Sunday, 1 November 2026
Daerah

Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya Kembali Layani Penerbangan Usai Gangguan Kabut Asap

Pesawat di landasan bandara dilihat dari dalam terminal kaca, seorang perempuan dan dua anak mengamati dari balik kaca

Bandara Tjilik Riwut di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mulai melayani kembali penerbangan setelah aktivitasnya terganggu kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama lebih dari satu bulan. Pemulihan layanan itu berlangsung secara bertahap, dengan keselamatan penerbangan tetap menjadi acuan utama.

Humas Angkasa Pura Indonesia Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Andi Wiguna, mengonfirmasi penerbangan perdana usai gangguan asap telah berlangsung sejak Kamis, 29 Oktober 2026. Satu pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 550 dari Jakarta mendarat pada pukul 16.55 WIB, namun tidak ada penerbangan keberangkatan dari bandara tersebut pada hari itu.

Untuk Jumat, 30 Oktober 2026, bandara mencatat dua aktivitas penerbangan Garuda Indonesia, yakni keberangkatan menuju Jakarta dan kedatangan dari Jakarta. Andi menyebut operasional belum kembali normal sepenuhnya dan masih dilakukan secara bertahap, bergantung pada kesiapan maskapai, kondisi cuaca, serta pemenuhan persyaratan keselamatan penerbangan.

Gangguan kabut asap sebelumnya sempat membuat jarak pandang di landasan pacu hanya mencapai 100 hingga 150 meter. Kondisi itu berdampak langsung pada jadwal penerbangan domestik yang harus dibatalkan demi memenuhi persyaratan keselamatan. Pada 22 Oktober saja, tercatat sebanyak 18 jadwal penerbangan domestik di Bandara Tjilik Riwut mengalami pembatalan.

Kondisi lingkungan kemudian menunjukkan perbaikan setelah hujan turun, sehingga jarak pandang meningkat menjadi sekitar 3.000 meter pada 27 Oktober 2026. Perbaikan jarak pandang itulah yang membuka jalan bagi kembalinya penerbangan, meski pemantauan intensif tetap wajib dilakukan karena kondisi jarak pandang masih berpotensi berubah sewaktu-waktu.

Andi menekankan keputusan operasional penerbangan tetap mengacu pada ketentuan keselamatan dan batas minimum operasional yang berlaku. Pengaktifan kembali operasional masih menyesuaikan kesiapan masing-masing maskapai dan perkembangan cuaca, sehingga jadwal dapat berubah mengikuti kondisi di lapangan.

Kembalinya penerbangan di Bandara Tjilik Riwut menjadi kabar penting bagi konektivitas Kalimantan Tengah, setelah lebih dari sebulan aktivitas penerbangan terganggu asap karhutla. Pihak bandara berharap kondisi ini terus membaik sehingga operasional dapat kembali berjalan normal secara bertahap.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya mulai melayani kembali penerbangan setelah lebih dari sebulan terganggu kabut asap karhutla.
  • Penerbangan perdana usai gangguan itu adalah Garuda Indonesia GA 550 dari Jakarta yang mendarat pada 29 Oktober 2026 pukul 16.55 WIB.
  • Pada hari pertama pemulihan tidak ada penerbangan keberangkatan dari bandara tersebut.
  • Jarak pandang di landasan pacu sempat hanya 100 hingga 150 meter, dan 18 jadwal penerbangan dibatalkan pada 22 Oktober.
  • Pemulihan dilakukan bertahap dengan mengacu pada kesiapan maskapai, cuaca, dan standar keselamatan penerbangan.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *