Memasuki periode peralihan musim atau pancaroba dari kemarau menuju musim hujan, para orang tua diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi ancaman kesehatan pada anak. Cuaca yang tidak menentu, ditambah dampak sisa fenomena El Nino serta potensi kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah, membuat anak lebih rentan terhadap sejumlah penyakit.
Dokter spesialis anak, dr. Mulki Angela, Sp.A, PhD, menekankan bahwa penerapan perilaku hidup bersih dan sehat merupakan langkah preventif utama yang wajib diterapkan di lingkungan keluarga. Ia berpraktik di RSU Bunda Jakarta dan merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
“Biasakan mencuci tangan dengan air dan sabun, sebelum makan ataupun setelah bermain, mandi secara teratur, mengganti pakaian secara teratur, menjaga kebersihan rumah dan lingkungan,” ujar dr. Mulki, Minggu (1/11).
Selain itu, orang tua diingatkan untuk aktif melaksanakan gerakan 3M Plus guna mengantisipasi lonjakan kasus demam berdarah dengue seiring mulai turunnya curah hujan. Gerakan itu meliputi menguras, menutup, dan mendaur ulang tempat penampungan air, ditambah langkah mencegah gigitan nyamuk.
Pemenuhan kebutuhan cairan tubuh anak serta penyediaan obat-obatan darurat seperti penurun panas di rumah juga menjadi hal esensial yang tidak boleh diabaikan. Persiapan sederhana ini membantu keluarga merespons cepat ketika anak mulai demam di tengah cuaca yang berubah-ubah.
Menurut dr. Mulki, pancaroba berisiko memunculkan berbagai masalah kesehatan. Di antaranya adalah infeksi saluran pernapasan akut akibat virus atau bakteri, seperti influenza A yang tengah marak, serta risiko gangguan pernapasan akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan.
Keterbatasan akses air bersih pada musim tertentu juga menyimpan potensi infeksi saluran cerna seperti diare dan muntah, hingga infeksi kulit. Karena itu, kebersihan air, makanan, dan lingkungan rumah menjadi perhatian yang tidak kalah penting dari sekadar menjaga anak tetap hangat saat hujan.
Guna meningkatkan daya tahan tubuh anak, dr. Mulki menyarankan agar orang tua memastikan asupan nutrisi gizi seimbang, diimbangi aktivitas fisik, serta waktu tidur yang cukup. Pemberian suplementasi tambahan seperti vitamin D juga dianjurkan, karena selain baik untuk kesehatan tulang, vitamin D turut berperan penting memperkuat imunitas tubuh anak.
Sebagai langkah pencegahan penularan, anak perlu diajarkan menjaga jarak dengan orang yang sedang sakit, mengenakan masker, serta menerapkan etika batuk yang benar. Orang tua juga wajib memastikan kelengkapan status imunisasi anak serta menyiapkan perlengkapan pelindung seperti jas hujan, payung, baju ganti, dan alas kaki yang aman saat beraktivitas di musim hujan.
Dengan langkah-langkah tersebut, masa pancaroba tidak perlu disikapi dengan kepanikan, tetapi dengan kesiapan. Kebiasaan bersih yang dibangun di rumah, asupan gizi yang terjaga, dan kewaspadaan terhadap tanda-tanda sakit menjadi bekal utama agar anak tetap sehat melewati pergantian musim.
Apa poin penting dari berita ini?
- Memasuki pancaroba dari kemarau menuju musim hujan, orang tua diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kesehatan pada anak, karena cuaca tidak menentu, sisa fenomena El Nino, dan potensi kebakaran hutan dan lahan membuat anak lebih rentan sakit.
- Perilaku hidup bersih dan sehat menjadi langkah preventif utama, meliputi mencuci tangan dengan air dan sabun sebelum makan dan setelah bermain, mandi teratur, mengganti pakaian teratur, serta menjaga kebersihan rumah dan lingkungan.
- Gerakan 3M Plus diingatkan untuk mengantisipasi lonjakan demam berdarah dengue seiring turunnya curah hujan, dibarengi pemenuhan cairan tubuh anak dan penyediaan obat darurat seperti penurun panas di rumah.
- Pancaroba berisiko memunculkan infeksi saluran pernapasan akut seperti influenza A, gangguan pernapasan akibat asap kebakaran hutan dan lahan, serta infeksi saluran cerna dan kulit ketika akses air bersih terbatas.
- Daya tahan tubuh anak dijaga lewat gizi seimbang, aktivitas fisik, tidur cukup, dan suplementasi vitamin D sesuai anjuran, ditambah menjaga jarak dari orang sakit, memakai masker, menerapkan etika batuk, melengkapi imunisasi, dan menyiapkan jas hujan, payung, baju ganti, serta alas kaki yang aman.


