Hujan yang mengguyur wilayah Aceh Timur tidak menyurutkan langkah guru dari SMA Negeri 1 Rantau Selamat untuk menjalankan tugas mengawasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Asesmen Nasional (AN) tahun 2026 di SMA Negeri 2 Rantau Selamat. Selama empat hari, guru pengawas itu menempuh perjalanan sekitar 7 kilometer melewati jalan rusak menuju sekolah tersebut.
Guru itu adalah Marianti SPd, guru SMA Negeri 1 Rantau Selamat. Pada hari terakhir pelaksanaan TKA dan AN gelombang pertama, kondisi jalan semakin berat karena hujan lebat pada malam sebelumnya membuat jalan semakin becek dan berlumpur. Meski demikian, pelaksanaan ujian tetap berjalan lancar.
Kondisi itu diceritakan Kepala SMA Negeri 2 Rantau Selamat, Chalidin, kepada media pada Kamis, 29 Oktober 2026. Sekolah yang dipimpinnya berada di Gampong Alue Punti, wilayah yang disebutnya terpencil dan jauh dari ibu kota kecamatan maupun kabupaten, dengan medan yang sangat sulit dilalui.
Menurut Chalidin, jalan menuju sekolah itu rusak parah dan belum beraspal. Pada musim hujan, jalan menjadi becek dan berlumpur, sedangkan pada musim kemarau jalan berdebu. Kondisi ini bukan hanya menyulitkan guru dan siswa, tetapi juga dikeluhkan warga Gampong Alue Punti dan masyarakat yang bermukim di sekitarnya.
Bahkan ada guru yang setiap hari efektif berangkat dari Kota Langsa, puluhan kilometer jauhnya, dengan sepeda motor menuju SMAN 2 Rantau Selamat, apa pun kondisi jalannya. Chalidin menyebut hal itu sebagai risiko pengabdian sebagai abdi negara yang siap ditugaskan di mana saja.
Di tengah kondisi tersebut, 22 siswa kelas XII SMAN 2 Rantau Selamat tetap bersemangat mengikuti TKA dan AN. Chalidin mengatakan para siswa dari pedalaman itu bertekad memperoleh nilai terbaik untuk membuktikan bahwa kondisi alam bukan penghalang dan mereka mampu bersaing dengan siswa perkotaan. Sebelum ujian, sekolah mengajak siswa mengikuti try out dari Dinas Pendidikan Aceh dan bimbingan belajar, serta mengundang orang tua untuk memotivasi anaknya dan memastikan jaringan internet dan antisipasi mati lampu. Chalidin berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, Pemerintah Aceh, atau pihak lain segera memperbaiki dan mengaspal jalan tersebut.
Apa poin penting dari berita ini?
Ringkasan singkat dari isi artikel di atas:
- Hujan yang mengguyur wilayah Aceh Timur tidak menyurutkan langkah guru dari SMA Negeri 1 Rantau Selamat untuk menjalankan tugas mengawasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Asesmen Nasional (AN) tahun 2026 di SMA Negeri 2 Rantau Selamat.
- Guru itu adalah Marianti SPd, guru SMA Negeri 1 Rantau Selamat.
- Sekolah yang dipimpinnya berada di Gampong Alue Punti, wilayah yang disebutnya terpencil dan jauh dari ibu kota kecamatan maupun kabupaten, dengan medan yang sangat sulit dilalui.
- Kondisi ini bukan hanya menyulitkan guru dan siswa, tetapi juga dikeluhkan warga Gampong Alue Punti dan masyarakat yang bermukim di sekitarnya.
- Chalidin menyebut hal itu sebagai risiko pengabdian sebagai abdi negara yang siap ditugaskan di mana saja.


