Perusahaan China SpaceSail menargetkan meluncurkan 10.000 satelit hingga 2030 untuk menantang dominasi Starlink milik SpaceX dalam industri internet satelit global. Target itu menandai babak baru persaingan memperebutkan konektivitas dari orbit rendah Bumi.
SpaceSail, yang memiliki nama resmi SpaceSail Constellation atau Qianfan dalam bahasa China, merupakan megaproyek yang dikembangkan Shanghai Spacecom Satellite Technology (SSST) sejak 2023. Proyek ini mendapat dukungan pendanaan dari Pemerintah Kota Shanghai dan lembaga riset Chinese Academy of Sciences, dengan modal awal sekitar 6,7 miliar yuan atau sekitar Rp17 triliun.
Saat ini, SpaceSail baru mengoperasikan sekitar 200 satelit aktif di orbit rendah Bumi (Low Earth Orbit/LEO), dan laporan terbaru menyebut jumlahnya masih beberapa ratus unit. Angka itu masih terpaut jauh dari Starlink yang sudah memiliki lebih dari 10.000 satelit aktif, menjangkau lebih dari 160 negara dan wilayah, dengan total sekitar 12 juta pengguna.
Untuk mengejar ketertinggalan, SSST menetapkan target ekspansi yang bertahap. Jumlah satelit aktif ditargetkan bertambah menjadi 648 unit pada akhir 2026. Dalam peta jalan jangka panjang, konstelasi ini ditargetkan mampu mengoperasikan lebih dari 15.000 satelit, dan lebih dari 10.000 unit di antaranya diharapkan sudah mengorbit dan berfungsi optimal pada akhir 2030.
Percepatan itu didukung pendanaan baru. Pada Agustus 2026, SpaceSail menghimpun dana sekitar 7 miliar yuan dari investor seperti Shanghai Alliance Investment dan CAS Star, sehingga valuasi perusahaan mencapai sekitar 50 miliar yuan. Pada 15 September 2026, perusahaan juga meluncurkan satelit uji yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan kecepatan transmisi data.
Dari sisi teknologi, kesenjangan dengan Starlink masih nyata. Satelit generasi pertama SpaceSail dilaporkan memberikan kecepatan unduh sekitar 20 Mbps dan unggah sekitar 5 Mbps ke perangkat ponsel, sementara Starlink mengklaim kecepatan hingga lebih dari 400 Mbps, meski kecepatan aktual bergantung pada lokasi dan perangkat pengguna. SpaceSail diperkirakan mulai meluncurkan satelit generasi kedua dan ketiga dalam beberapa bulan ke depan untuk meningkatkan kinerja.
Berbeda dengan Starlink yang menyasar konsumen massal, model bisnis SpaceSail lebih mengarah ke pelanggan korporat dan pasar internasional. Perusahaan dilaporkan telah mengantongi izin layanan komersial di Brasil, dan analisis industri menyebut SpaceSail membidik negara-negara yang memiliki hambatan politik atau kendala regulasi dengan Starlink. Di dalam China sendiri, SpaceSail juga bersaing dengan konstelasi GuoWang milik China Satellite Network Group yang menargetkan 13.000 satelit, dengan peluncuran terbaru tercatat pada 10 Oktober 2026.
Apa poin penting dari berita ini?
- SpaceSail China menargetkan 10.000 satelit mengorbit hingga 2030 untuk menantang dominasi Starlink.
- SpaceSail atau Qianfan dikembangkan Shanghai Spacecom Satellite Technology sejak 2023 dengan dukungan Pemerintah Kota Shanghai.
- Saat ini SpaceSail baru mengoperasikan sekitar 200 satelit aktif, jauh di bawah Starlink yang memiliki lebih dari 10.000 satelit.
- Target bertahap SpaceSail adalah 648 satelit pada akhir 2026 dan lebih dari 15.000 satelit dalam jangka panjang.
- Pada Agustus 2026, SpaceSail menghimpun dana sekitar 7 miliar yuan, dan pada 15 September 2026 meluncurkan satelit uji.
- Model bisnis SpaceSail lebih mengarah ke pelanggan korporat dan pasar internasional, termasuk Brasil.


