Friday, 30 October 2026
Nanggroe

Banjir Subulussalam Belum Surut Hampir Sepekan, 1.985 KK Masih Terdampak

Anak-anak bermain di genangan banjir

Banjir di Kota Subulussalam, Aceh, belum juga surut meski sudah berlangsung hampir sepekan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga Kamis, 29 Oktober 2026, sekitar 1.985 kepala keluarga (KK) masih terdampak banjir di kota tersebut, dengan 177 rumah dilaporkan masih tergenang air.

Banjir di Subulussalam dilaporkan mulai terjadi pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Artinya, saat data BNPB itu dihimpun, genangan sudah bertahan selama enam hari. Kondisi seperti ini membuat aktivitas warga terganggu cukup lama, mulai dari hunian yang belum bisa ditempati normal hingga akses dan kegiatan sehari-hari yang terhambat.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan data tersebut dalam konferensi pers daring pada Kamis siang. Ia menyebut banjir tidak hanya masih bertahan di Subulussalam, tetapi juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, yang berdampak pada sekitar 691 kepala keluarga.

Banjir yang bertahan berhari-hari umumnya menimbulkan persoalan lanjutan bagi warga terdampak, seperti kebutuhan air bersih, sanitasi, dan kesehatan lingkungan di sekitar genangan. Karena itu, pendataan yang terus diperbarui menjadi penting agar bantuan dan penanganan diarahkan ke wilayah yang genangannya belum surut, bukan hanya ke lokasi yang banjirnya sudah reda.

Bagi pemerintah daerah, situasi ini menjadi ujian kesiapsiagaan: posko dan logistik perlu tetap siaga selama genangan bertahan, sementara warga diimbau memantau informasi resmi dari BNPB dan pemerintah setempat. Langkah antisipasi juga diperlukan untuk menghadapi kemungkinan hujan lanjutan, mengingat banjir yang lama surut bisa memburuk bila curah hujan kembali tinggi.

Hingga data 29 Oktober 2026 itu dirilis, belum ada keterangan dalam laporan tersebut mengenai kapan genangan di Subulussalam diperkirakan surut sepenuhnya. Warga yang terdampak masih menunggu air surut agar bisa kembali beraktivitas normal dan membersihkan rumah dari sisa lumpur banjir.

Apa poin penting dari berita ini?

Ringkasan singkat dari isi artikel di atas:

  • Banjir di Kota Subulussalam, Aceh, belum juga surut meski sudah berlangsung hampir sepekan.
  • Banjir di Subulussalam dilaporkan mulai terjadi pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
  • Kondisi seperti ini membuat aktivitas warga terganggu cukup lama, mulai dari hunian yang belum bisa ditempati normal hingga akses dan kegiatan sehari-hari yang terhambat.
  • Ia menyebut banjir tidak hanya masih bertahan di Subulussalam, tetapi juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, yang berdampak pada sekitar 691 kepala keluarga.
  • Bagi pemerintah daerah, situasi ini menjadi ujian kesiapsiagaan: posko dan logistik perlu tetap siaga selama genangan bertahan, sementara warga diimbau memantau informasi resmi dari BNPB dan pemerintah setempat.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *