Sunday, 1 November 2026
Hukum

TNI Tangkap Komandan Batalyon TPNPB-OPM dan Dua Anak Buahnya di Maybrat

Personel TNI dalam sebuah operasi pengamanan di wilayah Papua Barat Daya

Satuan Tugas Batalyon Infanteri 9 Marinir TNI Angkatan Laut menangkap tiga orang yang diduga anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya. Penangkapan itu diumumkan pada Jumat, 30 Oktober 2026, oleh Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Letjen TNI Lucky Avianto.

Ketiga orang yang diamankan adalah Matius Aisasior yang disebut sebagai komandan batalyon kelompok tersebut, Yeremias Aisasior yang disebut sebagai wakilnya, dan Zakarias Aikingking yang diduga sebagai anggota kelompok itu. Penangkapan dilakukan oleh Satgas Yonif 9 Marinir Komando Operasi Habema yang berada di bawah kendali Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III.

Penangkapan berlangsung di sebuah rumah di Kampung Franeway, Distrik Aifat Timur Jauh, Kabupaten Maybrat. Sebelumnya, personel Satgas Yonif 9 Marinir telah lama memantau pergerakan kelompok tersebut di wilayah Papua Barat Daya, dan mendeteksi keberadaan Matius Aisasior saat ia keluar dari kawasan Hutan Aisnak, Distrik Moskona, Kabupaten Teluk Bintuni, yang diduga menjadi tempat persembunyian kelompok itu.

Setelah mendeteksi pergerakan tersebut, personel TNI mengikuti Matius hingga tiba di rumah di Kampung Franeway, tempat Yeremias Aisasior dan Zakarias Aikingking sudah menunggu. Personel kemudian melakukan penyergapan dengan pendekatan persuasif, dan ketiganya menyerahkan diri tanpa melakukan perlawanan.

Menurut keterangan TNI, kelompok yang dipimpin Matius berafiliasi dengan jaringan OPM dan diduga terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan di wilayah Papua Barat Daya. Aksi yang dimaksud antara lain penyerangan terhadap pos keamanan, penyerangan terhadap pekerja proyek Jalan Trans Bintuni, serta intimidasi dan kekerasan terhadap masyarakat setempat, khususnya orang asli Papua.

Penangkapan ini menjadi bagian dari upaya aparat memantau dan menangani aktivitas kelompok bersenjata di Papua Barat Daya, terutama kelompok yang diduga kerap beraksi di sekitar wilayah Maybrat dan Teluk Bintuni. Dengan tertangkapnya pimpinan kelompok itu, aparat berharap ruang gerak kelompok tersebut semakin terbatas dan situasi keamanan di wilayah itu menjadi lebih kondusif.

Pangkogabwilhan III juga mengajak pimpinan, anggota, dan simpatisan OPM lainnya untuk menghentikan perlawanan bersenjata dan kembali bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ajakan itu disampaikan bersamaan dengan pengumuman penangkapan, sebagai bagian dari pendekatan penyelesaian konflik yang mengedepankan penyerahan diri tanpa kekerasan.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Satgas Yonif 9 Marinir Koops Habema menangkap tiga anggota TPNPB-OPM di Kampung Franeway, Distrik Aifat Timur Jauh, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.
  • Ketiga orang itu adalah komandan batalyon Matius Aisasior, wakilnya Yeremias Aisasior, dan anggota kelompok Zakarias Aikingking.
  • Penangkapan diumumkan pada Jumat, 30 Oktober 2026, oleh Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto.
  • Personel TNI mendeteksi Matius saat keluar dari Hutan Aisnak, Distrik Moskona, Teluk Bintuni, lalu mengikutinya hingga ke rumah di Kampung Franeway, tempat ketiganya menyerah tanpa perlawanan.
  • Kelompok itu diduga terlibat penyerangan pos keamanan, penyerangan pekerja proyek Jalan Trans Bintuni, serta intimidasi dan kekerasan terhadap masyarakat setempat.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *