknologi, padahal banyak fenomena astronomi, seperti ledakan bintang dan semburan bintang, baru tampak sepenuhnya dalam cahaya tersebut.
Langit malam yang tampak tenang dari halaman rumah sebenarnya adalah ilusi. Bagi mata manusia yang hanya menangkap cahaya tampak, bulan tampak berubah terang, planet bergerak perlahan, dan sesekali meteor melintas. Namun di balik itu, peristiwa dahsyat dan sesaat terjadi nyaris tanpa henti, jika diamati dengan mata yang tepat.
UVEX akan mengisi kekosongan pengamatan itu dengan survei seluruh langit yang melengkapi survei-survei lain, seperti survei inframerah Teleskop Antariksa Nancy Grace Roman, survei berulang Observatorium Vera Rubin selama satu dekade, dan tiga survei medan dalam Teleskop Antariksa Euclid milik Badan Antariksa Eropa. Teleskop SPHEREx milik NASA juga sedang melakukan survei seluruh langit dalam cahaya inframerah dekat.
Dalam misi dasar selama dua tahun, UVEX akan melakukan survei sinoptik seluruh langit dengan banyak irama pengamatan, 50 hingga 100 kali lebih dalam dibandingkan GALEX dalam cahaya ultraviolet dekat dan jauh. GALEX adalah teleskop ultraviolet NASA sebelumnya yang misinya berakhir pada 2013. UVEX juga disebut hingga 100 kali lebih sensitif dibandingkan pendahulunya itu.
Tiga pilar misi ini adalah galaksi bermassa rendah dan berkadar logam rendah, alam semesta yang dinamis, serta harta data ultraviolet yang luas bagi para peneliti. UVEX akan mengamati galaksi-galaksi bermassa rendah di dekat kita yang terang dalam cahaya ultraviolet, termasuk survei berirama pada Awan Magellan Besar dan Kecil, tindak lanjut cepat atas target-target penting, serta tindak lanjut spektroskopi pada sampel bintang dan galaksi.
Pengamatan itu akan melengkapi pengamatan inframerah dari Teleskop Antariksa James Webb dan Teleskop Roman. Galaksi-galaksi serupa yang berada miliaran tahun cahaya jauhnya tampak dalam cahaya inframerah karena cahayanya bergeser merah, sehingga hanya bisa dipelajari lewat padanannya yang lebih dekat dalam cahaya ultraviolet.
UVEX juga akan melengkapi observatorium gelombang gravitasi. Gelombang gravitasi adalah riak dalam ruang-waktu yang dihasilkan ketika benda-benda sangat padat, seperti bintang neutron dan lubang hitam, bergabung. Ketika gelombang gravitasi terdeteksi, teleskop-teleskop lain akan mengamatinya dalam berbagai panjang gelombang, dan UVEX akan menambahkan pengamatan ultraviolet beserta spektrum rinci yang mengungkap unsur kimia di balik peristiwa itu.
Presiden Caltech sekaligus profesor astronomi, Ray Jayawardhana, menyebut UVEX sebagai lompatan berani dalam penjelajahan alam semesta ultraviolet. Anggota tim UVEX, Mansi Kasliwal, menambahkan bahwa dengan UVEX para astronom kini dapat menindaklanjuti peristiwa gelombang gravitasi dalam cahaya ultraviolet. Sementara itu, anggota tim lainnya, Kareem El-Badry, mengingatkan bahwa setiap kali manusia memandang langit dalam panjang gelombang baru, selalu ada hal baru dan tak terduga yang dipelajari.
Apa poin penting dari berita ini?
- NASA mengumumkan teleskop ultraviolet UVEX akan meluncur pada 2031 dan melakukan survei seluruh langit dalam cahaya ultraviolet dekat dan jauh.
- Misi yang dipimpin Caltech ini menjadi teleskop ultraviolet baru pertama dalam 20 tahun dan misi pertama yang membuat peta langit dalam cahaya ultraviolet.
- Dalam misi dasar dua tahun, UVEX akan melakukan survei 50 hingga 100 kali lebih dalam dibandingkan GALEX dan hingga 100 kali lebih sensitif.
- UVEX akan mengamati galaksi bermassa rendah di dekat kita, menindaklanjuti peristiwa gelombang gravitasi, dan melengkapi survei Roman, Rubin, Euclid, serta James Webb.


