Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mendorong kaum muda untuk berperan dalam menentukan arah pengembangan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia. Dorongan itu disampaikan pada Sabtu, 31 Oktober 2026, dengan pesan bahwa generasi muda tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga penentu ke mana teknologi itu dibawa.
AI kini memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan, mulai dari cara orang bekerja, belajar, berkomunikasi, hingga mengakses informasi. Keputusan tentang bagaimana AI dikembangkan dan diatur akan menentukan seperti apa kehidupan digital Indonesia di masa depan. Karena kaum muda adalah kelompok yang paling lama akan hidup dengan konsekuensi dari keputusan-keputusan itu, suara mereka menjadi sangat penting.
Peran kaum muda dalam menentukan arah AI dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk. Mereka dapat terlibat sebagai pengembang yang menciptakan aplikasi dan solusi berbasis AI, sebagai peneliti yang mengkaji dampak teknologi, maupun sebagai warga digital yang kritis terhadap kebijakan dan praktik industri teknologi. Keterlibatan semacam ini memastikan pengembangan AI tidak hanya ditentukan oleh kepentingan bisnis semata.
Di sisi lain, kaum muda juga menghadapi tantangan literasi. Tidak semua anak muda memiliki pemahaman yang sama tentang cara kerja AI, risiko bias dalam data, maupun bahaya penyalahgunaan teknologi seperti informasi palsu dan manipulasi digital. Karena itu, dorongan untuk berperan harus dibarengi dengan peningkatan literasi digital, agar partisipasi kaum muda benar-benar bermakna dan bukan sekadar formalitas.
Pemerintah memiliki peran untuk membuka ruang partisipasi tersebut. Forum diskusi, program pelatihan, kompetisi inovasi, dan pelibatan organisasi kepemudaan dalam penyusunan kebijakan dapat menjadi saluran agar aspirasi kaum muda terserap. Ketika ruang itu tersedia, generasi muda dapat menyampaikan perspektifnya tentang AI yang aman, adil, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Penting juga diingat bahwa pengembangan AI yang baik harus berpihak pada kepentingan publik. Teknologi yang dikembangkan tanpa memperhatikan nilai-nilai sosial berisiko memperlebar kesenjangan, misalnya ketika hanya kelompok tertentu yang diuntungkan. Suara kaum muda dari berbagai latar belakang, termasuk dari daerah, dapat membantu memastikan AI dikembangkan secara inklusif.
Pada akhirnya, dorongan Menkomdigi kepada kaum muda adalah ajakan untuk tidak menjadi penonton dalam revolusi teknologi. Generasi muda Indonesia diajak untuk ikut menentukan arah AI, sehingga teknologi yang tumbuh di negeri ini benar-benar mencerminkan kebutuhan, nilai, dan cita-cita bangsanya sendiri.
Apa poin penting dari berita ini?
- Menkomdigi Meutya Hafid mendorong kaum muda berperan menentukan arah pengembangan AI di Indonesia.
- Dorongan ini disampaikan pada Sabtu, 31 Oktober 2026.
- Kaum muda adalah kelompok yang paling lama merasakan dampak keputusan tentang AI, sehingga suaranya penting.
- Peran kaum muda dapat diwujudkan sebagai pengembang, peneliti, maupun warga digital yang kritis.
- Partisipasi kaum muda harus dibarengi literasi digital dan ruang partisipasi yang dibuka pemerintah.


