Sunday, 1 November 2026
Kesehatan

BPOM Edukasi Warga Lewat AMRun 2026 di Denpasar, 80 Persen Antibiotik Dipakai Tanpa Resep

Peserta Self-Care AMRun 5K 2026 berkaus hijau dalam kegiatan edukasi BPOM di Denpasar

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mengedukasi masyarakat mengenai pencegahan resistensi antimikroba (AMR) melalui kegiatan lari bersama Self-Care AMRun 2026 di Denpasar, Bali, Minggu (1/11/2026). Kegiatan itu menjadi acara utama BPOM dalam rangka Pekan Kesadaran Resistensi Antimikroba Sedunia (World AMR Awareness Week).

Kepala BPOM Taruna Ikrar menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya edukasi publik BPOM yang dilakukan bersama industri farmasi dan kementerian terkait. Melalui olahraga dan jangkauan publik, BPOM menegaskan bahwa resistensi antimikroba telah menjadi ancaman kesehatan yang nyata di tengah masyarakat.

Dalam kegiatan sepanjang lima kilometer itu, peserta diajak memahami pentingnya penggunaan obat secara bertanggung jawab. Edukasi tersebut menyasar kebiasaan masyarakat yang masih sering menggunakan antibiotik tanpa pengawasan tenaga medis.

Data evaluasi BPOM yang dikumpulkan sejak 2022 hingga 2025 menunjukkan bahwa proporsi penggunaan antibiotik tanpa resep dokter masih mendekati 80 persen. Angka yang tinggi itu dinilai berkontribusi langsung pada meningkatnya resistensi bakteri terhadap antibiotik.

Taruna Ikrar juga menyampaikan bahwa tingkat resistensi bakteri terhadap penisilin telah mencapai 43 persen. Temuan itu menjadi peringatan bahwa ancaman resistensi antimikroba sudah berada di depan mata dan masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti anjuran dokter.

Resistensi antimikroba terjadi ketika bakteri, virus, jamur, atau parasit tidak lagi mempan terhadap obat yang sebelumnya efektif membasminya. Akibatnya, infeksi menjadi lebih sulit diobati, perawatan berlangsung lebih lama, dan risiko penyebaran penyakit serta kematian meningkat.

BPOM menilai edukasi masyarakat menjadi bagian terpenting dalam mencegah penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Taruna Ikrar menegaskan bahwa bukan hanya sanksi yang perlu diperkuat, melainkan yang paling penting adalah edukasinya, sebab bila terjadi pandemi senyap, dampaknya akan dirasakan oleh semua orang.

Untuk mencegah dampak yang lebih luas, BPOM memperkuat pengawasan menyeluruh dari hulu ke hilir melalui unit pelaksana teknis di seluruh Indonesia. Pengawasan itu mencakup setiap tahap, mulai dari penelitian dan praktik produksi yang baik, persetujuan pemasaran, rantai distribusi, hingga pemantauan pascapasar di apotek dan masyarakat.

Melalui kegiatan seperti AMRun, BPOM berharap kesadaran masyarakat tumbuh bahwa resistensi antimikroba merupakan ancaman nyata. Penggunaan antibiotik secara bijak, hanya dengan resep dokter dan sesuai anjuran, menjadi kunci agar obat-obatan penting itu tetap manjur bagi generasi mendatang.

Apa poin penting dari berita ini?

  • BPOM mengedukasi masyarakat soal pencegahan resistensi antimikroba lewat Self-Care AMRun 2026 di Denpasar, Bali, Minggu (1/11/2026), sebagai acara utama Pekan Kesadaran Resistensi Antimikroba Sedunia.
  • Data BPOM 2022 hingga 2025 menunjukkan penggunaan antibiotik tanpa resep dokter masih mendekati 80 persen, dan resistensi bakteri terhadap penisilin mencapai 43 persen.
  • Kepala BPOM Taruna Ikrar menegaskan edukasi sebagai bagian terpenting, sebab bila terjadi pandemi senyap, dampaknya akan dirasakan oleh semua orang.
  • BPOM memperkuat pengawasan dari hulu ke hilir, mulai dari penelitian dan produksi, persetujuan pemasaran, distribusi, hingga pemantauan pascapasar di apotek dan masyarakat.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *