Sunday, 1 November 2026
Lingkungan

Karhutla Masih Mengancam, Hotspot di Kalimantan Tengah Tembus 1.123 Titik

Asap kebakaran hutan dan lahan mengepul di wilayah Kalimantan

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mengancam wilayah Kalimantan Tengah. Laporan terbaru mencatat jumlah titik panas atau hotspot di provinsi itu tembus 1.123 titik, menandakan tekanan kebakaran lahan di wilayah tersebut belum mereda.

Data titik panas dihimpun melalui Sistem Pemantauan Karhutla (SiPongi) Kementerian Kehutanan yang bersumber dari satelit NASA Terra dan Aqua, SNPP, serta NOAA-20. Perlu dipahami, hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan, bukan penghitungan langsung jumlah kebakaran atau luas lahan terbakar. Karena itu, setiap temuan hotspot tetap memerlukan verifikasi melalui patroli dan pengecekan langsung di lapangan atau groundcheck.

Kalimantan Tengah masih menjadi salah satu wilayah prioritas penanganan. Petugas terus melakukan pemadaman kebakaran bawah permukaan di sejumlah kawasan gambut, termasuk Taman Nasional Sebangau dan Taman Nasional Tanjung Puting. Laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan menunjukkan pemadaman masih berlangsung di kawasan Taman Nasional Sebangau, tepatnya di Sungai Koran dan sekitar Tjilik Riwut Kilometer 32, Palangka Raya.

Dalam pemantauan hingga Jumat, 30 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB, jumlah titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Indonesia mencapai 160 titik, bertambah enam titik dibandingkan sehari sebelumnya. Kalimantan Tengah mencatat 12 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi dalam pemantauan tersebut, dan jumlah itu turun dari 17 titik pada pemantauan sebelumnya. Namun, penurunan tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kondisi kebakaran di lapangan, karena sebagian titik api berada di lahan gambut yang sulit dipadamkan.

Menteri Kehutanan sebelumnya meminta seluruh pihak memanfaatkan potensi hujan hingga awal November untuk mempercepat pembasahan lahan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana juga mengerahkan operasi pemadaman dari udara di sejumlah wilayah Kalimantan, termasuk operasi modifikasi cuaca untuk membantu pembasahan kawasan yang terbakar.

Ancaman karhutla tidak hanya soal luas lahan. Asap kebakaran berdampak pada kesehatan masyarakat, mengganggu aktivitas penerbangan dan pendidikan, serta mengancam habitat satwa liar di kawasan gambut. Karena itu, pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat di sekitar kawasan rawan diminta meningkatkan kewaspadaan, tidak membuka lahan dengan cara membakar, dan segera melaporkan temuan titik api kepada petugas terdekat.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Hotspot di Kalimantan Tengah dilaporkan tembus 1.123 titik, menandakan ancaman karhutla masih tinggi.
  • Data hotspot berasal dari SiPongi Kementerian Kehutanan dengan pantauan satelit NASA Terra dan Aqua, SNPP, serta NOAA-20.
  • Hotspot adalah indikasi anomali suhu permukaan dan memerlukan verifikasi lapangan, bukan hitungan langsung kebakaran.
  • Pemadaman kebakaran bawah permukaan masih berlanjut di kawasan gambut Taman Nasional Sebangau dan Tanjung Puting.
  • Pemerintah mengerahkan operasi pemadaman dari udara dan meminta pemanfaatan potensi hujan hingga awal November untuk pembasahan lahan.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *