Saturday, 31 October 2026
Politik

Pilkades Elektronik di 92 Desa, Sumedang Raih Penghargaan Transformasi Digital

Warga desa menggunakan perangkat elektronik untuk memilih kepala desa

Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, sukses menggelar Pemilihan Kepala Desa secara elektronik atau e-voting di 92 desa pada Rabu, 28 Oktober 2026. Pemilihan serentak berbasis digital itu melibatkan 423 tempat pemungutan suara dan jumlah pemilih mencapai lebih dari 270.000 orang, menjadikannya salah satu penerapan demokrasi digital terbesar di tingkat desa.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meninjau langsung pelaksanaan Pilkades digital di TPS 01, Kantor Desa Cibeureum Wetan, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang. Ia memberikan apresiasi atas pelaksanaan pemilihan secara elektronik di seluruh desa peserta di Sumedang dan menyebut langkah itu sebagai upaya agar demokrasi berjalan seiring perkembangan teknologi. Menurutnya, penggunaan perangkat elektronik membuat biaya penyelenggaraan lebih murah karena tidak ada lagi pencetakan kertas suara, waktu pelaksanaan lebih pendek terutama dalam penghitungan suara, serta potensi kecurangan dapat diminimalkan.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat atas dukungan terhadap pelaksanaan Pilkades elektronik secara serentak. Ia memastikan pemilihan kepala desa berbasis digital yang pertama kali diterapkan secara serentak di seluruh desa peserta di Kabupaten Sumedang tersebut berjalan dengan lancar.

Keberhasilan itu berbuah penghargaan. Kabupaten Sumedang meraih penghargaan transformasi digital dalam ajang Bandung Digital Safety Forum 2026. Penghargaan tersebut diterima Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila di Pendopo Wali Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, pada Kamis, 29 Oktober 2026, dan diserahkan langsung oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Jawa Barat, Tantan Sulthon Bukhawan.

Forum tersebut digagas Persatuan Wartawan Indonesia Jawa Barat bersama Jurnalis Hukum Bandung, dengan dukungan Bank Rakyat Indonesia. Forum ini mengangkat tema ruang digital yang aman di era kecerdasan buatan, termasuk mitigasi risiko, perlindungan transaksi digital, dan penguatan kepercayaan publik. Dalam forum itulah penerapan e-voting di 92 desa menjadi salah satu capaian yang mendapat perhatian.

Anggota DPRD Kabupaten Sumedang juga mengapresiasi pelaksanaan Pilkades serentak berbasis digital itu. Anggota DPRD Herman Habibullah, saat melakukan monitoring di TPS 4 Desa Sayang, Kecamatan Jatinangor, menyebut pelaksanaan di seluruh tempat pemungutan suara di 92 desa sebagai sejarah bagi Sumedang dan berharap Pilkades digital dapat menjadi barometer bagi daerah lain, berjalan sukses tanpa menimbulkan persoalan.

Pengalaman Sumedang bukan yang pertama di Indonesia. Berdasarkan informasi Badan Riset dan Inovasi Nasional yang disampaikan pada Maret 2024, sekitar 1.700 desa di 28 kabupaten pada 15 provinsi telah menggunakan sistem e-voting untuk Pilkades sejak 2013. Di Jawa Barat, penerapan serupa sebelumnya dilakukan di Indramayu, Bekasi, dan Karawang, dan pemerintah provinsi berencana mendorong penerapan di Subang, Cianjur, Ciamis, dan Karawang. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jawa Barat menjelaskan bahwa Pilkades digital dirancang untuk meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas penyelenggaraan pemilihan dengan tetap menjaga kerahasiaan pilihan pemilih.

Apa poin penting dari berita ini?

Kabupaten Sumedang sukses menggelar Pilkades secara elektronik di 92 desa pada Rabu, 28 Oktober 2026, dengan 423 tempat pemungutan suara dan lebih dari 270.000 pemilih. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai Pilkades digital lebih murah, lebih cepat dalam penghitungan suara, dan dapat meminimalkan kecurangan. Atas capaian itu, Sumedang meraih penghargaan transformasi digital dalam Bandung Digital Safety Forum 2026 yang diterima Wakil Bupati M. Fajar Aldila pada Kamis, 29 Oktober 2026, dari Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Jawa Barat Tantan Sulthon Bukhawan.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *