Thursday, 29 October 2026
Kesehatan

Siswa Diduga Keracunan MBG di Dramaga Bogor Bertambah Jadi 481 Orang

Siswa Diduga Keracunan MBG di Dramaga Bogor Bertambah Jadi 481 Orang

Sebanyak 481 siswa SMP di Dramaga, Kabupaten Bogor, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Jumlah siswa yang dilaporkan mengalami gejala itu bertambah dari sebelumnya 417 orang, dan dikonfirmasi Bupati Bogor, Rudy Susmanto, pada Selasa, 27 Oktober 2026.

Para siswa yang terdampak berasal dari tiga sekolah negeri di Dramaga, yaitu SMPN 1, SMPN 2, dan SMPN 3. Gejala mulai muncul pada malam 26 Oktober 2026 dan berlanjut pada pagi berikutnya, berupa pusing, mual, hingga buang air besar setelah menyantap makanan dari program MBG. Para siswa kemudian didata dan dibawa ke puskesmas serta rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Sebagian besar siswa sudah dipulangkan setelah kondisinya membaik. Pada 27 Oktober, sekitar 9 siswa masih dirawat di Puskesmas Cangkurawok dan segera dipulangkan. Di RS KBP, dari 19 siswa yang dirujuk, 16 sudah kembali dan 3 masih dirawat. Di RSM, dari 14 siswa yang dirujuk, 1 masih dirawat.

Mengapa kejadian ini menjadi perhatian serius? Karena program MBG menyasar anak-anak sekolah dalam jumlah besar setiap hari. Ketika ratusan siswa jatuh sakit dalam waktu yang berdekatan setelah mengonsumsi menu yang sama, pengawasan atas keamanan pangan menjadi sorotan utama, mulai dari kualitas bahan baku, kebersihan proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan.

Bagaimana penanganannya berjalan? Pemerintah Kabupaten Bogor bergerak cepat setelah menerima laporan mengenai banyaknya siswa yang mengalami gangguan kesehatan. Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi atau Jaro Ade, menegaskan prioritas utama saat ini adalah memastikan seluruh siswa mendapatkan penanganan medis secara optimal dan tidak ada korban yang luput dari penanganan. Pemerintah Kabupaten Bogor juga menyatakan akan menanggung seluruh biaya pengobatan para siswa, baik di rumah sakit pemerintah, puskesmas, maupun rumah sakit swasta rujukan.

Terkait penyebab kejadian, dugaan sementara mengarah pada makanan atau minuman yang disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Namun, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut, sehingga belum dapat dipastikan apakah bersumber dari makanan atau minuman yang dikonsumsi.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bogor menyatakan akan terus memantau kondisi para siswa hingga seluruhnya pulih. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pengawasan keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG harus dijaga ketat, agar kejadian serupa tidak terulang pada penerima manfaat lainnya.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *