Wednesday, 28 October 2026
Kesehatan

Amankah Ibu Hamil Mengikuti Lomba Lari? Ini Penjelasan Dokter

Ilustrasi ibu hamil yang tetap aktif berolahraga

Seorang perempuan bernama Dina Bawden mencuri perhatian setelah berhasil menyelesaikan lomba lari 10 kilometer di Jakarta Running Festival (JRF) 2026 saat usia kehamilannya memasuki enam bulan. Ia mencapai garis finis pada Minggu, 25 Oktober 2026, dengan catatan waktu 1 jam 2 menit 29 detik, meski target awalnya adalah satu jam.

Dina bukan orang baru di dunia kebugaran. Ia merupakan pelatih pribadi di sebuah gym sekaligus atlet HYROX, sehingga aktivitas fisik intensif sudah menjadi bagian dari rutinitasnya jauh sebelum kehamilan. Dalam unggahannya di media sosial, ia menyebut tidak bisa berlari seperti biasanya karena ada janin yang perlu dijaga, sehingga ia memilih tidak memaksakan kecepatan demi mengejar target waktu.

Mengapa kisah ini memicu pertanyaan tentang keamanan? Keberhasilan seorang ibu hamil menyelesaikan lomba lari jarak jauh sering dibaca sebagai bukti bahwa aktivitas itu aman bagi semua ibu hamil. Padahal, kondisi setiap kehamilan berbeda, begitu pula riwayat kesehatan dan kemampuan fisik masing-masing orang. Pengalaman satu orang tidak dapat dijadikan patokan umum.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi Rumah Sakit Universitas Indonesia, dr. Natasya Prameswari, Sp.OG, menjelaskan bahwa lari pada saat hamil pada prinsipnya diperbolehkan bila individu tersebut sudah terbiasa berlari secara rutin sebelum hamil dan tidak memiliki kondisi medis yang melarangnya. Sebaliknya, masa kehamilan bukan waktu yang tepat untuk memulai olahraga baru dengan intensitas tinggi ketika tubuh belum terbiasa.

Bagaimana panduan amannya? Ibu hamil tetap perlu memperhatikan respons tubuh, karena aktivitas fisik dapat meningkatkan denyut jantung dan suhu tubuh, sehingga beban latihan perlu disesuaikan secara bertahap dengan kemampuan tubuh beradaptasi. Konsultasi dengan dokter kandungan diperlukan sebelum menentukan jenis dan tingkat aktivitas fisik, dengan mempertimbangkan riwayat kesehatan, kondisi kehamilan, serta kemungkinan komplikasi.

Dina sendiri mengakui persiapannya kali ini berbeda dari biasanya. Perubahan hormon selama kehamilan membuatnya harus berupaya lebih keras melawan rasa enggan berlatih, dan di lintasan ia memilih mengurangi kecepatan agar dapat menyelesaikan lomba tanpa mengejar target secara berlebihan. Keputusan itu membuat catatan waktunya sedikit lebih lambat dari rencana, tetapi ia tetap merasa puas karena berhasil mencapai garis finis dalam kondisi baik.

Kisah serupa juga dialami presenter Patricia Rani, yang menyelesaikan lomba 10 kilometer di JRF 2026 pada trimester kedua kehamilannya, dengan didampingi suaminya yang memantau napas dan kecepatannya, serta atas izin dokter kandungan. Dua kisah ini sama-sama berangkat dari kebiasaan berolahraga yang sudah terbentuk sebelum kehamilan, bukan dari keputusan mendadak mencoba lari jarak jauh.

Pesan yang dapat dipetik adalah kehati-hatian: tetap aktif selama kehamilan bisa bermanfaat bila disesuaikan dengan kondisi ibu dan janin, tetapi mengikuti perlombaan jarak jauh membutuhkan penilaian medis tersendiri. Ibu hamil yang ingin tetap berolahraga sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu, mendengarkan tubuhnya, dan tidak menjadikan pencapaian orang lain sebagai standar yang harus dikejar.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Dina Bawden menyelesaikan lomba 10 kilometer di Jakarta Running Festival 2026 pada Minggu, 25 Oktober 2026, saat hamil enam bulan, dengan waktu 1 jam 2 menit 29 detik.
  • Dina merupakan pelatih pribadi dan atlet HYROX yang sudah terbiasa berolahraga intensif sebelum hamil.
  • Dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr. Natasya Prameswari, Sp.OG, menjelaskan lari saat hamil diperbolehkan bila sudah menjadi kebiasaan sebelum hamil dan tidak ada kondisi medis yang melarang.
  • Kehamilan bukan waktu yang tepat untuk memulai olahraga baru berintensitas tinggi, dan konsultasi dokter kandungan tetap diperlukan.
  • Pengalaman individu tidak dapat dijadikan patokan bahwa semua ibu hamil aman mengikuti lomba lari jarak jauh.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *