Malam Minggu penonton televisi disuguhi teror lewat layar kaca. Bioskop Trans TV menayangkan Resident Evil: Extinction, film keluaran 2007 yang menjadi seri ketiga dari waralaba Resident Evil, pada Minggu, 1 November 2026, pukul 22.00 WIB. Seusai film tersebut, giliran Frankenfish yang mengisi slot tengah malam, tepatnya pukul 00.00 WIB.
Cerita dibuka dengan sosok yang tampak seperti Alice. Ia siuman di sebuah rumah besar, lalu berusaha kabur melewati berbagai perangkap keamanan yang dipasang di sekeliling bangunan itu. Dalam pelariannya, ia memperlihatkan kemampuan baru berupa gerak benda dengan pikiran, yang ia pakai untuk menghabisi seorang penjaga. Namun pelarian itu berakhir tragis: langkahnya memicu ranjau yang tertanam di lantai, dan jasadnya kemudian dibuang ke sebuah lubang yang ternyata sudah berisi lusinan sosok serupa, yakni hasil-hasil proyek Alice yang tidak lolos uji coba.
Sementara itu, Alice yang sesungguhnya sedang melintasi gurun yang dulunya merupakan wilayah negara bagian Amerika Serikat. Setelah berhadapan dengan satu keluarga perampok, ia menemukan sebuah buku catatan yang ditinggalkan begitu saja. Catatan itu memuat petunjuk tentang sebuah kawasan di Alaska yang belum tersentuh wabah, dan petunjuk itulah yang kemudian menjadi harapan baru di tengah dunia yang sudah porak-poranda.
Di jalur yang berbeda, sekelompok penyintas bergerak bersama dalam rombongan. Mereka dipimpin oleh Claire Redfield, yang didampingi Carlos Oliveira dan L.J. Wade. Tanpa diketahui rekan-rekannya, L.J. ternyata sudah digigit zombi, tetapi ia memilih menyembunyikan luka itu dari rombongan. Rahasia tersebut menambah ketegangan di tengah perjalanan yang sudah penuh bahaya.
Bahaya berikutnya datang dari udara. Kawanan burung gagak yang sudah terinfeksi menyerbu rombongan dan nyaris membuat mereka kewalahan. Di saat genting itulah Alice muncul dan menghalau seluruh kawanan tersebut dengan kemampuan telekinetiknya. Pertemuan itu mempertemukan Alice dengan Claire. Alice kemudian menjelaskan isi buku catatan yang ia temukan dan berusaha meyakinkan rombongan agar mengubah haluan menuju Alaska, tempat yang diyakini masih aman dari infeksi.
Di sisi lain, persoalan justru membesar dari dalam perusahaan yang menciptakan semua kekacauan ini. Dr. Isaacs, ilmuwan kepala Umbrella Corporation, bermaksud menjinakkan orang-orang yang sudah terinfeksi, tetapi upayanya malah melahirkan jenis zombi baru secara tidak sengaja. Keadaan itu menempatkannya pada posisi sulit, karena ia juga harus berhadapan dengan perusahaan yang membiayai risetnya.
Latar besar kisah ini adalah proyek Alice yang dijalankan Umbrella Corporation. Perusahaan tersebut berupaya menyelamatkan Raccoon City dari wabah T-virus yang menyebar dengan sangat cepat. Ancaman itu digambarkan akan merusak seluruh lingkungan dalam kurun lima tahun, sehingga perlombaan melawan waktu menjadi napas utama film ini.
Bagi penonton yang mencari tontonan horor aksi pada malam hari, jadwal ini menawarkan paket yang lengkap: dunia pasca-wabah yang gersang, tokoh utama dengan kekuatan yang terus berkembang, rombongan penyintas yang rapuh dari dalam maupun luar, serta musuh yang tidak hanya datang dari gerombolan mayat hidup, melainkan juga dari eksperimen yang gagal dikendalikan. Alaska menjadi satu-satunya titik terang di peta yang gelap, dan perjalanan menuju ke sana menjadi alasan rombongan untuk terus bergerak.
Apa poin penting dari berita ini?
- Bioskop Trans TV menayangkan Resident Evil: Extinction pada Minggu, 1 November 2026, pukul 22.00 WIB, disusul Frankenfish pukul 00.00 WIB.
- Seorang klona Alice tewas oleh ranjau setelah kabur dari rumah besar, dan jasadnya dibuang ke lubang berisi lusinan klona proyek Alice yang gagal.
- Alice yang asli menemukan buku catatan berisi petunjuk kawasan tak terinfeksi di Alaska setelah melawan keluarga perampok di gurun.
- Rombongan Claire Redfield diserang gagak terinfeksi dan diselamatkan Alice, yang kemudian mengajak mereka menuju Alaska.
- Dr. Isaacs tanpa sengaja menciptakan zombi jenis baru saat berusaha menjinakkan orang terinfeksi, di tengah upaya Umbrella Corporation menyelamatkan Raccoon City dari wabah T-virus.


