NASA mengumumkan misi teleskop antariksa baru yang akan mengamati langit secara khusus dalam cahaya ultraviolet. Teleskop bernama UVEX, singkatan dari UltraViolet EXplorer, dijadwalkan meluncur pada 2031 dan dipimpin oleh Institut Teknologi California (Caltech). Selama misi dasarnya yang berlangsung dua tahun, UVEX akan memetakan seluruh langit dalam cahaya ultraviolet dekat dan ultraviolet jauh.
Pengumuman ini disampaikan pada 29 Oktober 2026. UVEX dirancang sebagai teleskop survei, bukan teleskop yang hanya membidik satu objek dalam satu waktu. Ia akan menyapu langit berulang kali dengan ritme pengamatan yang beragam, sehingga perubahan di langit bisa tertangkap dari waktu ke waktu. Selain survei seluruh langit, UVEX juga akan mengamati Awan Magellan Besar dan Kecil, mengejar peristiwa langit yang muncul mendadak, serta melakukan pengamatan lanjutan dengan spektroskop terhadap sampel bintang dan galaksi.
Alasan utama misi ini adalah keterbatasan mata manusia dan teleskop cahaya tampak. Banyak peristiwa paling dahsyat di alam semesta, seperti letupan bintang dan semburan bintang, justru menampakkan diri sepenuhnya dalam cahaya ultraviolet, di luar jangkauan penglihatan manusia. Langit yang tampak tenang pada malam hari sebenarnya menyimpan peristiwa-peristiwa sementara yang hampir tidak pernah berhenti, asalkan diamati dengan mata yang tepat. UVEX dihadirkan untuk menjadi mata tersebut.
Dari sisi kemampuan, UVEX diklaim jauh lebih peka daripada pendahulunya, GALEX, teleskop ultraviolet NASA yang misinya berakhir pada 2013. Survei UVEX disebut 50 hingga 100 kali lebih dalam daripada GALEX pada pita ultraviolet dekat dan jauh, dan secara keseluruhan sensitivitasnya bisa mencapai 100 kali lipat. Ini sekaligus menjadikannya teleskop ultraviolet baru pertama dalam 20 tahun, serta misi ultraviolet pertama yang membuat peta langit dalam yang sesungguhnya dalam cahaya ultraviolet.
Salah satu fokus ilmiah UVEX adalah galaksi kecil bermassa rendah di sekitar kita yang bersinar terang dalam ultraviolet. Galaksi semacam ini juga ada miliaran tahun cahaya jauhnya, tetapi cahayanya sudah bergeser ke inframerah sehingga bisa diamati Teleskop Webb dan Teleskop Roman. Dengan mempelajari padanannya yang lebih dekat dalam ultraviolet, para astronom berharap bisa melengkapi gambaran tentang cara galaksi tumbuh dan berevolusi, termasuk pengaruh pembentukan bintang pada kadar logam yang rendah.
Pilar kedua misi ini adalah alam semesta yang dinamis. UVEX akan memburu peristiwa sementara yang panas dan cepat dalam ultraviolet, mendiagnosis tahap awal ledakan bintang, serta menindaklanjuti penggabungan objek padat yang terdeteksi lewat gelombang gravitasi. Ketika gelombang gravitasi terdeteksi, peringatan disebar ke teleskop lain, dan UVEX nantinya akan menambah pengamatan ultraviolet yang belum tersedia selama ini. Spektrum rinci yang dikumpulkannya diharapkan mengungkap lebih banyak informasi tentang peristiwa tersebut daripada yang pernah diperoleh sebelumnya.
Pilar ketiga adalah data. Seperti misi survei lainnya, UVEX akan menghasilkan khazanah data ultraviolet yang sangat besar dan bisa dipakai para peneliti untuk berbagai objek serta bidang kajian. Para ilmuwan membandingkannya dengan warisan data misi Gaia milik Badan Antariksa Eropa yang terus dipakai luas hingga kini. UVEX juga akan melengkapi survei-survei besar lain yang sedang berjalan atau direncanakan, seperti survei inframerah Teleskop Roman, pemotretan langit berulang Observatorium Vera Rubin, survei cahaya tampak Euclid, serta survei inframerah dekat SPHEREx.
Presiden Caltech sekaligus profesor astronomi, Ray Jayawardhana, menyebut UVEX sebagai lompatan berani dalam penjelajahan alam semesta ultraviolet. Anggota tim UVEX, Mansi Kasliwal, yang juga direktur Observatorium Palomar, menegaskan bahwa dengan UVEX para astronom akhirnya bisa menindaklanjuti peristiwa gelombang gravitasi dalam cahaya ultraviolet. Sementara itu, Kareem El-Badry, profesor astronomi Caltech yang tergabung dalam tim, mengingatkan bahwa setiap kali langit diamati pada panjang gelombang baru, selalu ada hal baru dan tak terduga yang dipelajari.
Apa poin penting dari berita ini?
- NASA mengumumkan teleskop UVEX (UltraViolet EXplorer) yang dijadwalkan meluncur pada 2031 dan dipimpin oleh Caltech.
- Selama misi dasar dua tahun, UVEX akan memetakan seluruh langit dalam cahaya ultraviolet dekat dan ultraviolet jauh.
- Survei UVEX disebut 50 hingga 100 kali lebih dalam daripada GALEX, dan sensitivitasnya bisa mencapai 100 kali lipat.
- UVEX akan mempelajari galaksi kecil bermassa rendah, memburu peristiwa langit sementara, dan menindaklanjuti peristiwa gelombang gravitasi dalam cahaya ultraviolet.
- Misi ini melengkapi survei Teleskop Roman, Observatorium Vera Rubin, Euclid, dan SPHEREx, serta menghasilkan data ultraviolet terbuka untuk para peneliti.


