Saturday, 31 October 2026
Teknologi

Trump: AS Selidiki Dugaan Peran Peretas Korea Utara dalam Peretasan Binance

Ilustrasi bursa kripto dan keamanan siber

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan otoritas penegak hukum Amerika Serikat sedang menyelidiki dugaan keterlibatan peretas Korea Utara dalam peretasan terhadap bursa kripto Binance. Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan di Ruang Oval pada Jumat (30/10/2026), ketika ditanya apakah peretasan tersebut harus dikaitkan dengan pelaku dari Korea Utara.

Kami belum tahu. Kami sedang menyelidikinya, kata Trump, sebagaimana dikutip berbagai laporan. Ia juga mengaku belum mengetahui apakah seluruh dana yang dicuri dapat dikembalikan. Trump menambahkan bahwa Binance menyampaikan situasi tersebut pada dasarnya telah terkendali.

Peretasan yang dimaksud merupakan salah satu pencurian aset kripto terbesar dalam sejarah industri aset digital. Binance, platform perdagangan kripto terbesar di dunia, mengumumkan bahwa aset kripto senilai sekitar 6,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp114,17 triliun terdampak akibat penarikan dana tanpa izin dari platformnya. Perusahaan kemudian menangguhkan penarikan dana dan berjanji menanggung seluruh kerugian pengguna.

Mengapa dugaan keterlibatan Korea Utara menjadi sorotan? Perusahaan analisis blockchain TRM Labs dan Chainalysis menemukan kemiripan pola serangan Binance dengan sejumlah peretasan sebelumnya yang dikaitkan dengan Korea Utara. Pola itu menyerupai serangan terhadap bursa kripto Bybit pada 2025 yang oleh Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) dikaitkan dengan Korea Utara. Meski demikian, temuan kemiripan tersebut belum menjadi konfirmasi, dan Korea Utara membantah tuduhan keterlibatan dalam aktivitas peretasan.

Penyelidikan melibatkan sejumlah lembaga. Menurut narasumber yang mengetahui perkembangan insiden, Binance bekerja sama dengan FBI dan Dinas Rahasia Amerika Serikat. FBI menyatakan telah mengetahui serangan tersebut dan berkoordinasi dengan mitra pemerintah serta swasta untuk mengukur cakupan, mengevaluasi dampak, dan mengoordinasikan penyelidikan. Dinas Rahasia Amerika Serikat bekerja bersama perusahaan swasta, termasuk Circle, untuk mengidentifikasi, membekukan, melacak, dan memulihkan aset yang dicuri.

Upaya pemulihan dana sendiri menunjukkan perkembangan. Binance menyatakan telah menyiapkan dana internal sekitar 6,34 miliar dolar AS atau sekitar Rp115 triliun untuk mengganti seluruh kerugian pengguna, termasuk melalui dana cadangan Secure Asset Fund for Users (SAFU). Hingga Jumat (30/10/2026), sekitar 3 miliar dolar AS atau sekitar Rp54,4 triliun aset telah ditemukan atau dibekukan dengan bantuan mitra industri. Penerbit stablecoin Tether menyatakan telah membekukan aset hampir 1,57 miliar dolar AS yang berkaitan dengan insiden tersebut, sementara Circle membekukan lebih dari 800 juta dolar AS.

CEO Binance Richard Teng menyampaikan bahwa penarikan dana ditargetkan kembali beroperasi sekitar 34 jam setelah pengumuman insiden. Bagi industri kripto, kasus ini menjadi pengingat bahwa keamanan siber bukan sekadar urusan teknologi internal perusahaan, melainkan juga menyangkut kerja sama lintas negara antara perusahaan, penegak hukum, dan penerbit aset digital untuk melacak dana yang bergerak di jaringan blockchain.

Sampai penyelidikan tuntas, satu hal yang pasti: tuduhan terhadap Korea Utara masih berstatus dugaan yang sedang diselidiki, bukan kesimpulan resmi. Publik perlu menunggu hasil penyelidikan FBI dan otoritas terkait sebelum menarik kesimpulan siapa yang berada di balik serangan ini.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Presiden AS Donald Trump menyatakan otoritas penegak hukum AS sedang menyelidiki dugaan keterlibatan peretas Korea Utara dalam peretasan Binance.
  • Pernyataan itu disampaikan Trump di Ruang Oval pada Jumat 30 Oktober 2026, dan ia mengaku belum tahu apakah seluruh dana yang dicuri dapat dikembalikan.
  • Peretasan itu berdampak pada aset kripto senilai sekitar 6,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp114,17 triliun.
  • Binance bekerja sama dengan FBI dan Dinas Rahasia AS, sementara Tether dan Circle telah membekukan aset terkait senilai miliaran dolar.
  • Dugaan keterlibatan Korea Utara masih berstatus penyelidikan dan belum menjadi kesimpulan resmi.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *