Sekretaris Kabinet Letkol Inf Teddy Indra Wijaya mendapat penilaian sebagai pejabat Kabinet Merah Putih dengan kinerja terbaik selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Penilaian itu berasal dari hasil survei IndocPolls yang diumumkan di Jakarta pada Jumat, 30 Oktober 2026.
Dalam survei tersebut, Teddy Indra Wijaya meraih 15,8 persen dan menempati posisi teratas. Menteri Pertanian Amran Sulaiman berada di urutan berikutnya dengan 13,6 persen, disusul Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti di posisi ketiga dengan 6,5 persen. Selisih perolehan Teddy dan Amran terpaut 2,2 poin persentase.
Survei IndocPolls dilaksanakan pada 15 hingga 20 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden di 38 provinsi. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan teknik penarikan sampel acak bertingkat, pada tingkat kepercayaan 95 persen dan perkiraan margin of error sekitar 2,9 persen. Survei ini mengukur persepsi publik, bukan laporan menyeluruh atas semua program pemerintah.
Direktur Komunikasi IndocPolls, Taufik Ch, mengaitkan posisi Teddy dengan perannya yang strategis di sekitar Presiden. Sebagai Sekretaris Kabinet, Teddy bertugas menjembatani koordinasi dengan jajaran menteri dan pejabat lainnya. Kerja koordinasi yang berjalan efektif di mata publik menjadi salah satu alasan namanya menempati posisi teratas dalam penilaian kinerja pejabat.
Di sisi lain, capaian sektor pangan turut menjadi sorotan dalam evaluasi dua tahun pemerintahan ini. Salah satu capaian yang disorot adalah Cadangan Beras Pemerintah yang mencapai rekor 5,4 juta ton pada Juli 2026. Capaian tersebut membantu menjelaskan mengapa Menteri Pertanian Amran Sulaiman menempati urutan kedua dengan perolehan yang tidak jauh dari posisi teratas.
Pada ujung yang berbeda, Menteri Agraria dan Tata Ruang sekaligus Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid disebut sebagai pejabat dengan penilaian terburuk, dengan perolehan hanya 0,17 persen. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo juga berada di papan bawah dengan 0,25 persen. Rendahnya penilaian terhadap Nusron dikaitkan dengan sorotan publik terhadap sejumlah persoalan hukum yang menyeret pejabat di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang.
Hasil survei seperti ini perlu dibaca secara proporsional. Angka-angka tersebut menggambarkan persepsi publik pada waktu survei dilakukan, yang dapat dipengaruhi pemberitaan, kedekatan pejabat dengan Presiden, serta isu-isu yang sedang ramai diperbincangkan. Bagi pemerintah, hasil ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat kinerja kementerian yang dinilai tertinggal, sementara bagi publik, survei menjadi salah satu cara mengawasi jalannya pemerintahan.
Apa poin penting dari berita ini?
Survei IndocPolls pada 15 hingga 20 Oktober 2026 menempatkan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sebagai pejabat berkinerja terbaik dengan 15,8 persen, disusul Menteri Pertanian Amran Sulaiman dengan 13,6 persen dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dengan 6,5 persen. Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid disebut sebagai pejabat dengan penilaian terburuk dengan 0,17 persen. Survei melibatkan 1.200 responden di 38 provinsi melalui wawancara tatap muka dengan margin of error sekitar 2,9 persen, dan hasilnya menggambarkan persepsi publik terhadap dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.


