Saturday, 31 October 2026
Film Indonesia

Film Ibuku Raih Special Jury Prize di Busan, Bukti Sinema Indonesia di Panggung Internasional

Sutradara Eddie Cahyono, pembuat film Indonesia Ibuku

Film Indonesia Ibuku meraih penghargaan Busan Award Special Jury Prize pada Festival Film Internasional Busan ke-31 di Korea Selatan. Penghargaan tersebut diumumkan pada penutupan festival di Busan Cinema Center pada Kamis, 15 Oktober 2026. Ibuku bersaing dalam kategori kompetisi utama festival, dan penghargaan khusus juri diberikan sebagai apresiasi atas pencapaian sinematik sebuah film.

Ibuku disutradarai sekaligus ditulis naskahnya oleh Eddie Cahyono, dan diproduseri Tika Bravani bersama Shin Yamaguchi. Film ini merupakan produksi bersama Indonesia dan Jepang, berdurasi 96 menit, dan memperoleh klasifikasi usia 17 tahun ke atas. Film ini dibintangi Christine Hakim sebagai Sumiati dan Ayushita Nugraha sebagai Sri, putrinya.

Cerita Ibuku menempatkan perjuangan keluarga pekerja migran sebagai inti narasi. Sumiati, seorang janda yang dibebani utang judi mendiang suaminya, berusaha menemui Sri, putrinya yang bekerja di Arab Saudi dan terancam hukuman mati. Perjalanan seorang ibu untuk menyelamatkan anaknya itu menjadi jembatan bagi film ini untuk membicarakan persoalan keluarga, penderitaan perempuan, dan realitas pekerja migran Indonesia dengan cara yang personal dan menyentuh.

Penghargaan film terbaik di festival tersebut diraih Midday Meal karya sutradara Iran, Majid Majidi. Sementara itu, Ibuku menjadi salah satu dari dua karya Indonesia yang masuk kompetisi utama Busan International Film Festival 2026, bersama Laut Bercerita garapan Yosep Anggi Noen. Kehadiran dua film Indonesia dalam kompetisi utama yang sama menunjukkan kiprah sinema Indonesia yang semakin diperhitungkan di panggung internasional.

Perjalanan Ibuku menuju penghargaan ini berlangsung panjang. Eddie Cahyono menyampaikan bahwa upaya mewujudkan film tersebut berlangsung selama 11 tahun, dan naskahnya pertama kali muncul sebagai proyek di pasar proyek Asia di Busan lebih dari satu dekade lalu. Saat menerima penghargaan di atas panggung, ia mendedikasikan penghargaan tersebut bagi pekerja migran di seluruh dunia, serta menyampaikan janji yang pernah ia buat bersama Christine Hakim untuk menyelesaikan film ini bersama-sama.

Film Ibuku melakukan penayangan perdana di festival tersebut pada 10 Oktober 2026. Hingga penghargaan diumumkan, jadwal penayangan Ibuku di bioskop Indonesia belum diumumkan secara resmi. Kondisi itu membuat penghargaan di Busan menjadi pintu pertama bagi penonton internasional untuk mengenal film ini, sebelum penonton di tanah air dapat menyaksikannya secara luas.

Bagi perfilman Indonesia, penghargaan khusus juri di kompetisi utama sebuah festival internasional besar bukan sekadar piala. Penghargaan semacam ini memberi pengakuan bahwa cerita yang berangkat dari kehidupan sehari-hari, seperti perjuangan seorang ibu dan anaknya yang terpisah jarak dan nasib, dapat berbicara kepada penonton lintas negara. Ibuku membuktikan bahwa kekuatan sebuah film tidak selalu terletak pada skala produksinya, melainkan pada kejujuran emosi dan kedalaman persoalan manusia yang diangkatnya.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Film Indonesia Ibuku meraih penghargaan Busan Award Special Jury Prize pada Festival Film Internasional Busan ke-31 di Korea Selatan.
  • Penghargaan tersebut diumumkan pada penutupan festival di Busan Cinema Center pada Kamis, 15 Oktober 2026.
  • Ibuku disutradarai Eddie Cahyono, dibintangi Christine Hakim sebagai Sumiati dan Ayushita Nugraha sebagai Sri, dan merupakan produksi bersama Indonesia dan Jepang.
  • Cerita Ibuku menempatkan perjuangan keluarga pekerja migran sebagai inti narasi, melalui usaha Sumiati menemui putrinya yang bekerja di Arab Saudi.
  • Ibuku menjadi salah satu dari dua karya Indonesia yang masuk kompetisi utama Busan International Film Festival 2026, bersama Laut Bercerita.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *