Tekanan darah memiliki dampak besar pada kesehatan kardiovaskular dan tubuh secara keseluruhan. Ketika tekanan darah tinggi atau hipertensi terjadi, jantung dipaksa bekerja lebih keras untuk memompa darah, dan kondisi ini dapat memberi tekanan pada berbagai area tubuh, termasuk arteri, saraf, hingga ginjal. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, tekanan darah tinggi sering kali muncul tanpa gejala, sehingga memiliki alat pemantau tekanan darah di rumah menjadi investasi penting bagi mereka yang berisiko atau ingin menjaga kesehatan.
Namun, ada cara yang benar dan salah dalam melakukan pengecekan, termasuk menentukan waktu terbaik untuk mengambil data. American Heart Association merekomendasikan agar pengecekan dilakukan pada waktu yang sama setiap hari untuk memudahkan perbandingan angka, dengan dua kali pembacaan dan jeda satu menit di antaranya. Pembacaan yang salah dapat meningkatkan risiko pemeriksaan medis yang tidak perlu atau justru melewatkan kondisi kesehatan yang serius.
Ahli kardiologi dari Providence Saint John’s Health Center, Dr. Rigved Tadwalkar, menyarankan agar pasien berkonsultasi dengan dokter mengenai waktu spesifik, terutama jika sedang mengonsumsi obat tekanan darah. Sementara itu, Dr. Dawn Warner Kershner dari The Heart Center at Mercy menyebutkan bahwa tidak ada satu waktu tunggal yang dianggap terbaik untuk semua orang. Ia biasanya meminta pasien memeriksa tekanan darah pada waktu yang berbeda dalam sehari untuk memastikan mereka terlindungi dengan baik selama 24 jam.
Meski demikian, Dr. Tadwalkar mengingatkan agar tidak terlalu obsesif. Mengecek terlalu sering dalam sehari justru dapat memicu kecemasan yang berujung pada angka tekanan darah yang lebih tinggi dari seharusnya. Kuncinya adalah keteraturan, bukan frekuensi berlebihan.
Secara umum, target tekanan darah yang ideal adalah 120/80 mmHg. Panduan pembacaan menurut American Heart Association adalah sebagai berikut: normal bila sistolik kurang dari 120 mmHg dan diastolik kurang dari 80 mmHg; meningkat bila sistolik 120 hingga 129 mmHg dan diastolik kurang dari 80 mmHg; hipertensi tahap 1 bila sistolik 130 hingga 139 mmHg atau diastolik 80 hingga 89 mmHg; dan hipertensi tahap 2 bila sistolik 140 mmHg atau lebih tinggi, atau diastolik 90 mmHg atau lebih tinggi. Khusus untuk orang di atas usia 50 tahun, angka sistolik menjadi indikator risiko penyakit jantung yang lebih signifikan karena menandakan kekakuan arteri atau penumpukan plak.
Soal perangkat, meskipun banyak jam tangan pintar kini dilengkapi fitur pemantau tekanan darah, para ahli tetap menyarankan penggunaan alat tensi dengan manset standar. Dr. Janet M. O’Mahony dari Mercy Medical Center menegaskan bahwa pelacak kebugaran sering kali tidak akurat karena tidak memiliki manset yang dapat mengembang untuk menekan arteri. Jam tangan pintar sebaiknya hanya digunakan sebagai gambaran umum, bukan sebagai rujukan medis utama, dan hasil pembacaan yang dipakai sebaiknya berasal dari perangkat yang telah dikalibrasi.
Untuk mendapatkan hasil yang akurat, Dr. Hoang Nguyen dari MemorialCare Heart and Vascular Institute menyarankan untuk menghindari hal-hal berikut dalam 30 menit sebelum pengecekan: merokok, mengonsumsi minuman berkafein seperti kopi atau teh, dan berolahraga. Selain itu, pastikan kandung kemih dalam keadaan kosong dan lepaskan pakaian yang menutupi lengan yang akan diperiksa.
Segera hubungi bantuan medis jika tekanan darah mencapai lebih dari 180/120 mmHg dan disertai gejala seperti sakit kepala hebat, perubahan penglihatan, nyeri dada, sesak napas, atau mati rasa. Untuk hasil yang akurat, gunakan manset lengan dengan ukuran yang pas, duduk tenang selama tiga hingga lima menit sebelum mulai mengecek, letakkan kedua kaki rata di lantai, duduk di kursi dengan sandaran tegak, posisikan lengan di atas permukaan yang sejajar dengan ketinggian jantung, dan catat setiap hasil pembacaan dengan teliti untuk ditunjukkan kepada dokter pada jadwal pemeriksaan berikutnya.
Apa poin penting dari berita ini?
- Tekanan darah tinggi sering muncul tanpa gejala, sehingga pemantauan di rumah menjadi penting bagi mereka yang berisiko.
- American Heart Association merekomendasikan pengecekan pada waktu yang sama setiap hari, dengan dua kali pembacaan dan jeda satu menit di antaranya.
- Tidak ada satu waktu tunggal yang terbaik untuk semua orang; dokter dapat menyarankan pengecekan pada waktu berbeda untuk memastikan perlindungan selama 24 jam.
- Target tekanan darah yang ideal adalah 120/80 mmHg, dengan kategori normal, meningkat, hipertensi tahap 1, dan hipertensi tahap 2 menurut American Heart Association.
- Alat tensi bermanset yang terkalibrasi lebih akurat daripada jam tangan pintar, yang sebaiknya hanya dipakai sebagai gambaran umum.
- Hindari merokok, kafein, dan olahraga dalam 30 menit sebelum pengecekan, dan segera cari bantuan medis bila tekanan darah melebihi 180/120 mmHg disertai gejala berat.

