Sebanyak 77 kegiatan masyarakat tercatat di wilayah hukum Polda Metro Jaya pada Rabu, 28 Oktober 2026, dan 53 di antaranya merupakan aksi penyampaian aspirasi. Meski puluhan aksi berlangsung serentak, arus lalu lintas Jakarta hingga siang hari masih terpantau normal dan belum ada pengalihan arus.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Firman Darmansyah, menyampaikan bahwa situasi lalu lintas masih normal dan belum memerlukan pengalihan arus. Kepolisian tetap mengutamakan kepentingan masyarakat agar dapat beraktivitas seperti biasa, sambil menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang dapat diterapkan sesuai kondisi di lapangan.
Mengapa pengawalan sebesar ini diperlukan? Puluhan kegiatan yang tersebar di banyak titik membutuhkan penjagaan agar berjalan tertib, sekaligus agar hak masyarakat lain yang tidak mengikuti aksi tetap terlindungi. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan bahwa 24 kegiatan lainnya di luar aksi penyampaian aspirasi juga membutuhkan pengawalan, sehingga total kegiatan yang harus dijaga mencapai 77 kegiatan.
Titik-titik aksi meliputi kawasan depan Gedung DPR/MPR RI, Bundaran HI, kawasan Monas, Tugu Tani, depan UOB, dan Silang Selatan Monas. Pengamanan dilakukan personel gabungan dari Polda Metro Jaya, TNI, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan petugas Pengamanan Dalam (Pamdal). Sekitar 1.000 personel disiapkan untuk menjaga kelancaran aktivitas masyarakat, termasuk pada jam pulang kerja yang berpotensi mengalami peningkatan volume kendaraan.
Bagaimana pengamanan itu dijalankan? Kapolda Metro Jaya, Komjen Dadang Hartanto, memerintahkan seluruh jajaran mengutamakan pendekatan persuasif dan humanis, serta bekerja secara profesional dan proporsional sesuai prosedur. Keselamatan peserta aksi dan keselamatan seluruh masyarakat yang beraktivitas menjadi prioritas utama petugas gabungan.
Budi Hermanto juga mengingatkan bahwa penyampaian aspirasi diatur oleh undang-undang agar berlangsung aman, damai, dan menjaga fasilitas umum. Massa aksi diajak menghormati hak masyarakat lain, sementara aparat menyampaikan permohonan maaf apabila pengaturan arus lalu lintas yang dilakukan secara situasional sedikit mengganggu aktivitas warga.
Di samping pengawalan aksi, kepolisian tetap menjalankan Operasi Patuh Jaya 2026 dengan pendekatan edukasi dan sosialisasi kepada pengguna jalan, bukan semata penegakan hukum. Kawasan Sudirman-Thamrin dan sejumlah jalur lain yang berpotensi terdampak menjadi perhatian dalam perencanaan rekayasa lalu lintas tersebut.
Ke depan, skema rekayasa yang sudah disimulasikan siap diterapkan bila kondisi berubah, misalnya ketika massa terkonsentrasi di satu titik atau volume kendaraan meningkat. Hingga siang hari, warga Jakarta masih dapat beraktivitas seperti biasa, dan aparat memastikan setiap perubahan pengaturan akan disesuaikan dengan situasi di lapangan.
Apa poin penting dari berita ini?
- Tercatat 77 kegiatan masyarakat di Jakarta pada Rabu, 28 Oktober 2026, terdiri dari 53 aksi penyampaian aspirasi dan 24 kegiatan lainnya.
- Arus lalu lintas Jakarta hingga siang hari masih normal dan belum ada pengalihan arus, menurut Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya.
- Titik aksi meliputi Gedung DPR/MPR RI, Bundaran HI, Monas, Tugu Tani, dan sejumlah lokasi strategis lainnya.
- Pengamanan dilakukan personel gabungan TNI, Polri, Pemprov DKI, dan Pamdal dengan pendekatan persuasif dan humanis.
- Skema rekayasa lalu lintas disiapkan secara situasional dan dapat diterapkan bila kondisi di lapangan berubah.


