Sunday, 1 November 2026
Nasional

Bolivia Tetapkan Darurat Nasional Hadapi El Nino, 63 Komunitas Sudah Dilanda Kekeringan

Tanah kering yang retak di taman kota, menggambarkan kekeringan akibat El Nino

Presiden Bolivia Rodrigo Paz menetapkan status darurat nasional untuk menghadapi dampak fenomena cuaca El Nino. Keputusan itu diumumkan pada Sabtu (31/10/2026) melalui pesan yang direkam dan disiarkan televisi pemerintah Bolivia, sebagai langkah antisipasi sebelum dampak terburuk fenomena tersebut meluas.

Paz menandatangani dekret darurat nasional sebagai tindakan yang diambil lebih awal dan terkoordinasi dengan kerja sama internasional. Tujuannya adalah mengerahkan sumber daya ekonomi dan manusia untuk menangani fenomena yang diperkirakan membawa pukulan sangat berat bagi Bolivia, berupa kekeringan sekaligus banjir.

Dekret bernomor 5759 itu telah diterbitkan dalam Lembaran Negara dan menyatakan darurat nasional atas risiko yang segera terjadi berupa embun beku, hujan es, kebakaran hutan, banjir, luapan sungai, dan limpasan air yang berkaitan dengan fenomena El Nino 2026-2027.

Menurut Paz, sebanyak 63 komunitas sudah menderita dan secara resmi menyatakan diri dalam kondisi kekeringan, sementara komunitas lainnya bersiap menghadapi kemungkinan banjir dalam beberapa bulan ke depan. Pemerintah tidak merinci wilayah atau kelompok penduduk mana yang paling terdampak.

Wakil Kementerian Pertahanan Sipil Bolivia pada pekan yang sama memperingatkan bahwa sedikitnya 78.217 keluarga telah terdampak kekeringan akibat El Nino. Keluarga-keluarga itu tersebar di tujuh dari sembilan wilayah di negara tersebut, dan laporan pemerintah lain menyebut hampir 80.000 keluarga di enam departemen terdampak kekurangan air.

Kekeringan itu juga memukul sektor peternakan. Laporan pemerintah mencatat lebih dari 75.000 ekor ternak mati, sementara peternak menghadapi kekurangan pakan hewan di tengah menurunnya ketersediaan air.

Paz menyampaikan bahwa pada tahun lalu tercatat lebih dari 2.600.000 hektare lahan terbakar, sedangkan pada tahun ini angkanya tidak melebihi 70.000 hektare. Capaian itu dikaitkan dengan kerja pelestarian lingkungan yang didorong pemerintahannya.

Untuk menghadapi situasi tersebut, Paz menegaskan perlunya kerja sama semua lembaga, termasuk pemerintah kota, pemerintah provinsi, Angkatan Bersenjata, dan kepolisian. Ia juga meminta dukungan komunitas internasional agar dampak kekeringan dan banjir yang akan datang dapat ditekan seminimal mungkin.

El Nino adalah fenomena pemanasan suhu permukaan laut di atas normal di Samudra Pasifik bagian khatulistiwa yang melemahkan angin pasat. Gangguan itu mengubah pola atmosfer dan memicu kekeringan di satu wilayah serta hujan lebat yang diikuti banjir di wilayah lain.

Perserikatan Bangsa-Bangsa pada pekan yang sama memperingatkan bahwa episode El Nino yang sedang berlangsung berpotensi berkekuatan belum pernah terjadi sebelumnya, dengan dampak yang dapat melanda Amerika Latin, Afrika bagian timur dan selatan, Asia, serta kawasan Pasifik.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Presiden Bolivia Rodrigo Paz menetapkan darurat nasional pada Sabtu (31/10/2026) lewat Dekret 5759 untuk mengerahkan sumber daya ekonomi dan manusia menghadapi El Nino 2026-2027.
  • Sebanyak 63 komunitas sudah menyatakan diri dalam kondisi kekeringan, sementara komunitas lain bersiap menghadapi kemungkinan banjir.
  • Wakil Kementerian Pertahanan Sipil mencatat sedikitnya 78.217 keluarga terdampak kekeringan di tujuh dari sembilan wilayah, dengan lebih dari 75.000 ekor ternak mati.
  • El Nino adalah pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik khatulistiwa yang memicu kekeringan di satu wilayah serta hujan lebat dan banjir di wilayah lain.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *