Sunday, 1 November 2026
Kesehatan

Alergi Bisa Muncul Saat Dewasa, Ini Penjelasan Dokter

Perempuan berselimut merah duduk di lantai sambil memegang tisu ke hidungnya

Alergi yang sebelumnya tidak pernah dialami seseorang ternyata bisa muncul ketika ia sudah memasuki usia dewasa. Penjelasan itu disampaikan dokter spesialis alergi dan imunologi Kara Wada, MD, bersama Meagan W. Shepherd, MD, yang mengingatkan bahwa kemunculan alergi di usia dewasa bukan hal yang aneh, dan gejalanya bahkan bisa terasa lebih berat dibandingkan alergi yang dialami sejak kecil.

Salah satu penyebabnya adalah perubahan yang terjadi pada sistem kekebalan tubuh seiring bertambahnya usia. Selain itu, paparan terhadap alergen yang terjadi berulang kali dalam jangka panjang juga berperan. Faktor lingkungan, seperti polusi udara, turut memperburuk keadaan karena dapat memperbesar paparan dan memicu peradangan di dalam tubuh.

Paparan serbuk sari yang berulang dari waktu ke waktu dapat memicu sensitisasi, yaitu kondisi ketika tubuh mulai bereaksi terhadap zat yang sebelumnya tidak menimbulkan masalah. Proses ini bisa semakin mudah terjadi bila disertai kondisi lain, seperti kehamilan, stres, penyakit, perubahan metabolisme, perubahan mikrobioma tubuh, atau kepindahan ke wilayah yang memiliki jenis alergen berbeda dari tempat tinggal sebelumnya.

Kondisi lingkungan saat ini juga membuat persoalan alergi semakin kompleks. Musim serbuk sari berlangsung makin panjang dan konsentrasinya meningkat, sehingga peluang tubuh terpapar menjadi lebih besar. Polusi udara memperparah situasi tersebut karena ikut memicu peradangan dan membuat gejala yang muncul terasa lebih mengganggu bagi penderitanya.

Meski demikian, ada pengecualian yang perlu diketahui. Gejala alergi pada umumnya justru membaik ketika seseorang memasuki usia lanjut, terutama setelah berusia 65 tahun. Kondisi ini berkaitan dengan immunosenescence, yakni perubahan fungsi sistem kekebalan tubuh yang terjadi seiring proses penuaan, sehingga respons tubuh terhadap alergen tidak lagi sekuat pada usia yang lebih muda.

Para dokter juga mengingatkan bahwa hidung tersumbat atau bersin berulang pada orang dewasa belum tentu menandakan rinitis alergi. Keluhan serupa bisa disebabkan oleh rinitis nonalergi, yang gejalanya menyerupai alergi, seperti hidung tersumbat dan lendir yang mengalir ke belakang tenggorokan, tetapi biasanya tidak disertai rasa gatal. Karena penyebab dan penanganannya berbeda, gejala baru atau alergi yang makin mengganggu sebaiknya dikonsultasikan ke dokter agar diagnosis dan penanganannya tepat.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Alergi yang sebelumnya tidak pernah dialami seseorang ternyata bisa muncul ketika ia sudah memasuki usia dewasa, dan gejalanya bahkan bisa terasa lebih berat.
  • Penyebabnya antara lain perubahan pada sistem kekebalan tubuh, paparan terhadap alergen yang berulang, serta faktor lingkungan seperti polusi udara.
  • Paparan serbuk sari yang berulang dapat memicu sensitisasi, terutama bila disertai kehamilan, stres, penyakit, perubahan metabolisme, perubahan mikrobioma, atau pindah ke wilayah dengan alergen berbeda.
  • Gejala alergi pada umumnya justru membaik pada usia lanjut, terutama setelah berusia 65 tahun, terkait immunosenescence.
  • Hidung tersumbat atau bersin berulang pada orang dewasa belum tentu rinitis alergi, karena bisa disebabkan rinitis nonalergi yang penyebab dan penanganannya berbeda.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *