Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) menggelar pelatihan bertajuk SCABISMART untuk mendukung deteksi dini skabies di Pondok Pesantren Darunnaim YAPIA, Bogor. Pelatihan itu bertujuan meningkatkan kemampuan pengguna di lingkungan pesantren dalam memanfaatkan teknologi bagi kesehatan santri.
Program tersebut melibatkan Fakultas Ilmu Komputer dan Fakultas Kedokteran UPNVJ bersama pihak pesantren sebagai mitra. Kolaborasi dua fakultas itu menunjukkan pendekatan yang memadukan teknologi dan ilmu kesehatan: aplikasi dikembangkan oleh ahli teknologi, sementara materi kesehatannya disusun bersama tenaga medis.
Pelatihan SCABISMART membekali pengguna di pesantren untuk mendukung skrining awal skabies. Peserta dilatih menggunakan aplikasi tersebut agar dapat mengenali tanda-tanda awal skabies dan melakukan pencatatan secara lebih tertata, sehingga tindak lanjut dapat dilakukan lebih cepat.
Skabies, yang dikenal luas sebagai kudis, merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan tungau Sarcoptes scabiei. Penyakit ini mudah menyebar pada lingkungan dengan kepadatan hunian tinggi, termasuk pondok pesantren, karena santri tinggal bersama, berbagi ruang tidur, dan berinteraksi erat setiap hari.
Karena itu, pengenalan tanda dan gejala serta pemahaman mengenai deteksi dini menjadi penting untuk mendukung upaya pencegahan penularan. Bila satu kasus dikenali sejak dini, penularan ke santri lain dapat dicegah dan pengobatan dapat segera dilakukan sebelum infeksi meluas ke banyak penghuni asrama.
Pesantren Darunnaim YAPIA di Bogor menjadi mitra dalam kegiatan ini. Lingkungan pesantren yang padat membuat program deteksi dini semacam ini relevan, karena petugas kesehatan tidak selalu berada di lokasi setiap saat. Dengan aplikasi dan pelatihan, pihak pesantren memiliki kemampuan awal untuk melakukan skrining secara mandiri.
Kegiatan pengabdian masyarakat seperti ini juga menjadi jembatan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Pengetahuan yang dikembangkan di kampus tidak berhenti di ruang kuliah, tetapi diterapkan langsung untuk menjawab persoalan kesehatan yang dihadapi komunitas, dalam hal ini pesantren.
Manfaat pelatihan tidak hanya dirasakan peserta yang hadir. Pengetahuan tentang deteksi dini skabies dapat diteruskan kepada santri lain, pengurus asrama, dan keluarga santri, sehingga kesadaran mengenai kebersihan dan kewaspadaan terhadap penyakit kulit menular semakin meluas.
Ke depan, program serupa dapat direplikasi di pesantren lain yang menghadapi risiko serupa. Kuncinya adalah pendampingan berkelanjutan setelah pelatihan, agar aplikasi benar-benar digunakan dan temuan skrining awal ditindaklanjuti dengan pemeriksaan serta pengobatan yang tepat.
Apa poin penting dari berita ini?
- UPNVJ menggelar pelatihan SCABISMART untuk mendukung deteksi dini skabies di Pondok Pesantren Darunnaim YAPIA, Bogor.
- Pelatihan melibatkan Fakultas Ilmu Komputer dan Fakultas Kedokteran UPNVJ bersama pihak pesantren sebagai mitra.
- Peserta dilatih menggunakan aplikasi SCABISMART untuk mendukung skrining awal skabies.
- Skabies mudah menyebar di lingkungan padat hunian seperti pondok pesantren sehingga deteksi dini penting untuk mencegah penularan.
- Program ini memadukan teknologi dan ilmu kesehatan serta dapat diteruskan kepada santri dan pengurus asrama lainnya.


