Sunday, 1 November 2026
Teknologi

Deteksi Serangan Siber, Indodax Hentikan Sementara Setoran dan Penarikan

Ilustrasi peretas bertudung bekerja di depan sejumlah layar komputer dalam ruangan gelap

Platform perdagangan aset kripto Indodax menghentikan sementara layanan setoran dan penarikan pada Kamis (29/10/2026) setelah mendeteksi peningkatan upaya serangan siber terhadap sistemnya. Penghentian ini mencakup setoran dan penarikan dalam bentuk rupiah maupun aset kripto, dan diumumkan langsung oleh CEO Indodax William Sutanto melalui kanal resmi perusahaan.

William menjelaskan penghentian sementara tersebut diambil sebagai langkah pengamanan. Tim Indodax sedang melakukan evaluasi dan mitigasi terhadap sistem, dan layanan setoran serta penarikan baru akan dibuka kembali setelah keamanan dipastikan. Selama masa penghentian, pengguna belum dapat memindahkan dana masuk maupun keluar dari akun mereka melalui layanan yang terdampak.

Meski layanan transfer dihentikan, aktivitas perdagangan spot masih dapat diakses secara terbatas dan pengguna tetap bisa melihat saldo akun masing-masing. Indodax menegaskan seluruh aset pengguna tetap aman dan utuh. Perusahaan juga menyatakan belum menemukan indikasi penarikan tanpa izin maupun kebocoran data pengguna dalam pemeriksaan yang disampaikan saat pengumuman dibuat.

Keputusan ini diambil dengan cepat setelah sistem deteksi perusahaan menangkap peningkatan percobaan serangan. Indodax menyebut langkah tersebut sebagai tindakan pencegahan, bukan konfirmasi bahwa serangan telah berhasil menembus sistem. Dengan menghentikan jalur masuk dan keluar dana lebih dulu, perusahaan memberi ruang bagi tim keamanan untuk memeriksa sistem secara menyeluruh sebelum layanan kembali normal.

Indodax belum menetapkan waktu pasti pembukaan kembali layanan setoran dan penarikan, karena proses pemeriksaan dan perbaikan masih berjalan. William menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna dan berjanji perusahaan akan terus memberikan pembaruan melalui kanal resmi Indodax.

Peristiwa ini menjadi perhatian karena Indodax pernah menghadapi insiden keamanan sekitar dua tahun sebelumnya. Pada September 2024, peretasan terhadap sistem hot wallet perusahaan diduga menimbulkan kerugian sekitar 22 juta dolar Amerika Serikat. Perbedaannya, pada insiden 2024 aset dilaporkan telah dicuri sebelum layanan dihentikan, sementara pada kejadian Oktober 2026 perusahaan menyatakan mengambil langkah pencegahan setelah mendeteksi peningkatan upaya serangan dan belum menemukan kehilangan aset pelanggan.

Di tengah kejadian ini, regulator juga memperkuat perhatian terhadap keamanan siber di industri aset kripto. Otoritas Jasa Keuangan memperkuat pengawasan keamanan siber di industri tersebut, seiring meningkatnya risiko serangan terhadap platform perdagangan aset digital di dalam maupun luar negeri. Bagi pengguna, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya mengikuti pengumuman resmi platform dan tidak panik mengambil keputusan di luar jalur layanan yang tersedia.

Indodax sendiri menyatakan keamanan aset dan data pengguna selalu menjadi prioritas perusahaan. Layanan setoran dan penarikan akan dibuka kembali setelah perbaikan dan pengecekan keamanan selesai, dan pengguna diminta menunggu pembaruan resmi berikutnya sebelum melakukan transaksi transfer dana.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Indodax menghentikan sementara layanan setoran dan penarikan pada Kamis (29/10/2026) setelah mendeteksi peningkatan upaya serangan siber.
  • Penghentian mencakup setoran dan penarikan dalam bentuk rupiah maupun aset kripto, sementara perdagangan spot masih dapat diakses terbatas.
  • CEO Indodax William Sutanto menyatakan tim sedang melakukan evaluasi dan mitigasi, dan layanan dibuka kembali setelah keamanan dipastikan.
  • Indodax menyatakan aset pengguna tetap aman dan belum ditemukan penarikan tanpa izin maupun kebocoran data.
  • Pada September 2024, Indodax pernah menghadapi dugaan peretasan hot wallet dengan kerugian sekitar 22 juta dolar Amerika Serikat.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *