Sunday, 1 November 2026
Pendidikan

Dindik Jatim Perkuat FBKK, Pendampingan Karier SMA-SMK Sejak Kelas X

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai

Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur memperkuat peran Forum Bursa Kerja Khusus (FBKK) untuk memperluas akses kerja bagi lulusan SMA dan SMK. Salah satu upaya itu diwujudkan melalui pengukuhan pengurus FBKK Jawa Timur Tahun 2026 oleh Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai.

Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari Rapat Koordinasi Penguatan FBKK SMK Provinsi Jawa Timur yang digelar di Hotel Merdeka, Kota Madiun, pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Kegiatan itu diikuti lebih dari 300 peserta dari berbagai SMK se-Jawa Timur dan sekaligus mengukuhkan Pengurus FBKK SMK Jatim periode 2026 hingga 2029.

Dalam kegiatan itu, Aries Agung Paewai menegaskan pembekalan kesiapan kerja siswa SMK tidak boleh dilakukan secara instan. Kesiapan kerja wajib dibangun secara bertahap sejak kelas X, bukan baru dipersiapkan menjelang kelulusan di kelas XII.

Pandangan itu diamini para kepala sekolah yang hadir. Kepala SMK Muhammadiyah 1 Surabaya, Irvandy Andriansyah, menyampaikan arahan Kepala Dindik Jatim menjadi motivasi besar bagi sekolahnya. Menurutnya, menyiapkan lulusan tidak bisa mendadak di kelas XII, karena persiapan karier, mentalitas kerja, kedisiplinan, hingga portofolio kompetensi harus dibentuk secara berkelanjutan sejak kelas X.

Tahapan pembinaan itu dirancang berjenjang. Di kelas X, siswa menjalani proses adaptasi dan pengenalan dunia kerja. Di kelas XI, siswa diperkuat melalui praktik kerja industri (PKL) yang memberi pengalaman langsung di dunia usaha dan dunia industri. Pada tahun terakhir, siswa mendapatkan pendampingan seleksi kerja agar lebih siap memasuki dunia kerja setelah lulus.

Penguatan FBKK juga diarahkan untuk mentransformasi Bursa Kerja Khusus (BKK) di sekolah menjadi pusat layanan karier terpadu. BKK yang aktif diharapkan mampu menjembatani siswa dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) melalui penguatan kerja sama industri, sertifikasi kompetensi, dan pembentukan karakter.

Peran BKK menjadi penting karena kesenjangan antara lulusan sekolah dan kebutuhan industri masih menjadi persoalan. Banyak lulusan yang memiliki ijazah tetapi belum memiliki keterampilan praktis yang dicari pemberi kerja. Melalui pendampingan sejak kelas X, sekolah dapat memastikan lulusan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki sikap kerja dan pengalaman yang relevan.

Dindik Jawa Timur menilai penguatan FBKK sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya serap lulusan SMA dan SMK di dunia kerja. Ketika sekolah, dunia usaha, dan dunia industri berjalan seiring, lulusan memiliki peluang lebih besar untuk terserap, baik sebagai pekerja maupun sebagai wirausaha muda.

Ke depan, keberhasilan program ini akan diukur dari kesiapan lulusan yang nyata di lapangan, bukan sekadar dari pengukuhan pengurus. Sekolah-sekolah di Jawa Timur diharapkan mengimplementasikan penguatan BKK secara konsisten, mulai dari pembinaan kelas X hingga pendampingan seleksi kerja di tahun terakhir.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Dindik Jawa Timur memperkuat peran Forum Bursa Kerja Khusus (FBKK) untuk memperluas akses kerja lulusan SMA dan SMK.
  • Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai mengukuhkan Pengurus FBKK Jawa Timur Tahun 2026 dalam rakor di Madiun pada Sabtu, 31 Oktober 2026.
  • Kesiapan kerja siswa SMK wajib dibangun bertahap sejak kelas X, bukan secara instan menjelang kelulusan.
  • Tahapannya meliputi adaptasi di kelas X, praktik kerja industri di kelas XI, dan pendampingan seleksi kerja di tahun terakhir.
  • BKK sekolah diarahkan menjadi pusat layanan karier terpadu yang menjembatani siswa dengan dunia usaha dan dunia industri.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *