Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus berusaha mewujudkan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik di bidang kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Upaya dalam mewujudkan komitmen itu juga menjangkau para penderita strok, yang menjadi salah satu penyakit dengan dampak kecacatan dan kematian tinggi bila tidak ditangani cepat.
Penasihat Khusus Presiden Bidang Kesehatan, Terawan Agus Putranto, menyampaikan hal itu dalam momentum World Stroke Day 2026. Ia berpidato pada acara World Stroke Day 2026 di Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2026, dan pernyataannya disampaikan melalui siaran pers kantornya pada Jumat, 30 Oktober 2026.
Momentum World Stroke Day 2026 ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memperkuat kampanye kesadaran masyarakat tentang bahaya strok, kata Terawan. Menurutnya, hal penting soal strok ialah upaya pencegahannya dan membiasakan hidup sehat, karena banyak faktor risiko strok yang dapat dikendalikan melalui gaya hidup.
Terawan yang merupakan pensiunan TNI berlatar belakang dokter menjelaskan gejala strok yang muncul secara tiba-tiba bisa dikenali melalui perubahan bentuk wajah pada salah satu sisi, kelemahan pada lengan atau kaki, dan gangguan dalam berbicara maupun memahami pembicaraan. Tanda-tanda tersebut menjadi peringatan dini yang perlu segera ditindaklanjuti.
Oleh karena itu, orang yang terkena strok berada dalam kondisi gawat darurat secara medis sehingga membutuhkan penanganan cepat dan tepat. Keterlambatan penanganan dapat memperburuk kerusakan jaringan otak dan meningkatkan risiko kecacatan permanen, sehingga pengenalan gejala sejak dini dan akses cepat ke fasilitas kesehatan menjadi kunci.
Terawan sendiri dikenal sebagai mantan ketua Tim Dokter Kepresidenan yang kini mengemban tugas sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Kesehatan. Dalam perannya, ia mendorong penguatan layanan kesehatan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk kampanye pencegahan penyakit tidak menular seperti strok.
Peringatan World Stroke Day setiap tahun menjadi pengingat bahwa pencegahan strok dimulai dari kebiasaan sehari-hari: menjaga pola makan, aktif bergerak, mengendalikan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol, serta tidak merokok. Pemerintah berharap kampanye kesadaran seperti ini mendorong masyarakat lebih peduli pada kesehatan diri dan keluarga, sehingga beban penyakit strok dapat ditekan.
Apa poin penting dari berita ini?
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus berupaya mewujudkan komitmen pelayanan kesehatan terbaik bagi seluruh masyarakat, termasuk bagi penderita strok, ditegaskan Penasihat Khusus Presiden Bidang Kesehatan Terawan Agus Putranto dalam World Stroke Day 2026 di Jakarta pada Rabu, 28 Oktober 2026. Terawan menyebut momentum itu sebagai bukti keseriusan pemerintah memperkuat kampanye kesadaran bahaya strok, dengan pencegahan dan gaya hidup sehat sebagai hal penting. Gejala strok yang muncul tiba-tiba dapat dikenali dari perubahan bentuk wajah satu sisi, kelemahan lengan atau kaki, serta gangguan berbicara dan memahami pembicaraan, dan penderita strok berada dalam kondisi gawat darurat medis yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat.


