Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tiba di Istanbul, Turkiye, dan mengadakan pertemuan dengan Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan di Kantor Kerja Dolmabahce. Pertemuan itu digelar bertepatan dengan Hari Laut Hitam Internasional dan dilanjutkan dengan konferensi pers bersama kedua pemimpin.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin membahas secara menyeluruh upaya perdamaian di Ukraina, situasi keamanan di Laut Hitam, serta kerja sama bilateral kedua negara. Sebagian besar pembicaraan difokuskan pada persoalan Laut Hitam yang menjadi ruang keamanan bersama bagi Turkiye dan negara-negara tetangganya di kawasan itu.
Zelensky menyampaikan bahwa ia dan Erdogan sepakat untuk menggarap koridor biji-bijian Laut Hitam. Tujuannya adalah memastikan koridor tersebut tetap ada dan berfungsi secara efektif, termasuk dengan membahas sejumlah gagasan dan usulan baru yang dapat membantu, salah satunya ketahanan pangan.
Erdogan menyatakan keprihatinannya atas meningkatnya ketegangan di Laut Hitam. Ia menegaskan bahwa serangan terhadap kapal-kapal sipil tidak dapat diterima, dari pihak mana pun serangan itu berasal, karena tidak memberi manfaat bagi siapa pun.
Presiden Turkiye itu menambahkan bahwa pembicaraan mengenai pemulihan keselamatan pelayaran di Laut Hitam akan terus berlanjut, termasuk dengan membahas persoalan tersebut bersama Rusia. Ia juga menyampaikan bahwa Turkiye dapat berkontribusi pada pembangunan kembali Ukraina, dengan perusahaan-perusahaan Turki yang tetap beroperasi di tengah perang dan dapat berperan penting dalam rekonstruksi.
Pertemuan di Istanbul itu juga menyinggung persiapan pembicaraan Ukraina, Amerika Serikat, dan Rusia yang direncanakan pada paruh pertama November. Zelensky menyampaikan bahwa kemungkinan pertemuan tingkat pemimpin dari tiga pihak itu digelar di Turkiye turut dibahas bersama Erdogan, meski belum ada keputusan final mengenai tempat dan jadwalnya.
Di bidang ekonomi, kedua pemimpin membahas proyek industri dan ekonomi bersama. Erdogan menyebut perjanjian perdagangan bebas yang ditandatangani kedua negara pada 2022 telah berlaku sejak 1 Oktober dan diharapkan berkontribusi pada target volume perdagangan sebesar 10 miliar dolar AS.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Zelensky juga mengunjungi Patriarkat Ekumenis Fener dan bertemu dengan Patriark Bartholomeos. Kunjungan itu menjadi bagian dari agenda Zelensky selama berada di Istanbul.
Kesepakatan untuk terus menggarap koridor biji-bijian Laut Hitam itu dinilai penting bagi stabilitas pasokan pangan. Koridor tersebut menjadi jalur pengiriman hasil pertanian Ukraina melalui pelabuhan-pelabuhan Laut Hitam di tengah perang yang masih berlangsung.
Apa poin penting dari berita ini?
- Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bertemu Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan di Kantor Kerja Dolmabahce, Istanbul, bertepatan dengan Hari Laut Hitam Internasional.
- Kedua pemimpin sepakat menggarap koridor biji-bijian Laut Hitam agar tetap ada dan berfungsi secara efektif, termasuk membahas gagasan baru soal ketahanan pangan.
- Erdogan mengecam serangan terhadap kapal-kapal sipil di Laut Hitam dan menyatakan pembicaraan soal keselamatan pelayaran akan terus berlanjut, termasuk bersama Rusia.
- Pertemuan itu juga membahas persiapan pembicaraan Ukraina, Amerika Serikat, dan Rusia pada paruh pertama November serta kemungkinan pertemuan tingkat pemimpin di Turkiye.


