Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III yang diikuti seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Ajang itu menjadi panggung bagi mahasiswa untuk menunjukkan bahwa penelitian yang mereka kerjakan harus menjawab persoalan nyata di masyarakat.
OASE III PTKIN 2026 digelar di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 3 hingga 7 November 2026, dengan mengusung tema Tumbuh dan Berkembang Bersama Prestasi. Pembukaan kegiatan dijadwalkan pada 4 November, sementara perlombaan digelar pada 5 dan 6 November 2026.
Ajang tersebut mempertemukan 497 finalis dari 54 PTKIN di seluruh Indonesia. Sebanyak 18 cabang lomba dipertandingkan dalam tiga bidang utama, yakni agama, sains, dan riset.
Bidang agama meliputi sosial kemasyarakatan, astronomi Islam atau ilmu falak, karya tulis Al-Qur’an, Musabaqah Qira’atil Kutub, Musabaqah Fahmil Qur’an, dan dai mahasiswa. Bidang sains mencakup matematika, fisika, kimia, biologi, robotik, dan desain arsitektur Islam.
Bidang riset meliputi ekoteologi, literasi inovasi teknologi, nanoteknologi dan kesehatan, teknologi konservasi energi untuk kampus hijau, teknologi produk halal dan ketahanan pangan, serta virtual trading. Cabang-cabang itu dirancang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari pengelolaan limbah dan lingkungan hidup hingga ketahanan pangan.
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Sahiron menekankan pentingnya kesinambungan pembinaan setelah kompetisi. Menurutnya, medali merupakan pengakuan atas capaian mahasiswa, sedangkan tugas perguruan tinggi berikutnya adalah melihat karya mana yang layak dikembangkan, pengujian apa yang masih diperlukan, dan dukungan apa yang dibutuhkan agar penelitian itu terus bergerak.
Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Noorhaidi Hasan menjelaskan bahwa hasil kompetisi dapat menjadi bahan bagi kampus untuk memetakan penelitian mahasiswa yang berpotensi dilanjutkan. Peluang pertemuan antara peneliti muda dan pemangku kepentingan diperluas melalui ekspo inovasi yang melibatkan 34 PTKIN di halaman Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, yang direncanakan dibuka pada 4 November 2026.
OASE PTKIN pertama kali diselenggarakan pada 2021 di UIN Ar-Raniry Banda Aceh, dilanjutkan pada 2023 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan pada 2026 dipercayakan kepada UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Tema tahun ini hadir sebagai respons atas akselerasi transformasi digital dan kecerdasan artifisial yang memengaruhi cara manusia belajar, bekerja, beribadah, dan berinteraksi.
Melalui OASE III, Kemenag berharap mahasiswa PTKIN tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menunjukkan kemampuan dalam bidang keagamaan, sains, inovasi, dan riset yang menempatkan manusia sebagai pusat, bukan sekadar objek dari kemajuan teknologi.
Apa poin penting dari berita ini?
- Kemenag menggelar OASE III PTKIN 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 3 hingga 7 November 2026, bertema Tumbuh dan Berkembang Bersama Prestasi.
- Ajang itu mempertemukan 497 finalis dari 54 PTKIN dalam 18 cabang lomba di bidang agama, sains, dan riset.
- Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Sahiron menekankan penelitian mahasiswa harus menjawab persoalan masyarakat dan dibina berkelanjutan setelah kompetisi.
- Ekspo inovasi yang melibatkan 34 PTKIN menjadi ruang pertemuan peneliti muda dengan pemangku kepentingan agar karya yang layak dapat dikembangkan lebih lanjut.

