Sebuah unggahan di media sosial yang mengklaim pendaftaran seleksi petugas haji 2027 masih dibuka dan mengarahkan pendaftar ke sebuah tautan di luar kanal resmi dinyatakan hoaks oleh pemeriksa fakta. Unggahan itu mengiming-imingi gaji puluhan juta rupiah per musim dan fasilitas ibadah haji gratis, padahal masa pendaftaran resmi sudah ditutup sejak akhir Agustus 2026.
Unggahan tersebut dibagikan akun Facebook bernama “Andini” pada Kamis, 22 Oktober 2026, berupa video berisi informasi seleksi petugas haji 2026/2027. Narasinya menyebut lulusan SMP, SMA, SMK, D3, hingga S1 bisa mendaftar, laki-laki maupun perempuan, dengan usia minimal 26 tahun dan maksimal 60 tahun, penempatan sesuai domisili masing-masing, dibuka di seluruh wilayah Indonesia, dan pendaftaran gratis. Pendaftar diarahkan menggunakan nomor Telegram aktif dan mengklik tautan yang dicantumkan pengunggah.
Apa hasil pemeriksaannya
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri tautan yang dibagikan dalam unggahan serta tautan yang tercantum pada profil akun Facebook tersebut. Hasilnya, tautan itu mengarah ke laman yang meminta pengguna memasukkan nama lengkap dan nomor Telegram aktif. Tautan semacam ini patut diwaspadai karena dapat menjadi modus phishing untuk mencuri data pribadi pengguna.
Tim pemeriksa fakta kemudian mencari kata kunci “seleksi petugas haji 2027” di mesin pencari. Hasil teratas mengarah pada unggahan resmi Instagram milik Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia. Dari unggahan resmi itu diketahui masa pendaftaran seleksi petugas haji 2027 dibuka pada 25 Agustus hingga 31 Agustus 2026 melalui laman resmi petugas.haji.go.id, yang berarti saat ini pendaftaran sudah ditutup.
Atas dasar itu, TurnBackHoax menyimpulkan unggahan berisi klaim “tautan pendaftaran seleksi petugas haji 2027” merupakan hoaks dengan kategori konten palsu (fabricated content). Faktanya, pendaftaran petugas haji 2027 sudah ditutup pada 31 Agustus 2026, dan tautan yang beredar tersebut tidak mengarah pada laman resmi pendaftaran.
Suggested read: Pemeriksa Fakta: Tautan Pendaftaran Petugas Haji 2027 yang Beredar Itu Palsu
Mengapa tawaran ini berbahaya
Modus seperti ini bekerja dengan menggabungkan tiga umpan sekaligus: lowongan yang terasa resmi, syarat yang longgar, dan imbalan yang besar. Calon korban yang tergiur bisa menyerahkan nama lengkap dan nomor Telegram aktif, dua data yang cukup untuk membuka pintu penipuan lanjutan, mulai dari penyamaran identitas hingga pengambilalihan akun.
Ciri yang patut dicurigai sudah tampak sejak awal: pendaftaran diklaim masih dibuka jauh setelah jadwal resmi berakhir, prosesnya diarahkan ke tautan di luar domain resmi pemerintah, dan pendaftar diminta memakai nomor Telegram aktif, bukan kanal pendaftaran resmi. Hingga Jumat, 30 Oktober 2026, unggahan itu sendiri tercatat baru menuai tiga tanda suka, tetapi tautan semacam itu tetap berbahaya karena satu korban saja sudah cukup bagi pelaku.
Suggested read: Pemeriksa Fakta: Klaim DPRD Larang Kantor Jadi Lokasi Unjuk Rasa Itu Salah
Cara membedakan kanal resmi dan palsu
Untuk seleksi petugas haji, patokannya sederhana: jadwal dan tautan resmi diumumkan kanal pemerintah, dan untuk seleksi 2027 tautan resminya adalah petugas.haji.go.id. Bila sebuah unggahan mengarahkan ke alamat lain, meminta data pribadi lewat formulir yang tidak dikenal, atau mengklaim pendaftaran masih dibuka setelah tanggal penutupan resmi, unggahan itu patut dicurigai.
Pembaca yang menemukan tawaran serupa disarankan tidak mengklik tautan dan tidak mengisi data apa pun, lalu memeriksa pengumuman resmi dari kementerian terkait. Bila sudah terlanjur mengisi data, segera amankan akun yang memakai nomor tersebut, ganti kata sandi yang terkait, dan waspadai pesan lanjutan yang mengatasnamakan panitia.
Dengan demikian, klaim yang beredar bahwa pendaftaran seleksi petugas haji 2027 masih dibuka lewat tautan yang dibagikan akun tersebut tidak benar. Pendaftaran resmi sudah ditutup pada 31 Agustus 2026, dan tautan yang beredar itu dinyatakan sebagai konten palsu oleh pemeriksa fakta.
Suggested read: Pemeriksa Fakta: Klaim Gaji Guru Naik 60 Persen Mulai 2027 Itu Salah
Apa poin penting dari berita ini?
- Sebuah unggahan di media sosial yang mengklaim pendaftaran seleksi petugas haji 2027 masih dibuka dan mengarahkan pendaftar ke sebuah tautan di luar kanal resmi dinyatakan hoaks oleh pemeriksa fakta.
- Unggahan tersebut dibagikan akun Facebook bernama “Andini” pada Kamis, 22 Oktober 2026, dan hingga Jumat, 30 Oktober 2026, unggahan itu tercatat baru menuai tiga tanda suka.
- Tautan itu mengarah ke laman yang meminta pengguna memasukkan nama lengkap dan nomor Telegram aktif, dan tautan semacam ini patut diwaspadai karena dapat menjadi modus phishing untuk mencuri data pribadi pengguna.
- Masa pendaftaran seleksi petugas haji 2027 dibuka pada 25 Agustus hingga 31 Agustus 2026 melalui laman resmi petugas.haji.go.id, yang berarti saat ini pendaftaran sudah ditutup.
- TurnBackHoax menyimpulkan unggahan berisi klaim “tautan pendaftaran seleksi petugas haji 2027” merupakan hoaks dengan kategori konten palsu (fabricated content).


