Sunday, 1 November 2026
Hukum

Polda Metro Jaya Dalami Hasil Pemeriksaan Psikologi Tersangka Penembakan di Mako Polairud

A police officer in uniform amidst a crowd at an outdoor event, conveying security presence.

Kepolisian Daerah Metro Jaya masih mendalami hasil pemeriksaan psikologi Bharada Andika Ramadani (AR), tersangka penembakan sesama anggota kepolisian yang menewaskan Bharatu Laurentius Valdo Fernandez di Mako Polairud, Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Perkembangan itu disampaikan Polda Metro Jaya pada Sabtu (31/10/2026), setelah tersangka menjalani wawancara psikologi di Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokkes) Polda Metro Jaya.

Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya, AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar, menjelaskan bahwa Andika mampu memberikan keterangan selama pemeriksaan berita acara pemeriksaan (BAP) dengan baik. Tersangka juga telah menjalani wawancara psikologi. Namun, hasil pemeriksaan tersebut belum dapat disimpulkan karena masih membutuhkan penelaahan lebih lanjut oleh tenaga ahli.

Peristiwa penembakan itu terjadi pada Jumat, 16 Oktober 2026, sekitar pukul 05.30 WIB, di Mako Polairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Korban, Bharatu Valdo, meninggal dunia setelah ditembak rekannya sesama anggota Polri. Berdasarkan hasil autopsi, korban mengalami empat luka tembak proyektil di bagian kepala. Polda Metro Jaya telah menetapkan Bharada Andika Ramadani sebagai tersangka dan melakukan penahanan di Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Sejumlah aspek masih didalami penyidik, antara lain motif penembakan, penggunaan senjata api, dugaan perundungan, serta kemungkinan keterlibatan orang lain. Penyidik juga masih menganalisis rekaman kamera pengawas (CCTV) untuk memetakan konstruksi peristiwa secara utuh dan objektif, mulai dari sebelum, saat kejadian, hingga sesudah penembakan. Analisis ini penting agar kesimpulan tidak dibangun di atas asumsi atau potongan video yang belum utuh.

Pemeriksaan psikologi dalam perkara seperti ini bukan sekadar formalitas. Kondisi kejiwaan tersangka perlu dipahami secara profesional karena dapat memengaruhi jalannya penyidikan, termasuk bagaimana keterangan tersangka dinilai dan bagaimana proses hukum selanjutnya berjalan. Karena itu, polisi menegaskan bahwa hasil pemeriksaan ahli harus ditunggu hingga prosesnya selesai, dan tidak dapat disimpulkan dalam satu atau dua hari.

Selain proses pidana, tersangka juga dijadwalkan menjalani pemeriksaan kode etik profesi kepolisian. Sidang etik belum dilaksanakan karena proses penanganan perkara masih berjalan. Polda Metro Jaya memastikan penyidikan ditangani secara ketat, profesional, transparan, dan akuntabel, guna memberikan kepastian hukum bagi keluarga korban maupun masyarakat.

Kasus ini menyisakan duka bagi keluarga korban dan menjadi ujian bagi institusi kepolisian untuk membuktikan bahwa penegakan hukum berlaku sama bagi siapa pun, termasuk terhadap anggotanya sendiri. Hingga hasil pemeriksaan psikologi dan analisis CCTV selesai, publik diminta menunggu keterangan resmi, sementara penyidik terus melengkapi berkas perkara.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Polda Metro Jaya masih mendalami hasil pemeriksaan psikologi Bharada Andika Ramadani, tersangka penembakan yang menewaskan Bharatu Laurentius Valdo Fernandez di Mako Polairud, Pondok Cabe.
  • Tersangka telah menjalani wawancara psikologi di Bidokkes Polda Metro Jaya dan mampu memberikan keterangan dalam BAP, tetapi hasilnya belum dapat disimpulkan dan masih dianalisis tim ahli.
  • Penembakan terjadi pada Jumat, 16 Oktober 2026, sekitar pukul 05.30 WIB, dan korban mengalami empat luka tembak proyektil di bagian kepala berdasarkan hasil autopsi.
  • Penyidik masih mendalami motif, penggunaan senjata api, dugaan perundungan, kemungkinan keterlibatan orang lain, serta menganalisis rekaman CCTV.
  • Tersangka telah ditahan dan dijadwalkan menjalani pemeriksaan kode etik profesi, sementara Polda Metro Jaya memastikan penyidikan berjalan profesional dan transparan.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *