Wednesday, 28 October 2026
Lingkungan

Satu Titik Api Tersisa di Lawu, Gubernur Jateng Minta Mitigasi Karhutla Diperkuat

Arsip Pemprov Jateng

Satu titik api masih tersisa di kawasan Gunung Lawu, tepatnya di atas Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, pada Senin, 26 Oktober 2026. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta petugas dan relawan tetap berada di pos masing-masing untuk melakukan evaluasi dan penyisiran secara menyeluruh.

Permintaan itu disampaikan Luthfi saat berkunjung sekaligus menggelar rapat terbatas bersama relawan, Bupati Karanganyar, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar di Pos Sakura Hills. Ia menjelaskan telah berkoordinasi dengan bupati dan BPBD agar helikopter BNPB yang berada di Lanud Adi Soemarmo diterjunkan satu sorti lagi, karena satu titik api tersebut penting dievaluasi agar tidak memunculkan titik api baru.

Penanganan kebakaran Lawu dilakukan secara gabungan oleh BPBD provinsi dan kabupaten, TNI, Polri, BNPB, serta relawan. Adapun penyebab kebakaran masih diselidiki kepolisian. Luthfi juga meminta upaya pencegahan dilakukan lebih masif, lewat imbauan, peringatan keras, dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membakar hutan, termasuk karena membuang puntung rokok atau membakar sampah secara sembarangan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karanganyar, Sugiharto, menjelaskan kebakaran hutan Lawu sebenarnya sudah dinyatakan padam pada Minggu, 25 Oktober 2026. Namun pemantauan terbaru pada Senin pagi menemukan satu titik api baru di atas Gondosuli, sehingga pengeboman air (water bombing) disiapkan menyesuaikan kondisi cuaca di Lawu.

Sejauh ini, water bombing telah dilakukan 34 kali untuk menangani kebakaran Lawu. Setiap pengeboman menjatuhkan 2.000 liter air, sehingga total air yang digunakan mencapai 68.000 liter. Penanganan membutuhkan cara khusus karena sebagian lapisan tanah Lawu berupa ilalang hingga setebal 30 sentimeter yang menyerupai lahan gambut.

Sebagai langkah mitigasi, Luthfi mendorong Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang provinsi dan kabupaten bersama Perhutani merancang waduk atau tandon air dan saluran air untuk membantu penanganan dalam kondisi kahar. Ia menekankan keterlibatan masyarakat setempat sangat utama dalam pencegahan dan mitigasi bencana, karena masyarakat memiliki kearifan lokal dan memahami kondisi wilayahnya.

vbgnb

About Author

1 Comment

  1. Karhutla Lawu dan Sumbing: Lebih dari 1.800 Ha Terbakar

    October 26, 2026

    […] hutan dan lahan di kawasan Gunung Lawu dan Gunung Sumbing dinyatakan sudah padam. Luas areal yang terdampak di masing-masing gunung […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *