Monday, 2 November 2026
Lingkungan

Kemendagri Apresiasi Banjarbaru Jadikan Sampah Bernilai Ekonomi-Sosial

Warga mengelola sampah terpilah, ilustrasi sampah bernilai ekonomi dan sosial di Banjarbaru

Pemerintah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, melalui Kelurahan Guntung Paikat, mengembangkan pengelolaan sampah yang bernilai ekonomi dan sosial. Upaya ini mendapat apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri pada Minggu, 1 November 2026, karena menunjukkan bahwa persoalan sampah dapat diubah menjadi peluang, bukan sekadar beban.

Sampah selama ini dipandang sebagai masalah yang harus dibuang sejauh mungkin. Padahal, sebagian besar sampah rumah tangga memiliki nilai bila dikelola dengan benar. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sampah plastik dan kertas dapat didaur ulang, dan sampah bernilai ekonomi dapat dijual melalui bank sampah. Pengelolaan semacam inilah yang dikembangkan di Kelurahan Guntung Paikat.

Nilai ekonomi dari pengelolaan sampah dapat dirasakan langsung oleh warga. Ketika sampah dipilah dan dikumpulkan secara terorganisasi, warga memperoleh penghasilan tambahan dari penjualan sampah daur ulang. Di sisi lain, lingkungan menjadi lebih bersih karena sampah tidak lagi menumpuk sembarangan atau dibuang ke sungai dan lahan kosong.

Nilai sosialnya pun tidak kalah penting. Pengelolaan sampah yang melibatkan warga membangun kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan memilah, mengumpulkan, dan mengolah sampah menjadi ruang interaksi komunitas, sekaligus sarana edukasi bagi anak-anak dan keluarga tentang pentingnya menjaga kebersihan sejak dari rumah.

Apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri menjadi dorongan bagi daerah lain untuk mencontoh praktik baik ini. Pengelolaan sampah berbasis kelurahan menunjukkan bahwa solusi tidak harus selalu mahal dan berteknologi tinggi. Dengan organisasi yang baik, pendampingan, dan partisipasi warga, sebuah kelurahan dapat menjadi contoh pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Tantangan yang masih dihadapi adalah konsistensi dan skala. Pengelolaan sampah yang berhasil di satu kelurahan perlu dijaga agar tidak berhenti setelah apresiasi diterima, dan perlu diperluas ke kelurahan lain agar dampaknya semakin besar. Dukungan dari pemerintah kota, termasuk fasilitas dan regulasi yang mendukung, menjadi kunci keberlanjutan program ini.

Pada akhirnya, kisah Guntung Paikat di Banjarbaru menunjukkan cara pandang baru terhadap sampah. Bukan lagi sekadar sesuatu yang harus disingkirkan, sampah dapat menjadi sumber penghasilan, perekat sosial, dan bukti bahwa kepedulian lingkungan dapat tumbuh dari tingkat yang paling dekat dengan warga: kelurahan.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Pemkot Banjarbaru melalui Kelurahan Guntung Paikat mengembangkan pengelolaan sampah bernilai ekonomi dan sosial.
  • Upaya ini mendapat apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri pada Minggu, 1 November 2026.
  • Sampah yang dikelola dengan benar dapat bernilai ekonomi melalui daur ulang dan bank sampah.
  • Pengelolaan sampah berbasis warga juga membangun kebersamaan dan kepedulian lingkungan.
  • Keberlanjutan program membutuhkan konsistensi, perluasan ke kelurahan lain, dan dukungan pemerintah kota.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *