Anker Innovations meluncurkan ekosistem One Anker di Jakarta, yang menyatukan seluruh merek produknya yang sebelumnya terpisah ke bawah satu nama utama, Anker. Peluncuran ini menjadi langkah perusahaan teknologi tersebut untuk mengintegrasikan perangkat-perangkat digital modern yang kian terkoneksi satu sama lain.
Anker mengawali perjalanannya pada 2011 sebagai produsen perangkat charging. Perusahaan ini kemudian membangun beberapa merek turunan seperti SOLIX untuk power station, eufy untuk smart home, eufyMake untuk perangkat kreatif, dan soundcore untuk audio, yang masing-masing berfokus pada satu lini produk teknologi.
Dengan deretan produk tersebut, Anker mengklaim telah berkembang menjadi perusahaan teknologi dengan ratusan juta pengguna di seluruh dunia. Peluncuran One Anker disebut sebagai langkah untuk menyatukan semua merek turunan itu menjadi satu nama utama, sehingga konsumen lebih mudah mengenali seluruh lini produk perusahaan.
General Manager Anker Innovations Asia Tenggara, Leon Wu, mengumumkan penyatuan tersebut dengan menyatakan perusahaan sangat senang menyatukan seluruh merek produk yang sebelumnya terpisah ke bawah satu nama utama, Anker. One Anker terbagi menjadi dua kategori, yakni Anker for You untuk personal gadget dan Anker for Home untuk perangkat rumah tangga.
Wu mengatakan perusahaan akan terus berkembang dan memberikan inovasi terbaru bersama partner bisnis dan komunitasnya untuk menjawab kebutuhan pengguna di lebih dari 180 negara dan lebih dari 200 juta orang di seluruh dunia yang telah memercayai produk mereka.
Pasar Indonesia, menurut Wu, selalu berperan penting dalam perjalanan global Anker. Pengguna di Indonesia merupakan pengguna yang melek digital dan membutuhkan teknologi yang praktis, dapat diandalkan, dan memberikan nilai nyata pada kehidupan sehari-hari, sehingga pasar Indonesia dinilai sangat dinamis.
Penggabungan merek ini juga dinilai akan memusatkan investasi pemasaran perusahaan secara lebih efisien. Anker kini menempatkan seluruh sumber daya dan investasinya secara utuh di balik satu nama utama, dibandingkan membagi fokus untuk membangun lima merek sekaligus melawan para pesaing.
Brand Manager Anker Innovations Indonesia, Vini Millatina Urfani, mengatakan perusahaan akan melakukan beberapa strategi bisnis di Indonesia, salah satunya dengan melakukan ekspansi jaringan ritel yang saat ini telah mencapai 70 toko ritel di Indonesia. Anker berharap dapat mencapai 150 toko dalam tiga tahun ke depan.
Komitmen perusahaan, kata Vini, jelas, yakni ingin lebih dekat dengan konsumen agar konsumen bisa merasakan langsung produknya, bukan hanya melalui platform digital, tetapi juga bisa merasakan langsung dan berinteraksi dengan produk tersebut di toko.
Selain itu, Anker juga akan berkolaborasi dengan brand lokal seperti yang telah mereka jalin dengan Issue, salah satu brand aksesoris yang ikonik di Indonesia. Kolaborasi ini dilakukan untuk menjadikan Anker tidak hanya dikenal sebagai personal gadget, tetapi juga bagian dari gaya hidup.
Anker juga telah membangun komunitas pengguna, terutama komunitas Anker Baby yang bekerja sama dengan para ibu menyusui di Indonesia untuk mengembangkan produk teknologi khusus bayi dan rumah tangga. Komunitas ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memahami kebutuhan pengguna secara langsung.
Apa poin penting dari berita ini?
Ringkasan singkat dari isi artikel di atas:
- Anker Innovations meluncurkan ekosistem One Anker di Jakarta, menyatukan seluruh mereknya yang sebelumnya terpisah ke bawah satu nama utama.
- Anker mengawali perjalanan pada 2011 sebagai produsen perangkat charging, lalu membangun SOLIX, eufy, eufyMake, dan soundcore.
- One Anker terbagi menjadi dua kategori, yakni Anker for You untuk personal gadget dan Anker for Home untuk perangkat rumah tangga.
- Perusahaan mengklaim telah dipercaya lebih dari 200 juta pengguna di lebih dari 180 negara.
- Di Indonesia, Anker memiliki 70 toko ritel dan menargetkan 150 toko dalam tiga tahun ke depan, serta berkolaborasi dengan brand lokal Issue.


