Sebuah unggahan berjudul pelajaran sejarah tentang Jaminan Sosial (Social Security) Amerika Serikat kembali beredar di media sosial menjelang pemilu. Unggahan itu mengklaim Presiden Franklin D. Roosevelt, saat pertama kali menandatangani program tersebut menjadi undang-undang, membuat sejumlah janji kepada peserta. Pemeriksa fakta Snopes menelusuri unggahan itu dan menyimpulkan bahwa sebagian besar isinya salah, dan analisis pemeriksa fakta independen serta sejarawan resmi program tersebut sampai pada kesimpulan yang sama.
Unggahan yang beredar itu memuat lima janji yang diklaim dibuat Roosevelt. Pertama, keikutsertaan dalam program disebut sepenuhnya sukarela. Kedua, peserta disebut hanya membayar satu persen dari 1.400 dolar pertama penghasilan tahunannya. Ketiga, uang yang dibayarkan disebut bisa dikurangkan dari pajak penghasilan setiap tahun. Keempat, dana disebut disimpan dalam Dana Perwalian (Trust Fund) yang independen dan hanya dipakai untuk program pensiun. Kelima, pembayaran pensiun disebut tidak akan pernah dipajaki sebagai penghasilan.
Sejarawan resmi program Jaminan Sosial, Larry DeWitt, sudah lama membantah daftar itu satu per satu. Keikutsertaan tidak pernah sukarela: sejak hari pertama program berjalan hingga kini, siapa pun yang bekerja pada pekerjaan yang tercakup wajib membayar pajak gaji. Undang-undang yang ditandatangani Roosevelt juga bukan memajaki 1.400 dolar pertama, melainkan memajaki penghasilan hingga 3.000 dolar, dengan tarif satu persen hanya pada tahun-tahun awal sebelum dijadwalkan naik bertahap pada 1940, 1943, 1946, dan 1949 hingga mencapai tiga persen.
Klaim tentang pengurangan pajak juga keliru. Pajak yang dibayarkan untuk mendukung program ini tidak pernah bisa dikurangkan dari pajak penghasilan federal, dan undang-undang 1935 justru secara tegas melarang pengurangan tersebut. Sementara itu, klaim tentang Dana Perwalian memutarbalikkan sejarah: pemerintah selalu bisa memakai dana Jaminan Sosial untuk keperluan lain ketika tidak dibutuhkan untuk membayar manfaat, dan tidak pernah ada perubahan dalam cara program itu dibiayai atau cara pajak gajinya digunakan.
Pola yang sama terlihat pada tuduhan-tuduhan lain dalam unggahan itu. Peristiwa yang disebut, seperti pemajakan manfaat pensiun atau perubahan status anggaran program, memang pernah terjadi, tetapi dikaitkan dengan presiden, partai, atau program yang salah. Pemajakan manfaat misalnya baru diberlakukan lewat amandemen 1983 yang ditandatangani Presiden Reagan, bukan oleh pihak yang dituduh dalam unggahan. Karena itulah para pemeriksa fakta menilai unggahan tersebut sebagai kumpulan klaim yang sebagian besar salah, dengan peristiwa nyata yang ditempeli atribusi yang keliru.
Kesimpulannya, unggahan pelajaran sejarah tentang Jaminan Sosial itu tidak bisa dijadikan rujukan sejarah yang benar. Lima janji Roosevelt yang diklaim di dalamnya tidak pernah dibuat seperti yang dituliskan, dan sebagian besar tuduhan lanjutannya keliru dalam hal tokoh, partai, maupun program yang dimaksud.
Apa poin penting dari berita ini?
- Unggahan pelajaran sejarah tentang Jaminan Sosial yang beredar mengklaim Presiden Franklin D. Roosevelt membuat sejumlah janji saat program itu pertama kali disahkan.
- Pemeriksa fakta Snopes menyimpulkan sebagian besar isi unggahan itu salah, sejalan dengan analisis pemeriksa fakta independen dan sejarawan resmi program tersebut.
- Keikutsertaan dalam program tidak pernah sukarela, dan undang-undang yang ditandatangani Roosevelt memajaki penghasilan hingga 3.000 dolar, bukan 1.400 dolar.
- Pajak Jaminan Sosial tidak pernah bisa dikurangkan dari pajak penghasilan federal, dan dana program tidak pernah dibatasi hanya untuk manfaat pensiun.
- Sejumlah peristiwa yang disebut dalam unggahan memang pernah terjadi, tetapi dikaitkan dengan presiden, partai, atau program yang salah.


