PT Air Minum Jaya atau PAM Jaya mencatat total 1.222.484 pelanggan hingga September 2026. Capaian tersebut menunjukkan berlanjutnya perluasan layanan air minum perpipaan di Jakarta, yang dikelola perusahaan daerah milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu sebagai penyedia air minum bagi warga ibu kota.
Jumlah pelanggan itu bertambah dibandingkan akhir tahun 2025, ketika PAM Jaya melayani total 1.178.022 pelanggan dengan tingkat cakupan pelayanan mencapai 80,24 persen. Pertambahan puluhan ribu pelanggan dalam sembilan bulan pertama 2026 menandakan jaringan perpipaan terus diperluas ke permukiman yang sebelumnya belum terjangkau air perpipaan.
Cakupan layanan PAM Jaya dilaporkan telah menyentuh angka sekitar 82 persen dan melayani sekitar 8,9 juta jiwa. Bagi kota sebesar Jakarta, setiap tambahan sambungan baru berarti berkurangnya ketergantungan warga pada air tanah. Penggunaan air tanah yang berlebihan selama puluhan tahun dikaitkan dengan penurunan muka tanah, sehingga peralihan ke air perpipaan menjadi bagian penting dari upaya menjaga keberlanjutan kota.
Perluasan jaringan membutuhkan investasi besar. Bentangan jaringan perpipaan PAM Jaya saat ini berada di kisaran 13.200 kilometer. Untuk mencapai interkoneksi penuh, perusahaan masih harus menambah pipa sepanjang lebih dari 2.000 kilometer dalam beberapa tahun ke depan, seiring target cakupan layanan 100 persen pada 2029 dengan target pengembangan kapasitas produksi hingga 32.950 liter per detik dan jaringan perpipaan sepanjang 16.234 kilometer.
Sejak 2025, PAM Jaya menghadirkan program sambungan baru air perpipaan secara gratis bagi warga Jakarta dengan luas rumah kurang dari 70 meter persegi. Program semacam ini penting karena biaya sambungan sering menjadi hambatan bagi keluarga berpenghasilan rendah, padahal merekalah yang paling membutuhkan akses air bersih yang aman dan terjangkau.
Di sisi tata kelola, PAM Jaya memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik sebagai fondasi perluasan layanan. Berdasarkan penilaian tata kelola perusahaan tahun 2025, PAM Jaya memperoleh skor 87,099 dengan predikat sangat baik, meningkat 1,199 poin dibandingkan hasil penilaian tahun 2024 yang mencapai 85,9. Penguatan tata kelola diharapkan mendukung kesiapan perusahaan menghadapi pengembangan layanan sekaligus mempercepat pencapaian target.
Ke depan, tantangan PAM Jaya bukan hanya menambah jumlah pelanggan, tetapi menjaga kualitas dan kontinuitas pasokan air di seluruh wilayah layanan. Perluasan jaringan harus diiringi revitalisasi pipa lama untuk menekan kehilangan air, peningkatan kapasitas produksi, serta penanganan pengaduan pelanggan yang cepat, agar pertambahan pelanggan benar-benar dirasakan sebagai perbaikan layanan, bukan sekadar angka.
Apa poin penting dari berita ini?
PAM Jaya mencatat total 1.222.484 pelanggan hingga September 2026, bertambah dari 1.178.022 pelanggan pada akhir 2025 dengan cakupan pelayanan 80,24 persen. Cakupan layanan dilaporkan telah menyentuh sekitar 82 persen atau sekitar 8,9 juta jiwa, dengan jaringan perpipaan sekitar 13.200 kilometer. Perusahaan menargetkan cakupan layanan 100 persen pada 2029, didukung program sambungan baru gratis bagi warga dengan luas rumah kurang dari 70 meter persegi dan skor tata kelola perusahaan 87,099 pada penilaian tahun 2025.


