Sunday, 1 November 2026
Pendidikan

Semarang Perkuat Kesejahteraan Guru Agama dan Pesantren, Penerima Bisyaroh Naik 52 Persen

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyapa para siswi berkerudung putih pada sebuah acara

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti meningkatkan kesejahteraan guru agama dan memperkuat pesantren di kotanya. Upaya itu diwujudkan melalui sejumlah program berkelanjutan yang menyasar para pendidik keagamaan dan lembaga pendidikan berbasis keagamaan.

Jumlah penerima bisyaroh, insentif bagi para pegiat pendidikan keagamaan dan layanan masyarakat, tercatat naik 52 persen. Kenaikan itu menunjukkan meluasnya jangkauan program dukungan bagi mereka yang selama ini memberikan pelayanan tanpa status sebagai pegawai pemerintah.

Program bisyaroh di Semarang menyasar beragam kelompok, antara lain guru TPQ, guru madin, guru Sekolah Minggu, modin, marbot, pengelola pos PAUD, pengurus HIMPAUDI, dan pinandita. Pada tahap sebelumnya, pemerintah kota menyerahkan bisyaroh dengan rincian guru TPQ, madin, dan Sekolah Minggu sebesar Rp500.000 per bulan, modin Rp1.000.000 per bulan, serta marbot, pos PAUD, Himpaudi, dan pinandita sebesar Rp300.000 per bulan.

Pada tahap awal penyaluran itu, apresiasi diberikan kepada 6.572 penerima manfaat, meliputi 531 marbot masjid, 1.000 orang FKDT, 250 Guru Sekolah Minggu, 600 orang P2JS, 3.000 tenaga pengajar TPQ, 1.080 pengelola pos PAUD, 100 pengurus HIMPAUDI, serta tokoh agama dari berbagai latar belakang termasuk 11 pinandita.

Penyaluran bisyaroh tersebut merupakan pemenuhan janji kampanye Agustina bersama Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin untuk memberikan berbagai bentuk dukungan kepada warga istimewa Kota Semarang yang memberikan pelayanan tanpa status pegawai pemerintah. Pemerintah kota berkomitmen memperluas cakupan penerima manfaat pada tahun-tahun mendatang.

Penguatan pesantren juga ditempuh lewat kebijakan daerah. DPRD Kota Semarang telah mengesahkan Peraturan Daerah tentang Fasilitasi Pengembangan Pesantren, dan Wali Kota Semarang mengukuhkan pengurus Forum Fasilitasi Pengembangan Pesantren masa bakti 2026-2031 pada Kamis (22/10/2026) untuk mengawal penerapan kebijakan tersebut.

Forum itu menjadi wadah bagi pengelola pesantren untuk bersilaturahmi, menyamakan langkah, dan mencari solusi atas berbagai tantangan dalam mempersiapkan santri menghadapi Indonesia Emas 2045. Pengurus forum juga akan mengunjungi pondok pesantren di berbagai wilayah Kota Semarang untuk memastikan pesantren terjangkau secara merata, termasuk yang selama ini belum terakses.

Dengan bertambahnya penerima bisyaroh dan berjalannya forum pesantren, Pemerintah Kota Semarang berharap kesejahteraan guru agama meningkat dan pesantren semakin tertata. Dukungan itu diharapkan menjaga keberlangsungan pendidikan keagamaan yang selama ini ditopang para pendidik di luar jalur pegawai pemerintah.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti meningkatkan kesejahteraan guru agama dan memperkuat pesantren lewat sejumlah program berkelanjutan.
  • Jumlah penerima bisyaroh naik 52 persen, memperluas jangkauan dukungan bagi pendidik keagamaan dan pegiat layanan masyarakat tanpa status pegawai pemerintah.
  • Pada tahap sebelumnya, bisyaroh diberikan kepada 6.572 penerima, antara lain guru TPQ, madin, dan Sekolah Minggu, modin, marbot, pengelola pos PAUD, HIMPAUDI, dan pinandita.
  • Penguatan pesantren juga ditempuh lewat Perda Fasilitasi Pengembangan Pesantren dan Forum Fasilitasi Pengembangan Pesantren masa bakti 2026-2031 yang dikukuhkan 22 Oktober 2026.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *